My Mafia Husband

My Mafia Husband
AGSMM: Dua alasan (Aku yakin dia anakku.)


__ADS_3

Ayura menatap tajam fern ketika mendengar ucapan itu, bagaimana bisa pria ini menebak semuanya?.


Eh..


Ayura baru menyadari sesuatu saat ia melihat foto anak-anaknya di dekat mereka, sontak ia langsung mengalihkan pandangannya ke wajah fern, hal itu ia lakukan berkali-kali. Hingga ia sadar bahwa pria di depannya ini memiliki wajah yang mirip seperti dua anaknya.


Reflek ayura menatap tajam fern dengan mata yang berkaca-kaca, benarkah? Apa pria ini adalah pria yang sama pada saat malam naas itu?.


Benarkah?.


“KENAPA KAU MENANYAKAN ITU?! APA BENAR DUGAANKU BAHWA KAU PRIA PADA MALAM ITU HAH?!.”


Fern terjingkat saat dirinya mendapati sebuah pernyataan, jadi... Wanita ini itu tidak memiliki suami?.


“JAWAB AKU!” Sejak tadi ayura berteriak hingga air matanya meluncur dengan bebas, hari-hari dimana ia harus menjalani kehamilan tanpa suami membuatnya serasa sesak dan sakit sekaligus.


Seketika fern membeku, kenapa.. ia kehilangan kata-kata yang sudah dirinya persiapkan untuk wanitanya dulu?.


Ayura lalu mendorong fern, membuat keduanya terhening di tengah-tengah kamar duo A.


Tanpa disadari, air mata ayura yang menetes membuat fern menoleh ke samping, “Dengar.. aku tidak bermaksud untuk..”


CKLEK


“Ma?.”


Ayura reflek menoleh ke belakang menatap duo A yang kini merupakan pusat dunianya.


“Arfi, aura..”


Ayura langsung mengusap air matanya dan mencoba tersenyum, setidaknya anak-anak kesayangannya baik-baik saja.


“Kenapa mama menangis? Eh tunggu.. apa itu papa kami ma?.”


“Ti—.”


“Kita bisa melakukan tes DNA untuk itu” fern memotong ucapan ayura, bukannya ia tak percaya dengan garis wajah duo A yang mirip dengan dirinya namun.. kewaspadaan itu penting bukan? Selain itu kalau memang dugaannya benar maka ayura harus ia ikat sekuat mungkin.


“Mana bisa! Dia itu anakku, anggap kau tidak bertemu dengan mereka. Meskipun wajahmu mirip tapi bukan berarti itu bisa menutupi kemungkinan bahwa kau bukan ayahnya anakku!.”


Sejujur-jujurnya, ayura takut duo A di ambil untuk dijadikan pewaris. Memandang setelan jas bermerek terkenal yang dipakai oleh fern saja membuktikan bahwa dia itu orang kaya. Ah ia juga masih benci dengan fern.


TAK

__ADS_1


Fern menjentikkan jarinya dengan keras membuat delard langsung masuk dan menggamit lengan duo A dengan sedikit keras.


“HEY!.”


“Sudah tahu betapa bahayanya aku? Semua pilihan ada di tanganmu, ingin mereka dibawa paksa tanpa dirimu atau kau memilih untuk bekerja sama?” tanya fern retoris.


Tak ada jalan lain yang terfikir kan oleh fern selain ini.


Pada akhirnya ayura memandang duo A, delard dan fern secara bergantian.


***


Ayura meremas tangannya cemas, duo A sudah diambil darahnya, begitu pula dengan fern.


Alasan lain fern melakukan tes DNA itu agar ayura tak dapat lari dari fern, fern tahu wanitanya ini terlihat sangat membencinya meski fern sendiri tak tahu mengapa ayura membencinya.


“Papa yakin kalian adalah anak papa, tapi.. papa juga harus mengikat mama kalian” ujar fern mengelus kepala duo A dengan sayang.


Arfi dan aura pun memandang ke fern yang menjulang tinggi di atas sana, “Ah nama kalian siapa?.”


Arfi memandang aura, ia pun memilih untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. “Arfi nazika light, arfi.. Arfi lahir sepuluh menit lebih tua pa.”


Fern memandang ke arah Arfi dengan datar, “Kamu yang menutupi jejak adikmu kan son?.”


Arfi hanya tersenyum ketika mendengar ucapan fern yang menohok tepat di ulu hati bocah kecil tersebut.


“Arron.”


Aura dan Arfi menatap heran pada fern, “Apa pa?.”


“Arfi nazika Arron dan aura nafika arron” balas fern mengusap pucuk kepala duo A, rencananya ia mau menghukum duo A namun ternyata duo A sendiri itu..


Ah, ya kita akan mendapatkan hasil akuratnya sebentar lagi.


“Pa, aura mau keluar ke mama” fern menatap aura yang nyatanya lebih meniru sifatnya, manja ke mamanya, sedikit datar, pemarah namun fern berharap bahwa anak gadisnya ini tidak mewarisi sifat psycopath miliknya.


“Baik, ayo kita keluar” fern langsung menggendong Arfi di sebelah kanan dan aura di sebelah kiri.


“Hmm, apa kami tidak berat pa?” Arfi yang penasaran pun memilih untuk bertanya.


“Tidak sama sekali, kalian itu seringan bulu” jawab fern menyunggingkan senyum tipisnya yang sudah lama tak terlihat membuat Arfi dan aura hanya mengangguk mendengar jawaba fern yang sangat singkat.


“Mama!.”

__ADS_1


Di sisi lain...


“Candra..” kinen menggumamkan nama Candra dengan lirih sambil menatap pada kejadian di hadapannya.


Was-was kinen langsung pergi dengan menahan air matanya tanpa menyadari bahwa Candra sendiri sudah mengetahui keberadaan kinen di sekitarnya.


‘Langit yang jadi saksi janjiku, meskipun dia takut padaku.. aku tak akan melepasnya dia itu next queen in vampire world’ batin Candra menatap miring pada jalan dimana kinen berbalik arah.


Vampire, yah vampire world. Sejak awal Candra memang bukan manusia, itu sebabnya pendengarannya tajam.


Sesuatu yang gila namun nyata, inilah yang dinamakan vampire. Ini dimulai dari leluhur Candra yang sangat suka mengkonsumsi darah, bahkan dia menukar bola matanya dengan bola mata merah milik salah satu korbannya.


Menggunakan gigi taring dengan perjanjian. Isi perjanjian itu mudah, mereka hanya perlu mewariskan gen vampire pada keturunan mereka yang berasal dari seorang manusia.


Dan tentunya.. si vampire harus mencintai si manusia begitu pula sebaliknya.


Nyata atau tidak, yang jelas kinen masih tak percaya pada hal beginian.


“Apa yang kamu fikirkan tentang vampire kin?.”


Saat itu, Candra bertanya ketika kinen menonton sebuah film bertema vampire di bioskop pribadinya, “Vampire itu tidak nyata Candra. Kita tidak perlu berfikir tentang dia.”


Disana, raut wajah Candra mendadak berubah, vampire itu nyata. Itulah yang Candra katakan lewat isyarat matanya.


“Kalau mereka nyata.. apa pendapatmu?” tanya Candra dengan serius, bagaimanapun ia adalah king of vampire!.


“Yah entahlah? Selama mereka baik ya tanggapanku oke-oke saja” nyatanya kinen masih tidak realistis dengan pertanyaan Candra yang begitu serius.


“Begitukah?.”


^^^Note: seperti biasa, sederet dialog tersebut adalah dialog yang selalu terngiang-ngiang di telinga Candra, yang miring\= Candra yang tebal plus miring\= kinen.^^^


“Raja, kapan anda akan kembali?.”


Candra mulai menyunggingkan senyum manisnya seraya membalikkannya tubuhnya menatap seseorang.


“Kapan-kapan!.”


TBC


-


Author sudah pernah bilang, semua novel author selalu ada bumbu fantasinya, termasuk kisah kinen dan candra, mungkin kisah fern dan ayura lebih ke realita kebalikan cerita Candra dan kinen.

__ADS_1


Vampire, sesuatu yang tidak nyata menurut dunia.


Jangan lupa jempolnya 😉.


__ADS_2