My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.90. Masalah dan masalah (tes DNA)


__ADS_3

Freya akhirnya diperbolehkan pulang dari rumah sakit, sebenarnya Freya tak sakit namun.. mommy, kinen bahkan Revan bersikeras agar Freya dirawat sementara.


Hanya karena dokter Juju mengatakan “Nona harus menjaga kesehatan nona dan janin nona sebab trimester pertama dalam kehamilan itu sangat rentan untuk keguguran”.


Yah Freya tak bisa menyalahkan dokter Juju sebab perkataan dokter Juju itu benar tak ada yang salah, namun yang paling Freya syukuri adalah.. akhirnya ia bisa menghirup udara bebas dengan tenang, aman dan damai sentosa.


Sekarang hanya Revan yang akan menjemputnya sebab pandu katanya ada urusan, mommy harus menghadiri arisan.. mommy tak mau melewati arisan yang satu ini sebab disana mommy pasti menceritakan tentang dirinya yang tengah mengandung.


Ini adalah cucu pertama dari seorang mommy lestari, tak heran jika mommy sesemangat itu.


Kinen? Gadis itu kembali berkuliah tentu saja di universitas yang berbeda dan tentunya lebih elit dari universitas lamanya.


Freya tanpa sadar memandang ke luar rumah sakit, ia sedang ada di taman rumah sakit, Freya sedang menunggu Revan melunasi administrasi rumah sakitnya.


Namun apa membayar administrasi saja bisa selama ini huh?, Freya bahkan nyaris tertidur saat menunggu Revan kembali.


“Frey!”.


Panggilan itu membuat Freya menoleh ke seluruh penjuru, Freya mengenal suara ini, ini bukan suara Revan namun suara ini milik...


“Disini!” teriak seorang pria muda.


Freya tersenyum, ia melihat isyarat dari pria itu yang memintanya untuk mendekat.


Karena Freya mengenal nya, ia pun mendekat dengan polosnya, bagaimanapun wanita muda itu belum tahu siapa identitas asli seorang Revan.


“Ada apa fern?” tanya Freya penasaran, Freya sadar jika tatapan fern begitu lekat padanya.


______________________________


“Jadi bagaimana?” tanya Revan, sebenarnya orang ini sedang bersama pandu.


Pandu ia suruh untuk mengambil laporan tes DNA yang mengatasnamakan dirinya tentunya tanpa sepengetahuan dari isteri kesayangannya.


“Saya tak tahu tuan, saya belum membukanya!” jawab pandu menyerahkan amplop berisi tes DNA seasli-aslinya tanpa di manipulasi.


‘ saya harap hasil tes DNA itu akan sama seperti harapan kita tuan’ batin pandu, pandu selalu berdoa akan hal ini.


Namun ia kembali meragukan pemikirannya, nyonya mudanya itu mirip sekali dengan...

__ADS_1


“Apa?” suara bergetar itu terdengar dari Revan, suara bergetar Revan membuat pandu kembali fokus ke arah tuannya.


“Bagaimana tuan?” tanya pandu yang merasa tak enak karena mendengar suara tuannya yang bergetar hebat.


Tuannya tak menjawab, namun pandu mengerti apalagi ketika melihat mata dingin tuannya itu menjadi semakin dingin.


Pandu sudah menduga akan hal ini, tuannya itu jatuh hati pada orang yang harusnya ia b*nuh, lebih mengkhawatirkannya lagi.. ada janin di tubuh Freya, dan janin itu jelas titisan dari seorang Revan.


Mata pandu menatap nanar pada Revan yang terlihat hancur dalam sedetik.


“Kenapa harus dia?” tanya Revan, suara Revan yang memang dingin menjadi lebih dingin lagi seolah-olah disana sudah tak ada kehangatan yang pernah ia tunjukkan pada Freya kemarin.


“Kenapa dunia ini tidak pernah adik padaku?” sambung revan, air matanya sudah menggenang di pelupuk mata miliknya namun air itu begitu sombong untuk terjatuh.


“Bukankah aku juga berhak untuk bahagia? Tidak puaskah dunia ini saat aku pernah kehilangan segalanya?” tanya Revan menatap datar ke pandu.


Sulit sekali! Perkataan tuannya ini sangat mengena di hati namun bagaimana bisa wajah datar tuannya tak berubah?.


“Tuan..” pandu akhirnya tak bisa menjawab apapun.


“Kenapa..? Kenapa?! Kenapa aku yang harus kehilangan segalanya?!” teriak Revan meninju dinding di sampingnya.


Kerugian rumah sakit itu akan ia tanggung nanti, tapi.. siapa yang bisa membuat singa ini tenang sekarang?.


Terdengar suara keras akibat pukulan Revan yang bertubi-tubi pada dinding itu.


Di pukulan yang ke sepuluh tubuhnya luruh di lantai, akhirnya ia tak berdaya lagi, sama seperti saat ia kehilangan adinda dulu.


“S*alan!”.


Hati yang memang beku sekarang menjadi lebih beku lagi.


Sedangkan itu...


“Apa? Apa kau serius?” tanya si wanita dengan antusias, di tangannya ada tes DNA antara dirinya dan sang pria.


Sang pria mengangguk mengiyakan pertanyaan si wanita.


Mereka.. fern dan Freya akhirnya tahu tentang sesuatu.. kenyataan bahwa mereka itu adik dan kakak.

__ADS_1


“Kemari adikku!” seru fern merentangkan kedua tangannya lebar.


Secepat kilat Freya masuk ke dalam pelukan hangat fern, Freya benar-benar tak tahu jika ia punya saudara!.


Untuk sekarang Freya bahagia, entah bagaimana reaksi Revan nanti dan lebih pentingnya lagi.. nantinya apa keputusan yang Freya ambil?.


“Kenapa Abang tidak mencariku selama ini?” tanya Freya nyaris menangis.


Fern yang tahu kalau Freya nyaris menangis pun meraih wajah bulat Freya, “Bukannya Abang tidak mencari, apa kau tahu? Abang bahkan seperti orang gila saat mencari mu, sudah belasan tahun Abang mencarimu sayang”.


“Tapi takdir malah mempunyai rencananya sendiri, takdir mempertemukan kita di cafe dan mengenal dari sana” sambung fern hangat.


Nada dingin dan datarnya akan luntur jika berhadapan dengan makhluk imut seperti Freya.


Freya mengangguk mengerti “Aku akan membicarakan ini pada Revan nanti”, ia berkata dengan begitu ceria tanpa tahu apa reaksi Revan nantinya.


Namun.. sejatinya mereka tak pernah menyadari jika ada yang tengah mengawasi mereka dari jauh dengan tangan yang terkepal kuat.


______________________________


Wah.. jadi gini readers, fern, Freya dan Rina itu tiga bersaudara.. fern anak pertama, Freya anak kedua lalu si anak bontot ya Rina itu.


Fern sudah terlebih dahulu di usir, beberapa tahun setelah pengusiran fern, Freya yang di hempaskan.


Makanya, di flashback saat Freya di usir ngga ada fern.


Bedanya di antara pengusiran Freya dan fern itu.. fern di sesatkan di kota nah disana fern ketemu mom grea dan dad Hunter.


Karena rahim mom grea udah diangkat, alias mom grea udah ngga punya rahim mereka mengadopsi fern.


Si fern ini juga cerita ke mom dan dad angkatnya tentang kehidupannya dan Freya yang selalu di siksa disana.


Nah jadi mom grea dan dad Hunter mau fern bawa Freya ke mansion nya, rencananya dad Hunter mau bantuin nyari Freya.


Tapi ditolak sama fern, katanya biar dia yang usaha dulu nanti kalau udah mepet baru minta bantuan dadnya.


Gitu, yaudah lah seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Thank u!

__ADS_1


-Nadira


__ADS_2