
Pandu sendiri tengah menyetir mobil miliknya, mobil inilah yang ia gunakan untuk mengantar Freya tadi sebab saat itu Revan menggunakan mobil milik nya untuk pergi entah kemana.
Mobil yang tengah dipakai pandu ini, dibeli pandu dengan hasil gajinya.
Gaji yang ia dapat sangat besar karena pekerjaannya itu berbahaya apalagi dengan berkecimpung di dunia bawah.
“Nak, dengarkan dulu!”.
Suara itu terdengar samar dari belakang mobilnya.
Mobil itu telah melaju, dengan kata lain orang tua itu berlari mengikuti mobilnya.
Benar, beberapa saat yang lalu pandu bertemu dengan seseorang pria menyebalkan.
Pandu mengambil earphonenya untuk menutupi suara teriakan orang di belakang sana.
Pandu masih belum bisa menerima semuanya terlebih luka yang di tinggalkan orang itu masih terbuka lebar setelah sekian lama waktu berlalu.
‘ Apa kabarmu di atas ibu?’ batin pandu yang lagi-lagi teringat hal yang sama.
S*al!.
***
DRRT DRRT
Ponsel milik mommy bergetar pelan, memang mommy kali ini menyetel mode getar tanpa suara di hanpon miliknya.
Jadi hanya akan keluar suara getaran.
Mommy segera mengangkat telefon itu, di sampingnya kinen masih kelihatan panik.
“Halo”
“Mom, apa Freya disana?”
DEG
Nafas mommy tercekat, kinen yang melihat perubahan mimik wajah mommy merasa bahwa hatinya tiba tiba menjadi begitu dingin.
Kenapa perasaannya tak enak begini?.
“Apa maksudmu Rev?! Bukankah dia bersamamu? Apa yang kau lakukan?”.
“Dia tidak ada disana?”.
“Tidak b*doh!”.
__ADS_1
“Hm”.
TUT TUT TUT
Panggilan di akhiri sepihak oleh Revan, hal itu membuat mommy semakin geram dengan tingkah anaknya itu.
“Mom, ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi pada kak Freya?” tanya kinen dari samping mommy.
Hal itu membuat mommy menoleh ke arah kinen, ia memperlihatkan wajah yang sendu.
“Revan tadi bertanya apa Freya berada disini.. namun kamu tahu sendiri kan kalau Freya tadi pergi bersamanya” jawab mommy gantung.
“Itu berarti Freya telah menghilang” sambung mommy.
Kesimpulan yang tepat, Revan bertanya pada sang mommy karena Freya tiba-tiba menghilang dari mansion.
Bagaimana bisa Freya keluar dari penjagaan ketat di mansion?.
“Apa?! Apa Abang tidak bisa menjaga kakak? Kakak sedang mengandung mom! Kemana kakak akan pergi?” Tanya kinen, suara kinen sangat nyaring hingga membuat telinga mommy berdengung.
“Atau jangan-jangan.. kakak tidak diculik (lagi) oleh si reret itu kan?” tanya kinen memikirkan kemungkinan yang terjadi.
Mommy membelalakkan matanya, apa benar? Apa Freya diculik (lagi)? Apa keberuntungan sedang tak berpihak pada Freya?.
Sedangkan itu..
Dengan kata lain Freya baik-baik saja, pemikiran kinen meleset jauh!.
Freya juga masih bingung kenapa mendadak Revan membencinya? Ia tak salah apa-apa, mungkin.
Saat Freya tengah berjalan sambil berfikir tiba-tiba...
TIN TIN TIN
Terdengar suara klakson mobil di belakangnya, Freya reflek menoleh dengan panik, apa Revan menemukannya?.
Namun Freya kemudian menghela nafasnya lega ketika melihat orang yang mengemudikan mobil itu.
Mobil itu lalu melaju, lalu mobil itu berhenti ketika sudah sampai tepat di samping Freya.
Orang yang menyetirnya membuka sedikit jendela mobil.
“Kenapa kau bertingkah layaknya gelandangan sayang? Masuk biar Abang mengenalkan mu pada orang tua tiri abang” ujar orang itu, fern.
“Siapa yang Abang panggil gelandangan huh?” balas Freya kesal.
“Yah, kamu berjalan di jalanan begini, apa namanya kalau bukan gelandangan? Sudah kalau mau berdebat masuk dulu agar kamu tidak kepanasan” sahut fern lalu turun.
__ADS_1
Ia memegang tangan Freya lalu membukakan pintu mobil.
Freya duduk di samping kursi kemudi.
BRAK
Pintu mobil di tutup oleh fern kemudian pria itu segera menempati kursi kemudi.
“Bagaimana Abang bisa menemukanku?” tanya Freya, ia memutuskan untuk melupakan perdebatannya dengan fern tadi.
“Abang hanya menerima laporan dari asisten Abang, katanya ada seorang wanita tengah berjalan sendirian di jalan xxx layaknya gelandangan” jawab fern.
Freya mendengus mendengar kata ‘gelandangan’.
“Eh, Abang juga punya asisten?” tanya Freya mendadak.
“Tentu saja, Abang mempunyai asisten.. memangnya kenapa sayang?” tanya balik fern namun pria itu tetap melihat jalanan, sebab ia tak ingin kecelakaan.
“Ya tidak apa-apa sih, aku hanya kepikiran bagaimana bisa orang itu bertahan dengan sikap menyebalkan Abang?” jawab freya cepat.
Freya kesal dengan abangnya karena Freya pun masih dendam dengan kata ‘gelandangan’ yang di ucapkan fern tadi.
Fern pun menghela nafasnya lelah, andai saja Freya tahu sikapnya yang sebenarnya.
Akan tetapi.. fern tak mau adiknya itu takut padanya.
“Kamu mengantuk?” tanya fern ketika matanya tak sengaja mengarah ke Freya sekilas, adiknya itu menguap.
“Kalau kamu mengantuk tidur saja lagipula perjalanannya masih panjang” sambung fern lembut.
Freya mengangguk lalu tertidur secara perlahan.
______________________________
Hahaha.. hayoloh Revan, kau kalah cepat dengan fern dan delard!.
Kasihan, kira-kira fern tahu yang terjadi pada adiknya tidak ya? Lalu keputusan apa yang diambil fern dan freya?.
Memang fern akan membiarkan adiknya pergi kalah ia tahu apa yang sebenarnya terjadi?.
Wow, biarkan saja agar mommy membantai Revan sekarang karena pria itu tak becus menjaga freya!.
Ah ya, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u~
-Nadira
__ADS_1