My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.49. teori sang daddy


__ADS_3

"apa kau tidak mau punya anak menantu ?" Sambung mommy pada Freya yang terlihat meringis.


Mommy pun tersenyum , menantunya mirip dengan sahabatnya dulu.. lucu sekali!.


"B-bukan begitu mom.. tapi.." bela Freya sedikit mengerutkan keningnya mencoba mencari alasan .


"Udahlah ! Mom faham , back to topik jadi bagaimana kampus itu Mau di robohkan atau gimana ? Terus orang orang yang membuat puteriku seperti ini harus dihukum bagaimana ?" Tanya mommy dengan nada dingin.


Hal ini membuat Freya lebih meringis lagi , bagaimana bisa keluarga purnama bagai es begini ? Beh hanya kinen doang yang hangat! Yang lain mah kalian tahu sendiri !.


"Bukankah akan sangat mudah jika kampus itu langsung dirobohkan ? Orang yang mendirikannya juga ikut andil dalam pembull**n kinen" jawab revan dingin juga.


"Benar juga.. lalu orang orang utama juga orang lain yang terlibat bagaimana ? kita beri si*saan m*ntal dahulu ? " Tanya sang mommy pada puteranya.


Sepertinya mommy lupa jika ada seseorang yang tak mengerti tentang ini semua.


Freya bahkan tak tahu siapa Revan dan keluarga purnama yang sebenarnya ? Akankah akan ada giliran untuk itu ?.


"Nyonya besar , tuan maaf menyela tapi saya peringatkan ada sesuatu yang tak harus diketahui oleh seseorang" sela pandu , ia hanya takut nyonya mudanya memutuskan untuk menjauh dari sang tuan karena mengetahui kebenaran.


Freya , nyonya mudanya ini trauma dengan kematian bagaimana tidak ? Saat ortu Freya meninggal Freya ada disana !.


Jika hal hal yang menyangkut bunuh membunuh seperti ini pandu , Revan dan mommy memang sudah terbiasa tapi Freya ? Tidak bukan !.


Ketika mendengar selaan dari pandu mommy dan Revan kompak menatap pada Freya , mereka baru sadar Freya masih ada disini.


"Menantu lebih baik kau istirahat dulu ya ! Sekalian siapkan untuk nanti malam agar aku cepat cepat menimang cucu !" Ujar mommy berusaha sesantai mungkin.


"Eh , i-iya mom sa- eh maksudku aku permisi dulu" sahut Freya lalu keluar dari sana , Freya memang sudah lelah saat ini ia ingin tidur sekarang!.


Sudah beberapa hari ia tak bisa tidur dengan baik karena memikirkan kinen sepertinya sekarang ia sudah agak lega karena penyebab kejadian yang menimpa adik iparnya sudah ditemukan.


"Memang apa yang tidak harus ku ketahui ?" Gumam Freya.

__ADS_1


Oke ! Sepertinya Freya harus menjadi detektif kali ini , kenapa keluarga purnama ini seperti memiliki segudang rahasia?.


"Nyonya anda mau kemana ?" Tanya Lusi dari belakang Freya , Lusi tadi menunggu di lantai bawah ia tak mungkin masuk bersama para majikannya kan?.


Freya pun menoleh dan menjawab "aku mau ke kamar lus , aku mengantuk".


________________________


"So ? Siapa dia ?" Tanya fern pada asistennya.


"Maaf tuan , data data nona itu ditutupi sepertinya identitas nona itu sangat penting" jawab asisten fern.


"Hmm.. mungkin aku akan menanyakannya sendiri" sahut fern.


Yah.. ia curiga pada Freya! Mengingat garis wajah Freya yang sama dengan fern membuat fern curiga jika Freya itu adiknya!.


Tapi.. ia tak boleh berfikir gegabah begini! Ia berniat untuk meretas data Freya tapi seperti yang kalian tahu data Freya di tutupi dan dilindungi ! Sepertinya Freya ini orang penting.


' apa dia adikku ? Tapi itu tidak mungkin , pakaiannya kemarin terlihat sedikit mewah sedangkan informasi yang terakhir ku dapat adikku itu dikasih ke..' batin fern.


Freya adiknya , Freya isteri musuhnya dan Freya yang ia temui di restaurant seminggu lalu , sepertinya nama Freya ini memang merepotkan!.


"Keluar" ujar fern pada asistennya.


Asisten itu pun menurut , ia tak mau jadi pelampiasan bosnya.


"Aku akan mengubah nama adikku nanti" ucap fern dingin.


Bukankah nama Freya ini terlalu pasaran? Ada 3 orang bernama Freya di sekitarnya atau.. itu orang yang sama ?.


Seketika fern membeku.


"Ahahaha tidak mungkin kan adikku adalah isteri dari Revan bajing@n itu ?" Tanya fern pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ah ya... Itu tidak mungkin !" Simpul fern dingin meski fern berucap demikian tetapi otaknya terus memutar memikirkan pemikirannya tadi.


"Apa yang tidak mungkin son ?" Tanya seorang pria di belakang fern.


Seketika fern langsung mengambil pisau di dekatnya lalu ia todongkan pada orang di belakangnya.


"Hey son! Turunkan pisaumu!" Ujar pria itu.


"Ah dad ! Kau mengagetkanku!" Sahut fern lalu melempar pisau itu dan..


TAP!


Pisau itu menancap di meja kerjanya.


"Kau saja yang kagetan! Jawab pertanyaan Daddy tadi son , apa yang tidak mungkin ?" Tanya Daddy mengulang pertanyaan nya tadi.


"Ah tidak dad" jawab fern pada daddynya.


Ia yakin! Pemikiran dirinya tadi salah , jadi lupakan saja hal seperti itu tak mungkin terjadi iya kan ?.


Daddy pun menghela nafas kasar "yah terserah mu son , tapi ingat tak ada yang tidak mungkin di dunia ini" timpal daddynya memberi teori pada fern.


Fern pun hanya mengangguk menanggapi ucapan daddynya "aku tahu dad , tapi untuk hal yang ini aku harap teori itu tidak berfungsi" sahut fern pada sang Daddy.


ia benar benar berharap begitu.


"Yah terserah mu saja son" ujar Daddy sambil mengangkat bahunya , ia menyerah pada puteranya.


fern puteranya ini memiliki sifat yang keras kepala jadi.. lebih baik biarkan waktu yang menunjukkan pada fern apakah teori itu berlaku atau tidak!.


apapun itu Daddy berharap jika puteranya ini akan bahagia dengan langkah yang ia ambil saat ini atau nanti.


"kenapa dad kemari ? apa ada sesuatu yang penting dad ?" tanya fern.

__ADS_1


________________________


__ADS_2