My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.140. Calby, 5L and kecerdikan Freya #2


__ADS_3

Fern dan Revan hanya memutar matanya malas melihat ekspresi wajah Freya yang begitu bangga, bahkan bumil itu pandai berakting sendu dengan baik.


Haruskah Revan beri penghargaan saja atas kerja keras isterinya ini? Eits ke isterinya atau calon baby-nya?.


“Kau terlalu membanggakan dirimu sayang” ujar fern menghela nafasnya malas, ia rasa Revan tidak kepedean seperti ini dah.


Repot mah kalau gini, udah arrogant, terkadang datar, terlalu narsis pula! Duh paket lengkap Sono sekalian nambah ‘Cassanova’ biar ambruk tuh si Revan.


“Apa sih bang? Jealous banget ama Frey!” fern hanya menarik senyum terpaksanya ketika mendengar balasan adiknya yang sangat memuakkan, namun tiba-tiba mata fern dan Revan sama-sama membulat.


“TUNGGU! DARIMANA KAMU BELAJAR BELADIRI?! SIAPA YANG MENGAJARIMU?!” suara teriakan fern dan Revan bercampur menjadi satu.


Freya pun menutup telinganya erat dan menutup matanya rapat, rasanya gendang telinganya mau pecah saat mendengar teriakan Abang dan suaminya ini.


“Slow bang! Ini Revan juga kok ikut-ikutan ngegas kalau mau ngegas noh banyak motor ngga usah ngotot kek gini” balas Freya yang mana malah mendapatkan tatapan tajam dari kedua pria itu.


“Ayo pulang! Kau punya banyak hal untuk diceritakan pada kami, papa Hunter bahkan mama grea kan?” tanya fern dengan senyuman miringnya. Senyuman yang mirip dengan senyuman Freya tadi.


‘Tuh kan! Kalau aku ngga ikut campur nanti nyawa calby (calon baby) ku ini terancam! Kalau aku ikutan giliran kebebasanku yang terancam’ meskipun batinan Freya menggerutu namun Freya masih memiliki perasaan keibuan berkat masa kenangannya bersama adinda dahulu.


Sekarang, di masa depan dan seterusnya Freya rela kebebasannya direnggut, daripada bayinya yang direbut secara paksa darinya.


“Huh, iya-iya! Frey jelasin di mansion Arron. Udah jangan teriak-teriak budek nanti telinganya frey. Kan nantinya sayang kalo beneran budek? Masa orcan (orang cantik) kek Frey budek?” sahut Freya menghela nafasnya kesal.


Tidak mau mendengar gerutuan Freya yang terlewat narsis, Revan dan fern langsung menyeret bumil itu pergi menuju mobil mereka, sengaja Revan dan fern menggunakan satu mobil.


Sejujurnya Revan dan fern juga agak menggerutu ketika sifat bumil ini berubah setiap bulan.


“Loh terus mobil aku gimana?!” Freya berteriak frustasi, ia tidak mau boros begini.


“Biar dibawa delard dan pandu!” sahut Revan dingin, delard dan pandu..?


Fern mengangguk lalu melempar sebuah kartu yang ia tulis sesuatu ke tanah.


Di sisi lain..


“Tuan saya sudah mera—” pandu yang awalnya ingin melapor bahwa ia sudah meratakan para bawahan graham yang ia alihkan perhatiannya pun terbengong seketika.


“Tuan mana?” gumam pandu, matanya memindai area sekitar namun ia tak melihat si tuan maupun tuan muda arron.


Delard yang baru datang setelah menyelesaikan perintah tuannya pun juga menoleh kesana-kemari, “Mana tuan fern dan tuan Revan tadi?.”

__ADS_1


“Mana aku tahu? Aku juga mengalihkan perhatian anak buah si b*jingan itu, apa mereka meninggalkan kita?” tanya pandu menatap ke delard.


‘S*alan sekali! Padahal aku tadi ingin bermain lagi dengan Anisa, ehh tuan malah kek gini’ semua gerutuan, bantahan dan suara nurani seorang pandu hanya pernah muncul di batin tidak pernah di kenyataan.


Bagaimana tidak? Yang ia bicarakan ini si Revan! Pewaris keluarga purnama, king of the mafia selama bertahun-tahun berturut-turut.


Siapa yang mau berurusan dengan dia? Hanya orgil yang mau!.


“Masa iya? Bukankah biasanya pertarungan mereka akan sangat lama? Kan mereka biasanya menyiksa dulu?” delard membalas dengan kerutan di dahinya.


Namun..


BRUM BRUM BRUM


Pandu dan delard saling pandang ketika telinga tajam mereka mendengar suara deru mesin, pandu dan delard pun meneliti permukaan tanah dan menemukan sebuah kartu.


“TUAN!!” dua asisten itu berteriak dengan nelangsanya setelah mereka berhasil membaca pesan dari tuan muda arron tersebut.


‘S*alan!’ batin pandu mengumpat untuk kesekian kalinya, ketika ia sampai disini dan bertemu tuannya lagi perasaannya sudah tak enak!.


Ini akan menjadi pelajaran agar pandu menuruti hati nuraninya.


“Lalu ini bagaimana?” pandu bertanya sambil menoleh ke arah delard yang sama ditinggal seperti dirinya.


Takdir ya takdir, nasib ya nasib tapi kenapa tuan selalu berkuasa?! Terkadang mah delard jengkel namun ia masih ingat bahwa tuannya itu orang yang menolongnya belasan tahun yang lalu.


Karena itu juga delard bersedia mengikuti fern walau fern acapkali membuatnya mengenes hati.


Tiba-tiba Andra pun datang, ia juga baru membereskan pasukan C. “Loh mana tuan?.”


Delard dan pandu melirik sengit pada Andra, “Noh terbang!.”


***


“What?! Frey benarkah itu?” mama grea menyerbu Freya dengan pertanyaan setelah ia dan suaminya alias papa Hunter mendengar cerita dari anak sulungnya itu.


“Huft, iya ma.. Freya pergi kesana dan semua ceritanya Abang benar ngga ada yang di lebih-lebihkan” Freya mau tak mau mengaku.


Ia tak ingin anaknya kelak menjadi orang yang pandai berbohong, maka dari itu saat si kecil ini sudah mengontrak Freya tidak pernah berbohong, ya.. kalau tentang kasus beladiri dan Rina.. itu salah Revan dan fern yang tidak bertanya padanya kan?.


Dasar bumil yang pandai mengelak!, Freya lalu menceritakan semuanya dari awal namun sepertinya yang menjadi pendengar tak terlalu fokus pada penerangannya.

__ADS_1


“Astaga sayang! Siapa yang mengajarimu seperti itu?” mama grea bertanya sambil menyangga tubuhnya di sofa, wanita paruh baya itu memundurkan langkahnya kebelakang.


“Maaf ma, Frey ngelakuin ini karena Frey takut Rina akan mengancam nyawa calbynya Frey, Frey ngga mau kehilangan calby!” jawab Freya menunduk, kedua tangan Freya saling bertautan, lihatlah si psiko yang berlagak polos.


“Wait, calby? Siapa itu calby?” kini bukan hanya mama grea yang bertanya namun papa Hunter, fern dan Revan juga bertanya dengan serempak ke Freya.


“Ih masa gitu doang ngga tau? Calby itu calon baby!” balas Freya mengerucutkan bibirnya kesal lantaran mama dan papanya yang biasanya selalu mengerti akan dirinya kini menjadi tidak tahu tentang pemikirannya.


“Astaga” papa Hunter menepuk jidatnya lelah, sungguh! Ia bagai lebih tua 30 tahun menghadapi puterinya ini.


“Tau deh, Frey mah 5L aja!” suami freya dan keluarga Arron pun kembali pusing dengan singkatan unfaedah yang terkesan sembrono dari Freya.


“Apa lagi itu?” fern bertanya sambil memijat kepalanya yang pusing.


“Hiih, gemes Frey mah. Gini Frey terangin deh 5L itu letih, lelah, lesu, letoy Ama loyo” Freya menjawab dengan bahasa biasa dicampur bahasa gaul yang mana malah membuat para lelaki hanya geleng-geleng kepala.


“Astaga! Mama mah cuman bisa ngelus dada ngadepin kamu darling” balas mama grea yang tidak habis fikir dengan pemikiran Freya yang sangat wah ini.


‘Yang penting aku ngga dimarahin kan?’ batinan Freya diam-diam bersuara, bumil itu terlalu cerdik.


Dasar dah!.


“Kok mama makin pusing ya sama singkatan kamu?” tanya mama grea agak gemas ingin mengunyet-unyet Freya namun tak jadi sebab Freya ini anak kesayangannya.


“Ya jangan dibuat pusing dong ma” jawab Freya dengan santuy bin enteng.


“Ringan banget kamu kalau ngomong!.”


_________________________________


Aduh-aduh freyaa cerdik kali ya kamu, terkadang author mah gemes mau unyet-unyet kamu.


Baru damai ehh freyanya buat ulah, auto pusiny se-mansion tuh! Untung Andra, delard dan pandu belum Dateng ya?.


Hahaha sepertinya para asisten itu harus bersyukur ya?.


Wkwkwk, kira-kira non kinennya ngamok ngga ya kalau tau si Abang mau menghabiskan Rina untuk dirinya sendiri? Ngga bagi-bagi penyiksaannya ke kinen?.


Waduhh, fix sih makin pusing nanti Daddy Revan, Daddy Revan pusing kita semua yang happy 🤭.


Hahaha, seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.

__ADS_1


Thank u~


-Nadira


__ADS_2