My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.132. Freya and Revan


__ADS_3

Namun setelah dr Anisa mematikan telefonnya, tubuhnya langsung menegang? Kenapa? Sebab ia mendengar suara de**Han yang lirih, tunggu! Jangan-jangan pandu...


Polos-polos begini ia sedikit tahu! Kenapa? Sebab ia sudah mencari di ******, tapi pandu kan hanya sendirian? Main solo kah?.


‘An*ing! Kenapa aku malah mendengar hal tak bermutu seperti ini sih?’ batin dr Anisa segera berlari menuju kamarnya sendiri.


Dr Anisa pun berfikir, jangan-jangan pandu segera berlari tadi karena itunya sudah..


S*al! Fikiran dr Anisa makin melalang buana, harusnya ia tak menelusuri hal seperti itu! Kan sekarang jadi nyesel sendiri.


Tapi.. perlahan dr Anisa jadi penasaran, rasanya melakukan itu gimana ya? Mau bertanya ke mama atau nyonyanya..


Dr Anisa lalu menggelengkan kepalanya keras, kalau ke sang mama ia pasti akan disuruh mencoba sendiri kalau dengan sang nyonya ia yang tak punya nyali untuk bertanya langsung padanya.


Belum nanti harus melewati tatapan intimidasi dari si tuan. Sudahlah, semuanya ntu jalan buntu.


Sedangkan itu..


Freya sendiri langsung memeluk sang Abang setelah mendengar pernyataan Revan, “Abangg makasih! Frey ngga nyangka Abang mikirin Frey sampai segitunya.”


Fern melirik singkat pada secarik kertas yang tengah digenggam Freya, benar Freya tadi sempat berebut kertas dengan Revan.


Alhasil ia mengancam kalau ia akan membuat Revan tak akan bisa datang kemari lagi, dan dengan berat hati Revan menyerahkan kertas itu.


Fern menduga kejadiannya, dan.. seperti biasanya dugaannya tepat sasaran.


“Frey, kamu itu adik Abang satu-satunya tentu Abang harus mengkhawatirkan dan memperhatikanmu! Kalau bukan kamu maka siapa yang akan Abang sayangi seperti ini?.”


Freya makin terharu ketika mendengar ucapan fern, Freya pun tersenyum girang namun sedetik kemudian senyumannya luntur.


‘Bukankah aku bukan adik satu-satunya Abang? Masih ada rina’ batin Freya yang tiba-tiba sedih, ia tak rela jika harus berbagi Abang dengan reret itu.


“Kamu kenapa?” tanya fern, Freya pun menatap ke arah fern dapat ia lihat juga, sang suami, mama, papa dan Andra memandang khawatir padanya.


“Frey kan bukan adik satu-satunya Abang.. masih ada Rina” mendengar kata ‘rina’ imun Revan menurun secara drastis tanpa proses sama sekali.


“Lalu? Abang tidak menganggapnya begitu pula mama, papa dan revan sekalipun! Kami menganggap bahwa ia tak pernah hadir dalam hidup kami, sekarang hanya ada dirimu” mendengar jawaban si Abang Freya pun menoleh ke orang di sekitarnya.


Terutama Revan, prianya itu balik menatapnya lembut namun tatapannya terlihat beku.


Ia tahu, ia membangkitkan memori yang ingin dilupakan oleh Revan, namun Revan sama sekali tak marah padanya! Freya tersenyum tipis menyadari ini.


Revan memang benar menyayanginya.

__ADS_1


“Syukurlah, aku tidak mau berbagi Abang, mama, papa dan revan padanya” balas Freya tersenyum.


Ia melepaskan pelukan pada fern dan mengecup pipi fern manja, makin bertemu fern maka akan makin manjalah Freya begitu pula sebaliknya bedanya fern yang akan terus memanjakan Freya.


Setelahnya Freya langsung melirik dan memeluk Revan, Revan yang tak siap hampir terjungkal ke belakang namun ia masih bisa mempertahankan posisi berpijaknya.


Perlahan ia mengelus punggung si isteri.


“Aduh nak! Pelan-pelan itu Revan sampai mau jatuh loh, nanti kalau Revan jatuh berarti kamu dan janinmu juga jatuh loh nak” ujar mama grea mengingatkan.


“Iya ma” suara Freya terdengar pelan sebab Freya menenggelamkan kepalanya di da*a bidang Revan.


Da*a ini terasa lebih bidang dari beberapa bulan lalu, selain itu saat mereka sedang bercinta tubuh Revan sangat berotot Freya ingat meskipun ia agak mabuk, “Rev kamu terlalu sering berolahraga ya?.”


Ingat! Terlalu sering bukan sering ini berarti Freya menuduh bahwa Revan melakukan olahraga secara berlebihan.


Hal ini mengakibatkan tubuh bertambah berotot, da*a lebih bidang dan negatifnya ini agak tak baik untuk kesehatan.


“Hmm, memang kenapa?” Revan berdehem lalu bertanya sejujurnya moodnya agak buruk saat Freya mengatakan nama Rina, namun moodnya agak kembali juga saat Freya memeluknya.


“Hih ngga boleh kayak gitu! Nanti kamu sakit gimana? Kata dosen ku olahraga itu boleh tapi tidak boleh berlebihan!” balas Freya mendelik tajam pada Revan.


Freya pun melepas pelukannya lalu mendengus pelan.


Secara Revan itu ceo! Mana ada ceo tanpa pendidikan? Jelas pendidikan Revan sudah melambung tinggi, apalagi Revan kan bos mafia jelas ia mendapatkan pendidikan ketat agar ia bisa mengatur taktik.


Nah ini malah dia dituduh tak berpendidikan? Parahnya yang nuduh itu isteri tersayangnya yang dibela-belain nginap sampai menerima lima puluh syarat loh!.


Wahh, untung sayang ya dad Revan!.


“Sayang..! Mana ada begitu? Aku malah sudah lulus bertahun-tahun yang lalu” Revan membantah dengan sedikit datar.


“Lah buktinya tuh kamu ngga tahu tentang hal ini!, Eh lulus bertahun-tahun lalu? Wahh Revan sudah tua berarti ya?” alhasil Revan hanya bisa menahan kekesalannya di ubun-ubun tanpa bisa melupakannya pada si isteri.


“Sudah sayang, kasian tuh suami kamu sampai kesal begitu” mama grea pun berkomentar Freya lalu melirik ke wajah Revan yang bertambah datar.


“Oh iya ma! Dia beneran kesal” mama grea hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Freya yang berpura-pura polos.


Padahal semua orang pun tahu kalau Freya sedang iseng menggoda sang suami.


“Astaga darling, sampai kapan kamu mau iseng seperti itu? Kasian tuh adik iparnya Abang” ucap fern melirik ke wajah Revan yang sangat kentara kesalnya.


“Biarin wlee, lagian ini tuh suami frey sendiri” sudahlah! Dad Revan nan babang fern hanya bisa meminta agar ditambah kesabarannya sebab si bumil ini makin menyebalkan dari hari ke hari.

__ADS_1


“Ya deh iya! Terserah kamu Abang mah capek debat sama kamu mulu” sahut fern jengkel, disinilah Revan mulai kagum.


Kekuatan apa yang dimiliki Freya hingga bisa membuat fern jengkel seperti itu? Jangankan fern ia juga dibuat patuh kan?.


Wah fix! Freya punya kekuatan tersembunyi.


“Oh iya Frey lupa!” Freya dengan dramatis menepuk lelah dahi paripurna miliknya sontak keluarga Arron, Andra dan Revan menatap pada Freya.


“Apa yang kamu lupakan darling?” tanya papa Hunter heran.


“Frey tadinya berniat untuk mengunjungi dr Anisa dan pandu kan mereka pasangan baru, frey juga udah menyiapkan beberapa hadiah untuk mereka” jawab Freya dengan menatap Revan.


Seolah-olah bumil itu meminta Revan untuk mengantarnya ke apartemen tempat dimana pandu dan dr Anisa berada.


“Hmm, sayang sekali Abang tidak punya waktu akhir-akhir ini” fern pun membalas dengan akting sebab ia tahu sang adik ingin pergi dengan Revan.


Mungkin Freya ingin bermanja ria setelah fern memisahkan mereka begitu lama.


_______________________________


Sorry, author ngga up panjang seperti biasanya, sebab mood author agak tidak teratur (jadinya author ngga bisa mikir buat kata-kata sesuai alur yang author buat) selain itu besok author ada acara.


Tahu ngga penyebab mood author ngga beraturan saat ini?.


sebab saat author lihat di bagian statistik banyak yang lihat tapi sedikit yang like..


kan jadi agak..


Plis ya readers di karya author maupun karya lain tolong beri dukungan, cukup di like aja author udah seneng banget.


Jangan jadi readers misteri ya?.


Dampaknya nanti bakal muncul di penulis, penulis pasti mikir kenapa kok yang baca banyak tapi yang dukung dikit? salahku apa? nanti authornya malah nyerah dan ngga mau nulis lagi.


Author lihat banyak banget bukti konkretnya..


Dan untuk para writers yang mengalami hal sama kek author, tetep semangat ya! jangan nyerah.


Oke, itu aja makasih udah mau baca curhatannya author, author curhat biar hati author tenang lalu bisa up kayak biasanya.


So maaf bila author memiliki salah pada kalian semua 🙏, kalau mood author membaik bisa dipastikan bahwa author akan up lagi dengan eps yang lebih panjang setelah ini.


*Thank u~

__ADS_1


-Nadira*


__ADS_2