My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.67. Musuh #2


__ADS_3

Mommy kini berniat menghampiri kinen dan Freya dengan tergesa gesa namun yang ditemukannya...


Hanya kinen sendiri yang memandang sinis ke arah pintu.


"Kin.. Freya mana?" Tanya mommy panik.


"Kakak dibawa oleh orang itu" jawab kinen santai.


"Loh! Kamu udah tahu tapi ngebiarin kakakmu di bawa?" Tanya mommy menatap marah pada kinen.


"No mom, jangan berfikir yang tidak tidak, untuk menghabisi musuh kita harus babat sampai ke akarnya dan orang itu bukan akar dari masalah ini" jawab kinen dengan dingin.


"Ayo mom? Kita susul kak Freya dan bang Revan" ajak kinen lalu menunjukkan kunci mobil yang ia genggam sedari tadi.


"Revan? Puteraku?" Ulang mommy seraya mengikuti kinen dengan tergesa gesa ke mobil.


"Abang lalai saat itu, tapi aku yakin Abang sudah sadar akan semua ini" balas kinen menyalakan mesin mobilnya dan pergi.


"Bagaimana kita bisa menemukan Freya?" Tanya mommy menatap panik ke depan berharap ia bisa melihat menantunya.


"Aku memasang alat pelacak di baju kak Freya, kita hanya tinggal mengikuti GPS-nya" jawab kinen melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Ia sengaja membiarkan kakaknya sendiri hanya agar musuhnya bisa kebabat habis, ia sengaja tidak mengejar mobil yang membawa kakaknya lebih dulu karena ia harus membuat orang itu percaya kalau ia berhasil.


"Posisi?" Tanya mommy singkat lantaran mommy tahu ia sekarang sedang berada di posisi yang sama seperti di masa lalunya.


"Menuju pelabuhan xxx" jawab kinen seadanya.


Mereka berdua larut ke dalam keheningan, kinen memilih jalur yang jarang dilewati sehingga ia bisa kebut kebutan tanpa bahaya tidak seperti abangnya yang sangat gegabah.

__ADS_1


"Bisa ku pastikan kalau Abang lagi dikejar polisi mom" ujar kinen dengan nada sinis.


"Hah.. dia abangmu tentu saja begitu" balas mommy menggelengkan kepalanya karena ia tahu betul maksud perkataan kinen.


Puteranya akan bertindak ceroboh dan gegabah jika ia terlalu panik.


"Iya dia abangku dan dia anak mommy" sahut kinen menatap ke depan dengan mata bak elang.


________________________


TYAR


Gelas yang dipegang fern jatuh entah kenapa? Namun hati fern sedang tidak enak.


"Ada apa fern? Apa bunyi yang mom dengar tadi?!" Panik mom grea menghampiri fern yang diam mematung menatap serpihan gelas yang berada di sekitar kakinya.


"Astaga!! Kamu terluka fern?" Tanya mommy menarik fern agar anaknya menjauh dari pecahan gelas.


"Fern mecahin gelas dad" jawab mom grea karena fern hanya diam membisu.


"Fern, ada apa denganmu? Daddy bertanya padamu namun kau tidak menjawabnya?" Tanya dad Hunter.


"Perasaanku tidak enak dad.. apa ada sesuatu yang terjadi?" Tanya balik fern pada dad Hunter.


"Sayang.. mommy tidak tahu apa yang kalian bahas tadi namun mommy berharap semuanya akan baik baik saja" ucap mom grea tiba tiba seraya mengelus rambut fern dengan lembut.


"Kalian lanjutkan saja berdiskusinya, mommy akan menyuruh pelayan untuk membersihkan gelas tadi lalu mommy akan membuatkan jus untuk kalian" sambung mom grea meninggalkan kedua orang yang penting bagi hidupnya sendirian.


"Semoga saja" ucap fern lirih untuk menanggapi perkataan mom grea setelah mommynya itu pergi.

__ADS_1


"Fern.. jangan terlalu khawatir seperti perkataanmu dan mom grea, semua pasti baik baik saja" balas dad Hunter yang mendengar perkataan lirih puteranya


"Daddy tadi sudah meretas sistemnya" ujar Daddy mencoba mengalihkan perhatian fern.


"Daddy berhasil? Bagaimana dad?" Tanya fern.


"Disana tidak ada data yang terlalu penting karena kau sudah mengetahui informasi informasi itu namun.. disana ada beberapa video yang mungkin penting bagimu" jawab dad Hunter menjelaskan segalanya.


Memang di sistem yang ia retas terlihat jelas beberapa video atau bahkan rekaman cctv yang berhubungan dengan Freya, orang yang sudah ia anggap sebagai puterinya sendiri.


Itu karena Freya adalah adik dari fern, daddynya ingin membantu fern untuk menemukan Freya dulu, namun fern tetap konsisten ingin mencarinya sendiri dulu.


Dan finally, akhirnya usaha puteranya menghasilkan hasil yang cukup memuaskan.


Ini waktunya dad Hunter membantu fern untuk membereskan sisanya.


"Video seperti apa dad? Video yang berhubungan dengan Freya, adikku?" Tanya fern penasaran.


"Iya.. tentu saja video itu berhubungan dengan adikmu" jawab dad Hunter lalu menyerahkan flashdisk berisi video yang ia lihat tadi.


Setelah melihat seluruh videonya dad Hunter menyimpan data itu di flashdisk agar puteranya bisa meneliti kapanpun itu.


Fern menerima flashdisk yang di beri dad Hunter lalu mengucapkan "terima kasih dad" dengan wajah datar karena ia sudah bisa menetralkan kekhawatiran nya.


"Jangan berterima kasih jika ada yang lain beritahu Daddy biar dad yang membantumu, lagipula adikmu adalah anaknya daddy juga bukan?" Balas dad Hunter dengan pertanyaan oh bukan lebih tepatnya permintaan izin untuk menganggap Freya sebagai anak.


"Tentu saja, adikku juga anaknya daddy hunter dan mommy grea" sahut fern membuat senyum di wajah dad Hunter terbit.


Akhirnya ia memiliki seorang Puteri.

__ADS_1


________________________


__ADS_2