My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.147. Yang akan terlahir ke dunia


__ADS_3

“Ma jangan bercanda!” fern bangkit dengan segera, ia terlihat panik, mama grea hanya menggeleng.


“Rev! Mama dengar kamu terbiasa ngebut kan? Setir mobilnya, mama dan kinen yang akan menemani Freya di belakang, dan kalian semua naik mobil yang lain. Hubungi..”


“Rumah sakit purnama ma! Ada satu yang dekat sini” ujar Revan memberi masukan ketika mama grea stuck ide.


Mama grea pun mengangguk, “Irland, hubungi pandu bilang kalau Freya akan melahirkan suruh dia untuk menyiapkan segalanya, jangan lupa hubungi mommy.”


Setelah memberikan perintah pada irland, Revan langsung capcus meluncur dengan mama grea dan kinen di belakangnya.


Sontak, semua orang kocar-kacir sendiri. Wah benar-benar bumil yang ngewah.


“Ayo bang cepetan!.”


Kinen makin panik ketika Freya hampir tidak sadarkan diri di mobil, “Darling! Tarik nafas dan hembuskan. Jangan sampai kamu melahirkan disini itu berbahaya bagi anakmu dan dirimu sendiri nanti!.”


Revan yang awalnya memang menyetir kebut-kebutan bertambah cepat lagi, Freya bahkan mencakari kursi mobil di sekitarnya.


“SAKIT KIN, MA!” Freya berteriak histeris, ia tak akan mau hamil lagi kalau begini, rasanya sakit sekali.


“Tahan kak, tahan! Bang ayo” kinen sungguh lebih panik daripada Freya maupun mama grea.


“Tenang sayang, tenang sebentar lagi kita akan sampai. Tenang ya” mama grea mencoba untuk menenangkan Freya, walau wanita paruh baya itu belum pernah melahirkan namun melihat Freya yang sampai mencakar-cakar segala sesuatu yang di sekitarnya.. yah bisa disimpulkan olehnya bahwa melahirkan itu sakitnya beh ngga ada lawan.


“Hiks maa” mendengar rengekan isterinya Revan bahkan hampir kesetanan, hingga akhirnya ia mengerem mobilnya mendadak ketika ia sudah sampai.


Sangking cepatnya kecepatan mobil setelahnya langsung di rem, bayangkan kondisi di belakang bagaimana?.


“Woi Abang asem!” seru kinen berdecak kesal, untung ia dan mama grea sempat melindungi Freya, akan sangat berbahaya kalau bumil ah lebih tepatnya calon mommy itu terkena benturan saat ini.

__ADS_1


Revan hanya melirik malas ke kinen dan langsung menggendong Freya, pandu pun sudah siap dengan brankar di dampingi dengan dr. Juju, dr. Anisa dan para perawat lainnya.


Di tengah perjalanan menuju UGD Revan terus menggenggam tangan Freya dengan erat tanpa berniat untuk melepaskannya.


Hingga..


“Tuan, saya mohon anda harus tetap di luar biar kami yang mengurus nyonya muda” dr juju dan dr Anisa bahkan sampai memohon pada sang tuan, pandu? pria itu jelas tak tega melihat sang isteri memohon jadi ia mencoba membujuk sang tuan juga.


“Tapi..” bentakan Revan terpotong karena wajah memelas Freya, alhasil pria itu mengalah dan membiarkan Freya masuk sendirian.


“Oh ayolah man! Kau pernah menemani istrimu melahirkan kan sebelum ini? Kenapa sikapmu seperti pemula saja?!” fern menghentak kesal, pria ini hanya takut bahwa Revan malah akan mempersulit kelahiran keponakannya.


“Sudahlah fern, kau saja yang tak pernah memikirkan kondisinya Revan. Lihat saja nanti kalau kau punya istri pasti akan seperti ini, walau pun istrimu sudah melahirkan tiga kali sekalipun” omel mama grea.


Papa Hunter hanya menggeleng pelan melihat Omelan mama grea yang menyumpahi anaknya sendiri.


Akhirnya suasana pun hening, Revan berjalan kesana-kemari, sedangkan yang lain duduk (kecuali Candra dan para asisten lainnya) dengan khawatir.


Hanpon kinen berdering, gadis itu lalu mengambil hanpon dari sakunya dan berdiri.


“Dari siapa nak?” tanya mama grea mengusap setetes air mata yang jatuh.


“Dari mommy tan” jawab kinen melirik ke nickname di hanponnya.


Mommyku tersayang 🦋.


“Angkat disini saja nak, sekalian loud speaker biar kami dengar.”


Kinen pun mengangguk lalu mengangkat panggilan mommynya.

__ADS_1


“Kin! Kalian ada dimana? Mom sudah ada di rumah sakit purnama.”


“Mom ada di lantai mana?.”


“Mom masih ada di lantai bawah.”


“Mommy naik lift saja ke lantai X, kinen tunggu disitu.”


TUT


Mommy memutuskan panggilan kinen, “Tan aku mau menjemput mommy dulu ya? Rumah sakit ini sudah di renovasi jadi mommy pasti kesulitan kemari.”


Mama grea yang memang mendengar semuanya pun mengangguk memberi izin pada kinen, Candra pun ikut pergi bersama kinen sebab pria itu harus selalu mengawasi dan menemani kinen.


“Kenapa mereka lama sekali?” mendengar gumaman Revan, pandu hanya menggelengkan kepalanya pusing! Astaga Revan itu sudah pernah punya anak lantas kenapa dia masih saja panik seperti ini?.


Yah mungkin ini juga karena dirinya yang terkadang suka mengingat tentang keceriaan adinda, hingga ia selalu berharap untuk mendapatkan hal seperti itu lagi.


TAK TAK TAK


“Dimana Freya sekarang?” tanya mommy pada mama grea.


“Freya ada di dalam jeng, jadi lebih baik jeng tari menenangkan Revan dulu” mama grea menjawab dengan melirik Revan.


Yah meski mama grea juga menangis.


“Oh my God! Son, ada apa denganmu? Bukankah kau sudah pernah mengalami hal seperti ini?” tanya mom tari menghampiri Revan.


Revan hanya menatap kesal pada sang mommy, rasanya berbeda.. sungguh berbeda.

__ADS_1


Entahlah, Revan sendiri tak tahu apa yang membuat rasa ini begitu berbeda ah atau mungkin karena ia sekarang sudah cinta buta dengan wanita di dalam sana?.


_________________________________


__ADS_2