My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.24. pencarian


__ADS_3

' pasti sudah ada yang masuk kemari sebelum aku memasukinya ' batin pandu.


'pertanyaannya siapa ? nyonya freya tadi tidur dengan pintu terbuka di sofa lagi , padahal nyonya biasanya tidak begitu..' batin pandu.


' apakah....' batin pandu curiga.


"Tapi jika benar nyonya, ia akan kena masalah bukan? lebih baik ku cek di rekaman cctv di ruang samping" ujar pandu.


Cctv di rumah keluarga purnama sangat banyak 1 ruangan tidak cukup untuk digunakan melihat cctv itu, pandu pun berjalan menuju ruangan samping.


Saat ia masuk pintunya terkunci.


' itu berarti siapapun itu, dia belum memasuki ruangan ini ' batin pandu.


Pandu pun memasuki ruangan itu dan melihat cctv nya ternyata benar dugaan pandu freya yang memasuki ruangan tuannya revan.


' apa yang harus ku lakukan ?' batin pandu. Setelah itu tiba tiba tuannya itu masuk ke ruangan itu tanpa permisi.


"Sudah?" tanya revan singkat, tatapan mata dingin ia arahkan pada pandu.


"T—tuan kenapa anda disini?" tanya balik pandu yang terlihat gugup.


"Kau lama sekali jadi aku menyusul mu, sudah ketemu?" tanya revan tetap menatap tajam pandu.

__ADS_1


"I—itu tuan pelakunya nyonya" jawab pandu yang akhirnya mengaku.


' nyonya maafkan saya namun ini adalah bagian pekerjaan saya ' batin pandu, bagaimanapun ia anak buah Revan bukan Freya.


"Gadis itu sudah berani rupanya" ucap revan dengan datar, yang mana malah membuat kesan seram semakin terasa.


"Tenanglah aku tidak akan menyakitinya" ucap revan yang melihat kekhawatiran di raut muka pandu, namun yah pandu tak percaya pada ucapan si tuan.


"Aku akan menemui gadis itu, aku jadi penasaran makin lama ia makin menarik" ucap revan tersenyum tipis.


"Silahkan tuan" ucap pandu, namun batinnya berlainan ‘ Kenapa baru sekarang tuan? seharusnya dari dulu!.’


Revan pun menatap pandu dan memutar balik badannya menuju kamar freya, saat revan memasuki kamar freya ia melihat freya tertidur di sofa.


"Gadis ini... mengapa dia tidur disini?" tanya Revan pada dirinya sendiri. Revan pun menggendong freya dan menaruh freya di tempat tidur.


Setelah itu ia mengelus-elus kepala freya yang serasa makin menarik dari hari ke hari.


"Istri yang tidak pernah di sentuh suaminya itu adalah dirimu dan sepertinya sekarang ku menyentuhmu untuk pertama kalinya" ucap revan dengan ekspresi datar.


"Mengapa ku tidak menghukummu? karena ku rasa adinda ada di pihakmu, aku tidak ingin adinda kecewa" ujar revan lalu melangkah keluar dari kamar freya, adinda yang sejak awal mengawasi pun menghela nafas panjang karena perkataan daddynya.


Setelah itu revan menutup pintu kamar freya lagi, hari ini revan memang sengaja keluar, ia ingat sekali hari ini adalah hari dimana adinda menghilang dari dunia ini.

__ADS_1


Revan menuju taman yang dulu dibuatnya untuk mengenang adinda yang sangat menyukai bunga, revan pernah melihat arwah adinda di taman ini itu sebabnya dia bilang kalau putrinya ada disini dan taman itu khusus untuk adinda.


Dan yaa tentu semua orang percaya dan menuruti semua perintah revan sebab perintah Revan itu bernilai harus.


"Dinda.. kenapa kau meninggalkan dad?" tanya revan, wajahnya masih terlihat datar sangat kontras dengan ucapannya yang begitu menyayat hati.


"Dad.. dinda tidak mau meninggalkan dad tapi ini takdir dad dan dinda ingin hadiah hari ini" ucap arwah adinda yang ada di depan revan, yap adinda memang selalu berada di taman itu.


Terutama saat hari kematiannya sekaligus hari ulang tahunnya, sangat menyedihkan saat ia mengingat bahwa hari dimana ia bertambah usia malah menjadi hari dimana ia tutup usia.


Revan pun mengangkat kepalanya dengan perlahan.


"Dinda.. a—apa yang kau inginkan?" tanya revan mencoba tersenyum padahal pandu mengira bahwa tuannya ini memiliki kelumpuhan wajah. Ya mungkin itu benar namun ini pengecualian bagi orang-orang yang disayang oleh Revan.


"Sayangi mommy freya.. anggap mommy freya istri daddy, dinda tau dad tidak menganggap mommy istri dad kan? perlakukan mommy seperti istri yang lain cobalah menerima kematian dinda" ucap adinda mengutarakan permintaannya.


"Dinda, bagaimana bisa..? dad tidak bisa."


Lagi dan lagi, Revan masih menolak ucapan adinda dengan tegas.


"Dad... kalau begitu setidaknya tolong hargailah mommy freya cobalah mendekat ke mom" balas dinda dengan tatapan mata yang penuh dengan harapan.


"Adinda mohon sekali pada Daddy" imbuh adinda.

__ADS_1


"Huh, baik dad akan mencobanya. Tapi ingat ini masih mencoba" ucap revan yang akhirnya menuruti keinginan Puteri beda dunianya.


lalu adinda tersenyum dan....


__ADS_2