
Masih di saat yang sama...
“Hey.. kau berniat menyerang mentalnya ya?” kinen menuding Claire dengan tuduhannya.
Seketika Claire menoleh ke arah kinen, senyum miring yang misterius tersungging di wajahnya namun dirinya sama sekali tidak menjawab pertanyaan atau lebih tepatnya tuduhan yang dilayangkan kinen pada dirinya.
“ꦄꦼꦵꦌꦕꦠꦻꦴꦤꦒꦉꦇ꧃” lagi-lagi Claire menggunakan bahasa aneh, kinen pun memegang kepalanya bingung. Mendengar bahasa-bahasa yang tak ia kenali itu membuat kepala kinen berputar.
“Siap melaksanakan perintah tuan” kinen mengernyit dikala perkataan pria asing itu menjadi aneh.
“Claire.. kau..” kinen membulatkan bola matanya ketika dirinya mengerti bahwa Claire mencuci otak pria itu.
Tetapi, untuk apa?.
CTAK
Kinen terjingkat ketika Claire menjentikkan jarinya, seketika pria itu ambruk.
“Kau adalah seorang pec*ndang, hiduplah tersiksa selama hidup. Kutukanmu, adalah selalu merasakan sakit, di khianati dan kau akan terus membusuk setiap hari” samar-samar kinen mendengar ucapan Claire yang ditujukan pada orang itu.
“Claire..”
“Stop it hm? Itu yang ingin kau katakan? Dia berusaha menyakitimu, namun kau malah mengasihaninya?” mendengar balasan Claire yang penuh kebekuan kinen pun Diam.
Flashback off.
Claire yang sejak tadi merasa bahwa dirinya diperhatikan dengan tatapan yang lain dari biasanya pun menoleh.
Ia sejenak mengernyit saat melihat pancaran wajah sang nona.
__ADS_1
Namun daripada bertanya ia memilih untuk tersenyum, ia hanya senang bahwa kinen memasang wajah sumringah. Apa itu salah? Oh tidak bukan?.
***
“Ma, aura mau ke papa!.”
“Arfi juga ma!.”
Ayura terlihat pusing ketika Omelan dua anaknya ini memenuhi Indra pendengarnya.
“Tapi sayang, papa kalian pasti sangat sibuk. Tak baik jika kita mengganggunya” ayura mencari alasan agar ia tak perlu datang ke perusahaan Arron.
Mama grea yang mengintip dari atas sana pun mencebik kesal ketika mendengar alasan ayura yang sungguh sangat ‘Pasaran.’
“Tapi ma, kami mau ke papa! Lagian kan sebentar tidak akan lama kok!” Arfi kembali merengek pada ayura.
Biasanya mereka akan cenderung mandiri dan hampir tidak pernah merepotkan mama mereka, namun kali ini mereka harus merengek agar rencana tim penyatu ferra ini berhasil.
Mama grea menggerakkan bibirnya memberi isyarat pada cucu kembarnya tanpa suara.
“Aura, menangis lah dan bilang bahwa kamu sangat rindu pada papa mu” sebagaimana seorang ibu, ayura pasti tak akan tega apabila anaknya menangis.
Lima detik kemudian..
“Hiks huwaaa” aura melakukan aktingnya dengan baik, ia berlagak menangis walau tangisan itu memang hanya action aura saja namun hal itu berhasil membuat ayura panik bukan kepalang.
“Aura kenapa?! Kenapa kamu menangis, sayang?” ayura memegang pundak putrinya tetapi aura langsung menepis tangan ayura.
“Mama jahat! Mama tidak mau menemukan kami dengan papa padahal kami ingin bertemu dengan papa, hiks mama sudah tidak sayang pada aura dan Arfi lagi!” ayura menelan ludahnya canggung ketika mendengar celotehan aura.
__ADS_1
Arfi yang kini mengerti bahwa adiknya ini sedang berakting pun mendukung, “Apa aura benar ma? Mama sudah tidak sayang pada kami lagi?.”
Mama grea melongo melihat kemampuan cucu-cucunya, anak kembar yang terlampau genius itu selalu memberikan Oma mereka kejutan.
Mama grea harus bertanya pada fern, saat ia dan ayura membuat Arfi plus aura.. mereka melakukan teknik apa? Hingga bisa menghasilkan anak-anak genius seperti ini?.
‘Cucuku sungguh memiliki banyak bakat!’ batin mama grea tertawa dalam diam.
“Bukan begitu Arfi, tapi mama..” ayura mencoba memberi alasan lagi namun wajah sembab aura berhasil membuat ayura terdiam.
“Huh, baiklah. Ayo ke perusahaannya papa, janji hanya sebentar kan?” ujar ayura mengingatkan dua anak kembarnya.
“Kapan kami bilang bahwa hanya disana sebentar ma? Hiks jangan-jangan mama tidak mau menuruti kami lagi karena mama sudah tak sayang pada kami?.”
JDAR
‘Bukan begitu, Arfi! Auraa!’ batin ayura merengek kesal.
TBC
-
Hayy readers, sudah lama tak berjumpa. Author hanya ingin memberi informasi bahwa beberapa hari kemarin dan beberapa hari kedepan author akan sedikit sibuk.
Oleh karenanya, author masih belum sempat untuk mengetik bab baru.
Makanya, author tidak up beberapa hari ini. Author hanya ingin memberitahukan khususnya pada pembaca S1 tentang reeya.
Season 3, cerita tentang anak sulung reeya yakni ‘Carpicorn Lucifer purnama’ akan segera terbit di platfrom ini tentunya.
__ADS_1
Baik sekian untuk pengumumannya, author ucapkan terima kasih.
- Nadira