My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.105. Adik?


__ADS_3

SRET


DOR


SRET


Suara tembakan, sayatan dan tebasan menggema di halaman mansion.


Mansion yang biasanya dipenuhi oleh canda tawa keluarganya kini telah hadir menjadi danau merah.


Nyatanya bukan hanya pemimpin dan asistennya yang berduel, namun semua orang yang berada disana ikut serta.


“Wah, aku tak menyangka orang selemah ini bisa mendapatkan adikku dengan mudah!” fern kembali membuka kartu.


Hal itu membuat Revan yang ingin menebas menjadi berhenti, “Adik?.”


Fern menyeka darah di dadanya dengan santai, ia dan Revan sama-sama terkena peluru.


Kemudian fern tersenyum sinis pada Revan, “Kau fikir apa? Dia adikku! Dan kau berani menyakitinya.”


Fern mengepalkan tangannya kuat, bukan hanya Revan yang terkejut, pandu dan seluruh mafioso yang dibawa Revan juga ikut terkejut.


SRET


Hal itu membuat delard langsung menyerang dadakan ke arah pandu.


“Hey! Aku belum siap kau curang” keluh pandu berusaha menghindar walau kulitnya juga tetap terkena sedikit.


“Semuanya adil dalam pertarungan” balas delard dingin.


“Sebegitu mudahnya kau mencampakkan adik dan calon ponakan ku... kau fikir aku sama sekali tak tahu huh?.”


Suara dingin itu terdengar sangat menyeramkan, hal itu membuat pandu bahkan delard langsung menoleh.


Kedua tuan mereka itu mulai bertarung dengan tangan kosong, entah kemana pedang milik fern dan samurai milik Revan tadi.


Delard mulai panik ketika pukulan dalam Revan hampir mengenai titik vital fern.


BUGH

__ADS_1


Fern menggunakan tangan sebagai tamengnya, walau terkena peluru kekuatannya masih cukup kuat dan tak perlu di remehkan.


BUAKH


Tendangan keras fern melayang ke dada atas Revan, tangan Revan langsung memegang kaki itu.


“Tuan!” teriak pandu dan delard bersamaan lantaran mereka terlalu panik.


Karena bisingnya suara di tanah merah itu Revan maupun fern tak mendengar teriakan kedua asistennya, namun akhirnya keduanya langsung meraih pedang dan samurai yang berada di dekat mereka.


saat itu juga pandu dan delard langsung bertatapan.


“Gara-gara kau ini semua terjadi” geram delard lalu kembali mengayunkan pedangnya.


Dan.. pandu menangkis serangan itu dengan samurai yang ia pegang.


“Apa maksudmu huh?” tanya pandu, pria itu makin cepat melakukan serangan pada delard.


SRING


SRET


“Jika kau bisa melindungi nona muda, tuan pasti tak akan semarah ini, dan tak perlu ada pertumpahan darah sekarang” jawab delard datar.


Di seberang lain..


Revan maupun fern sama-sama bersaing dengan sengit, fern mengayunkan pedangnya dengan membabi buta.


Sementara Revan tetap menangkis semuanya dengan cepat, terkadang Revan yang harus mundur beberapa langkah dan terkadang fern yang harus mundur.


Revan mengayunkan samurainya, tujuannya kali ini adalah leher jenjang fern.


Fern berhasil menjauhkan lehernya dan menghambat samurai milik Revan.


Posisi kinen dan mommy...


Kinen dan mommy sekarang sudah berhasil mengendap-endap ke dalam mansion.


“Kak Freya!” mommy dan kinen sama-sama tak mendengar pengungkapan fern tentang jati dirinya.

__ADS_1


“Menantu! Kamu dimana? Ini kami” ucap mommy sedikit keras.


“Kenapa tak ada orang sama sekali?” heran kinen menatap mommynya yang sama bingungnya dengan dirinya.


Pasalnya jangankan freya, tuan dan nyonya besar keluarga Arron saja tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali.


“Kau yakin bahwa nyonya dan tuan Arron berada disini kin?” tanya mommy, mata elangnya mengawasi setiap sudut mansion Arron.


“Iya mom, aku tak salah.”


***


“Mana delard dan Abang? Apa mereka akan menyusul nanti?” tanya Freya, wanita muda ini baru saja sampai di negara C dan beristirahat.


“Saya yakin bahwa tuan muda dan tuan delard akan menyusul namun saya tak tahu kapan tepatnya” jawab seorang lelaki yang bertugas untuk mengawal Freya.


“Ah ya sudahlah, kamu bawahannya abang?” tanya Freya, sepertinya ia sudah mulai lelah untuk bertanya tentang abangnya.


“Benar nona” jawab lelaki itu.


“Siapa namamu?” tanya Freya penasaran, matanya menatap penuh kepo ke lelaki itu.


“Ah, saya kenandra gelora Poetra, panggil saja Andra nona” ujar andra, memperkenalkan diri.


“Wahh, Andra.. nama yang bagus tapi aku tidak pernah melihatmu di mansion” balas Freya mengernyitkan keningnya.


“O-oh itu saya baru saja lulus seleksi untuk menjadi pengawal nona” sahut Andra yang terpaksa berbohong.


Tak mungkin kan ia mengatakan bahwa ia adalah mafioso kepercayaan delard dan fern?.


“Tapi Abang langsung meninggalkanku dan dirimu sendirian, jika kau itu pengawal baru maka kau akan dibantu senior-senior lain, kau tidak berbohong kan?” kecurigaan Freya makin tumbuh layaknya tanaman.


DEG


Nafas Andra tercekat ketika Freya mengungkapkan kecurigaannya secara gamblang.


“K-kata siapa nona? Saya lulus seleksi dari tuan fern sendiri jadi saya langsung dibiarkan sendirian, dan tentang senior.. saya juga tetap di temani oleh para senior” lagi-lagi Andra hanya bisa berbohong.


Kenyataannya ketika Andra sekali berbohong maka ia akan menciptakan kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongan pertamanya.

__ADS_1


Memang begitu kan?.


_______________________________


__ADS_2