
DOR!
DOR!
DOR!
Suara tembakan terdengar sangat nyaring ada di luar markas leo, leo terlihat menatap penuh amarah pada Lusi , bawahannya itu sudah tidak mengikuti instruksi malah..
"Kau ketahuan?" Tanya Leo dengan nada yang mulai tidak bersahabat.
"T-tidak tuan! Saya rasa saya sama sekali tidak ketahuan ketika membawa target" jawab Lusi gugup, ia yakin ia tidak meninggalkan jejak.
"Rasa? Berarti itu cuma perasaanmu saja? Br*ngsek! Mereka mengetahui segalanya b*doh!" Balas leo setajam silet.
"Maaf tuan.. tapi saya-" penjelasan Lusi harus terpotong karena sapaan akrab dari belakang sana.
"Halo penghianat! Dan halo uncle leo salam kenal saya ponakan anda, gehara kinen Oliver berzeliuz!" Ucap kinen seraya menundukkan kepalanya dan menarik sedikit ujung gaunnya anggun.
Namun Leo malah tersenyum smirk.
"Harusnya aku tidak meremehkan kemampuan orang yang memiliki darah biru" ucap Leo santai lalu berjalan ke arah sang ponakan yang terlihat sangat membencinya.
"Benar uncle, dan seharusnya uncle tidak berbuat masalah dengan ku atau bahkan dengan mom dan daddy ku" balas kinen menatap tajam ke arah leo, sang uncle yang berani memb*nuh kedua orang tuanya.
Dan kini uncle nya ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di masa lalu maupun di masa kini.
Kinen mengalihkan tatapannya ke arah Freya, kakak iparnya itu terlewat pucat.
Seketika pandangan yang awalnya tajam menjadi lebih tajam lagi pandangan penuh amarah ia arahkan ke Lusi penghianat yang kini ketahuan.
"Kau apakan kakak ku?" Tanya kinen dingin.
"Hahaha, maaf ponakan kakak ku itu sudah menyusul mommy dan Daddy mu ke n*raka!" Bukan Lusi yang menjawab melainkan Leo.
"Br*ngsek! Tidak puas sudah menghancurkan keluarga kami dulu? Apa kau harus selalu menghancurkan keluargaku?!" Bentak mommy lestari tiba tiba muncul dengan pistol di tangannya.
Kehidupan dunia bawah yang sudah lama ia tinggalkan harus ia masuki lagi hanya demi membasmi musuh yang merusak keluarga bahagianya dulu.
__ADS_1
"Oh.. ternyata sayangku lestari masih hidup? Baguslah! Aku bisa merasakan tubuhmu dulu sebelum mengirim mu" sahut leo yang membuat mata mommy maupun kinen melotot.
"Jangan kau fikir aku akan membiarkanmu melakukan itu pada mommy?" Balas kinen.
"Hah, sudahlah jangan terlalu banyak bicara let's play the game!" Ucapan pembukaan telah di ucapkan oleh leo.
Leo, mommy dan kinen pun menyingkir ke luar gedung bergabung dengan anak buahnya yang juga saling bertempur satu sama lain.
Dan kini kita hanya perlu menunggu akhir yang akan diciptakan kinen, Revan dan mommy untuk memb*nuh leo atau.. sebaliknya.
Hanya saja.. Freya dan Lusi kemana ya?
________________________
"Tuan! Nona dan nyonya sudah memulainya, apa kita tidak akan membantu? Apa kita hanya akan melihat disini?" Tanya pandu kelabakan.
Revan yang ditanya hanya diam membisu, percayalah gengsi dari bos mafia yang satu ini lebih kuat daripada rasa khawatirnya.
Dan ini cukup merepotkan bagi seorang pandu.
' dasar tuan! Sudah jauh jauh kesini sampai melewati pelabuhan, naik kapal sampai mobil Lamborghini tuan disita, masih gengsi juga?' batin pandu kesal.
Nanti pasti ia jadi tempat pelampiasan contohnya tuannya akan mengumpat seperti ini " kamu itu gimana? B*ngsat! Apa kamu tidak bisa melindunginya?! Apa kerjamu?! A*Jing! J*ngkrik" .
Ujung ujungnya pasti tuannya akan mengabsen nama binatang.
Mulai dari yang paling besar ke yang paling kecil, sangat wuah kan? Yang diam Revan yang kena batunya pandu?.
Ya begini! Nasib dari seorang bawahan dari bos mafia seperti pandu!.
"Tuan? Apa lagi yang Anda tunggu? Anda tidak mau kan kalau nyonya muda terluka?" Tanya pandu emosi.
"Siapa bilang? Aku tidak mengkhawatirkannya!" Jawab Revan mengelak.
"Lalu kenapa anda sampai kesini tuan? Mobil kesayangan anda bahkan anda biarkan kena tilang?" Tanya pandu tabah.
"Aku hanya mengkhawatirkan mommy dan kinen!" Jawab Revan datar.
__ADS_1
"Apa yang perlu di khawatirkan? Nona bisa bela diri begitu pula nyonya besar yang malah princess mafia!" Balas pandu nyolot.
"Tuan! Anda tidak bisa mengelak! Anda sudah jatuh hati kepada nyonya muda! Anda dulunya hanya penasaran, tapi sekarang rasa obsesi dan penasaran anda itu berubah menjadi cinta!"
Pandu berkata begitu dengan begitu emosi.
Memang tuannya tidak pernah bertemu nyonya muda dengan jarak waktu lama namun perubahan tiba tiba dan bagaimana nyonyanya itu bisa meluluhkan kinen dan nyonya besar membuat rasa penasaran dan obsesi pada sang tuan yang akhirnya membuat tempat tersendiri untuk Freya di hati tuannya.
Dan sekarang? Nyawa Freya ada di ujung tanduk!.
Revan terdiam dengan fikirannya sendiri hingga ia menatap lekat pada markas orang yang ada di masa lalunya.
Tentu saja ia sudah tahu siapa dalang di balik ini semua, saat terakhir kali orang itu berbuat masalah di keluarganya ia masih bayi jadi ia tidak bisa berbuat apa apa.
Kali ini? Apalagi.. yang dikatakan pandu itu membuat jantungnya berdetak dengan sangat kencang seolah olah ia baru mengerti segalanya.
"Perintahkan para Mafioso yang lain untuk keluar bantu mommy dan kinen di pimpin dirimu, aku akan menyusup ke dalam" perintah Revan tegas.
Pandu mengangguk mengiyakan lalu melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh sang tuan, biarkan tuannya yang menyelamatkan nyawa nyonya muda.
________________________
Hey! Sepertinya Revan udah mulai faham ya? Pandu memang the best! Karena bisa membuat Revan menyadari sesuatu yang pastinya penting.
Maafkan author yang telat update, mungkin dua Minggu ini author akan sedikit telat up-nya, karena ujian sudah dekat dan author harus mempersiapkan semuanya.
Jadi mohon pengertiannya ya🙏, tapi author usahakan akan tetap up sehari satu bab seperti biasanya.
Namun jika biasanya up saat pagi maka mungkin di hari hari selanjutnya akan up siang, sore maupun malam, atau malah bisa tidak up sama sekali, namun jika memang begitu maka author janji akan up 3 eps yang jumlah katanya lebih dari dua ribu kata setelah ujian author selesai di tanggal 13 Des.
Sekali lagi mohon pengertiannya 🙏.
Dan.. terima kasih untuk semua dukungan kalian!.
Jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan beri kritik maupun saran yang bersifat membangun ya!.
Thank u readers.
__ADS_1
- Nadira