My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.113. Berangkat ke negara C


__ADS_3

Hingga sudah lama Freya merenung sendirian, ia pun bangkit merapikan buku-buku berisi sejarah yang memilukan di rak buku seperti semula.


Di dalam hati ia bertanya-tanya apa abangnya sudah tahu tentang ini? Jika diingat-ingat abangnya itu pernah datang ke perpustakaan lalu ingin menyahut bukunya kan?.


“Abang tahu.. tapi ia tak berniat untuk memberitahuku” lirih freya namun tiba-tiba Freya tersenyum tipis.


‘Abang tidak memberitahuku karena dia takut kalau aku akan terluka ketika mengetahui kenyataan ini’ batin Freya yang sedikit senang karena abangnya mengkhawatirkan dirinya.


Freya pun bergegas turun, matanya melirik ke fern yang tengah berbicara serius bersama delard.


Akan tetapi ketika fern mendengar langkah kaki, pria itu langsung menoleh mendapati Freya yang berjalan tergesa-gesa ke arahnya.


“Hey! Sayang pelan-pelan jangan sampai jatuh” peringat fern sayangnya Freya sama sekali tak mendengarkan peringatan itu.


Lalu...


BRUK


Freya memeluk erat tubuh fern, “Ada apa hm? Kenapa kamu tiba-tiba begini?.”


Pertanyaan dengan nada lembut keluar dari bibir fern, delard yang benar-benar tahu diri pun pergi dari ruangan itu memutuskan untuk memberi ruang pada Freya dan fern untuk berbicara empat mata.


“Abang tidak usah berpura-pura! Frey ngga suka dibohongi seperti ini” ujar Freya melirik tajam fern.


Bukannya takut fern malah terkekeh pelan, “Darimana adik kecilku ini mengetahuinya? Mungkin benar kalau kamu membaca buku itu namun tak ada jaminan jika Abang mengetahui semuanya kan?.”


“Bang! Ini itu perpustakaannya Abang, pastinya Abang sudah membaca buku itu walaupun Abang tidak membacanya jelas Abang selalu memantau Graham-graham itu kan?” tuding Freya pada fern.


“Lalu?” ujar fern seolah ia tak memiliki urusan dan malah membelai rambut Freya si bumil yang meresahkan.


“Ya jelas Abang mengetahuinya! Apalagi mengingat kalau Abang dan Revan itu musuh pasti Abang mengetahui segalanya termasuk bagaimana Frey bisa sampai di jalanan saat itu” sambung Freya.


Fern lalu menatap manik mata Freya, “Terkadang Abang bingung, bukankah kamu tidak memiliki riwayat pendidikan sayang? Tetapi kenapa kamu bisa sampai berfikir demikian? Lalu bagaimana kamu tahu kalau Abang dan Revan itu musuh?.”


Fern bertanya dengan nada yang agak menyeramkan tetapi Freya yang sudah kebal dengan aura suram seperti ini pun tak takut.


“Bukannya Abang sudah menyekolahkan Frey? Frey tahu kalau Abang dan Revan


Musuh karena ketika Frey berada di mansionnya Revan, ada ruangan rahasia disana terdapat foto Abang yang disilang oleh revan. Maka sudah jelas kan kalau Abang dan Revan memang musuh?” Freya seolah meminta jawaban lebih.


“Iya, dugaanmu benar Abang dan suamimu itu musuh bebuyutan. Itu karena Abang fikir dia yang menyembunyikan rina saat itu juga Abang tidak tahu jika dia memenjarakanmu di dalam rumahnya” jelas fern tetap mengelus rambut Freya.


“Maka dari itu Abang mengamatinya sembari mencari keberadaanmu, tak disangka ternyata Abang menemukanmu di restoran dulu lalu kelanjutannya kamu sudah tahu sendiri” sambung fern setengah dingin setengah hangat.


“Begitu..” ucap Freya mengerti, “Tetapi kenapa Abang tidak memberitahu Frey walau Abang tahu alasan mengapa Revan bersikap seperti itu padaku?.”


Fern pun menjawab dengan suara lirih, “Karena jika dia benar menyayangimu maka ia harusnya tidak berbuat seperti itu padamu.”


DEG

__ADS_1


Jantung Freya berdegup kencang, ucapan abangnya itu benar adanya namun...


Freya pun mengeratkan pelukannya pada fern, ia tak berniat untuk mengingat hal-hal yang menyakiti hati mungilnya itu.


“Sudahlah, jangan memikirkan ini lagipula bukankah kita akan berkeliling hari ini?” pertanyaan fern membuat Freya mengangkat kepalanya menatap mata teduh fern.


“Ayo bang!” Freya pun membalas dengan menyertakan senyuman manisnya.


Fern pun balas tersenyum lalu menggandeng tangan Freya untuk berkeliling mansion, walau ia bersama Freya namun fikirannya berada di belahan dunia lain, fern memikirkan pertempuran di negara T.


Ia tidak bisa datang akhirnya Andra yang memimpin para Mafioso, hanya Andra sebab delard harus bersamanya disini.


Nah ini yang difikirkan fern, bagaimana keadaan di negara T saat ini?.


“Oh iya bang, dari tadi Frey ngga lihat andra, memangnya Andra masih di luar? Kan ini sudah lama sejak Andra keluar dari mansion ini” tanya Freya membuat fern sedikit terjingkat.


Fern terkejut bukan karena pertanyaan Freya tetapi karena suara adiknya itu membuatnya kehilangan fokus tentang kejadian di negara T.


“Abang juga tidak tahu frey, sepertinya Andra memiliki urusan yang penting” jawab fern yang sudah bisa hangat lagi.


“Hmm.. mungkin begitu bang” balas Freya, kemudian..


ROAR


Terdengar auman dari sisi lain mansion, Freya dan fern pun saling bersitatap bingung.


“Eh- Sammy!” teriak Freya ketika sadar bahwa auman itu merupakan bunyi Auman singa.


Freya pun berlari menuju tempat dimana Sammy berada tanpa memperdulikan kecepatannya yang berada di atas rata-rata.


“Freya!” panggil fern namun wanita muda itu tak menghiraukan perkataan abangnya.


Fern pun ikut berlari menyusul Freya, meskipun fern berlari dua belas detik setelah Freya tetapi fern bisa mengimbangi langkah kaki Freya.


“Sayang! Sudah berapa kali Abang bilang? Pelan-pelan saja” teriak fern frustasi dengan sikap bar-bar Freya.


***


Keesokan harinya..


“Berapa jam lagi kita akan sampai mom?” tanya kinen di dalam pesawat pribadi milik keluarga purnama.


Pesawat? Yups mommy, Revan dan kinen terbang ke negara C sekarang, mereka berencana untuk menelusuri wilayah J terlebih dahulu.


“Entahlah mungkin satu jam setengah lagi” jawab mommy memandang kinen lalu ke arah Revan dan pandu yang sibuk berbincang, ah lebih tepatnya pandu yang berbicara sedangkan Revan yang mendengarkan tanpa berkomentar apapun.


Melihat arah pandang mommy kinen pun juga menoleh.


‘Bukankah pandu dan Abang sama-sama memiliki masa lalu yang menyakitkan?’ batin kinen.

__ADS_1


Jika penderitaan Revan mungkin kalian sudah tahu tetapi bagaimana dengan pandu? Pria itu..


Ah sudahlah! Kinen tak berhak untuk memikirkannya, lagipula masalah keluarga purnama saja sudah banyak! Jadi ia tak perlu susah-susah memikirkan tentang keluarganya pandu.


“Sayang, apa kamu lapar?” pertanyaan mommy membuat kinen reflek menoleh ke mommy tanpa aba-aba.


“Hmm aku sedikit lapar mom” jawab kinen mengelus lembut perutnya.


Revan yang tak sengaja melihat perilaku kinen mulai kosong kembali, maksudnya matanya itu bertambah kosong!.


Pandu yang juga melihat kinen dan mata kosong Revan pun memberi kode pada nyonya besarnya.


Mommy yang mendapat kode langsung menyenggol pelan lengan kinen dan mengarahkan dagunya ke Revan.


Kinen yang mengerti pun menghampiri abangnya lalu menepuk punggung Revan, “Abang!.”


Sukses besar, hal itu membuat Revan terjingkat bahkan hampir terjatuh dengan tidak elitnya.


Pandangan tajam pun didapatkan kinen dari sang Abang.


Tetapi Revan tak memarahi kinen, bagaimanapun Revan masih sayang terhadap adiknya. Jika tidak maka habis sudah kinen.


“Abang memikirkan apa sih? Kenapa jadi tambah seram begitu? Nanti kalau Abang kesurupan gara-gara melamun gimana? Siapa yang repot kalau begitu?” omel kinen.


Mommy dan pandu pun menahan tawanya sedangkan Revan hanya tersenyum tipis menanggapi Omelan sang adik.


“Memangnya bisa?” balas Revan dingin sambil menaikkan alisnya.


DOENG


Pandu dan mommy melongo melihat senyum tipis Revan yang terbit hanya karena Omelan kinen yang sangat tak bermutu.


Memang ya? Seorang pria beku itu selalu luluh dengan saudaranya, apalagi jika saudaranya itu orang yang periang nan sangat cerewet seperti kinen dan Freya.


“Iya lah! Nanti kalau Abang kesurupan siapa yang mengeluarkan arwahnya?” mommy tersenyum hangat melihat tingkah kinen dan Revan.


Memang ya, kinen itu lucu seperti sahabatnya dulu yah tak heran sebab mereka terikat hubungan darah.


_______________________________


Hello readers! Author kembali membawa updatean terbaru nih~


Tuh Daddy Revan udah berangkat ke negara C, emang nanti dibiarin mengambil Freya begitu saja oleh keluarga Arron? Oh tentu tidak 😉.


Hahaha, seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Thank u readers~


-Nadira

__ADS_1


__ADS_2