My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.138. Alien (Let's play the game.)


__ADS_3

Revan hanya mampu mengerutkan kepalanya pening, fern? Jangan tanya! Pria itu bahkan sudah terlebih dahulu menyerah.


“Aku mau alien! Masa ngga ada yang bisa wujudin sih?” jangankan Revan, mama dan papa Arron itu bahkan menggelengkan kepalanya tak mengerti.


“Oh darling! Keberadaan alien saja tak ada yang tahu, ini kamu malah minta di datangin kesini?” ujar Revan setengah depresi, sudah berjam-jam ia menjelaskan namun isterinya ini tak kunjung menyerah dengan permintaan aliennya ini.


“Tapi aku ingin alien!” isterinya ini masih saja keras kepala.


Haruskah Revan langsung memukul titik tidurnya saja? Namun ia menggeleng ketika ia tahu bahwa Freya Pasti bisa menghindar dengan mudah.


Wanitanya kini sudah berpendidikan! Tak mudah untuk menipunya lagi.


Terkadang.. Revan yang resah karena hal ini. Dahlah pasrah aja ya dad?.


“Huh yasudah! Aku ke kamar aja baca buku!” seru Freya ketus, bumil itu lalu menapaki tangga satu persatu dan masuk ke kamarnya dengan kesal.


BRAK


Andra dan delard yang memang memiliki selera humor tinggi pun terjingkat kaget, sedangkan yang lain? Mimpi! Kaget saja tidak apalagi terjingkat?.


“Terkadang mama bingung, kalau ini benar sifatnya salah satu baby di dalam kandungan Freya.. bukankah itu artinya kalian akan kerepotan saat baby itu sudah lahir?” mama grea bertanya kepada Revan.


Pria itu pun mendongak dan menatap mama mertuanya, “Mama benar. Aku juga tidak tahu sifat bayi yang mana, bayi ini pasti akan sangat meresahkan nantinya.”


Meskipun Revan berucap demikian namun hatinya tak membenci isteri maupun bayinya, mau bagaimanapun ini cerminan sifatnya.


“Bukankah ini pantulan sikapmu?” mendengar sindiran tajam ini Revan pun menoleh, sudah ia duga! Fern masih agak tak ikhlas untuk berdamai bersama dengannya, bukannya tak ikhlas namun pria itu masih belum menerima jika adiknya akan segera melahirkan.


Namun sayangnya Freya dan Revan saling menyayangi, jadi ya... Jelas saja! Fern harus merelakan adik tersayangnya.


“Fern!” tegur mama grea menatap lembut pada sang putera, mama grea tidak akan memandang tajam ketika fern melakukan kesalahan melainkan mamanya itu akan memandang dengan lembut dan teduh.


“Iya ma, aku tau aku salah” balas fern menyerah, ia jelas tak mau berdebat dengan mamanya hanya karena Revan.


***


Tengah malam sudah tiba, Revan yang baru selesai melakukan ‘itu’ dengan Freya langsung terbangun dan mengganti bajunya.


Ia juga sudah menelefon pandu dan dr Anisa untuk berjaga-jaga, dan yeah tentunya pandu harus ikut bersamanya malam ini.


Sejenak Revan mencium pelipis mata Freya, ia merasa bersalah ketika ia tidak memberitahu isterinya tapi.. ia takut sang isteri akan ikut dan malah membahayakan nyawanya dan janinnya.


Ia sengaja melakukan ‘itu’ agar wanitanya itu kelelahan, yah walau ia sendiri menikmatinya.


Hus! Revan menggelengkan kepalanya saat ia mendadak menginginkan bibir mungil itu lagi.


Bisa-bisa gila ia kalau begini terus.


Langsung, Revan segera keluar meninggalkan Freya yang nyatanya juga sudah bangun dari tidurnya.


“Tidak sia-sia aku mempelajari cara pura-pura tidur di you*obe selama sebulan lebih, meskipun begitu aku yakin Revan akan sadar nanti!, Kalau difikirkan.. aku tau rencana mereka dan tentunya... Aku akan membalasnya dengan gaya yang lebih elite!.”


Kini wanita itu lebih pintar dari yang dulu.


GRUSUK

__ADS_1


Telinga Freya menajam ketika Freya mendengar gerakan kaki di balkonnya, s*alan! Ia belum memakai baju loh ini!.


Tak punya banyak waktu, bumil itu mengambil baju yang ia siapkan dan menyelinap di bawah ranjangnya.


“Loh kemana Freya?” bumil yang kini mencoba memakai pakaiannya itu seketika menyeringai jahil.


‘lets play the game, my enemy’ batin Freya.


Freya lalu keluar, dengan baju yang tak sepenuhnya terpakai dan melekat di tubuhnya. Dua kancing di atas belum ia kancing kan hanya sedikit sebab ia juga tidak Sudi jika ia tak mau membakar jenggot orang ini.


Jelas ia tak memakai pakaian dalam, kenapa? Ya untuk memanasi musuhnya ini selain itu ia baru saja bercinta, mana sempat waktu mepet dibuat memasang pakaian lengkap?.


Sama-sama wanita kan?.


“Wahh aku tak menyangka bahwa aku akan bertemu dengan IBU (menekan kata-katanya) yang membuat adinda m*ti dulu. Ibu macam apa itu?” Freya sengaja menyindir dan menunjukkan bekas-bekas percintaannya dengan Revan.


Bisa dipastikan wajah Rina memerah karena amarah.


“Apa yang kau maksud hah?! Dan apa itu di leher dan d**a mu?!” Freya terkekeh singkat benar kan?.


“Bukankah kau yang lebih tahu tentang maksud ucapanku?, Ah bukannya hal semacam ini lumrah dilakukan oleh pasangan suami isteri? Bahkan banyak tanda kepemilikan yang lain di tubuhku, kau hanya melihat secuil tapi sudah kebakaran jenggot seperti itu.”


Balasan Freya sungguh tak terduga, bumil yang dikira masih polos itu nyatanya memiliki rencana sendiri. Mulai dari membocorkan bahwa ia akan di daring kan, membuat Revan curiga dan bekerja sama dengan abangnya.


Lalu ia yang mengintip seolah-olah tak tau apapun dan membuat fern serta Revan tak sadar bahwa ia sudah tak sepolos dahulu.


Step-step itu semuanya sukses! Bisa Freya pastikan bahwa sekarang dua pria itu (fern dan Revan) tengah melawan bunda wilsa, papa ragya dan anak buah yang tersisa.


Mama dan papa Arron? Mereka tidak akan mendengar apapun sebab Freya sudah mengaktifkan fitur kedap suara level tinggi.


Kalian tau apa artinya bukan? Yeah hasrat memb*nuh itu sudah mulai muncul di diri Freya, tapi bumil itu hanya diam sebab tak ada orang yang sangat bersalah hingga perlu di hukum seperti itu.


Kecuali.. si Rina ini.


Tetapi yah tetap saja! Freya harus menyerahkan Rina ke jalur hukum bukan dihukum sendiri begini.


Dan itu agak menyebalkan bagi Freya.


“Kau...! Dia suamiku! Dan kau merebutnya” Freya hanya tersenyum smirk ketika mendengar teriakan Rina.


Rina yang melihat senyuman Freya pun semakin murka, ia langsung mendekat dengan membawa senjata tajam.


“Hmm hmm hmm” gumaman yang sama dengan nyanyian fern di kebun mawar.


Yeah, permainan yang sebenarnya dimulai malam ini.


KLEK


Sebelum senjata Rina menyentuh tubuhnya ia sudah terlebih dahulu mencegat tangan Rina dan memutarnya.


Terkilir? Jelas!.


“Masih berfikir kalau Revan suamimu? Mimpi! Aku isteri sahnya sekarang. Dasar tukang halu!” Freya agak berdecih kesal.


Ia lalu melempar Rina, sayangnya Rina dengan sigap melempar senjata tajam itu ke arahnya namun..

__ADS_1


SYUNG


Freya memiringkan kepalanya ke kanan dan benda tajam berbentuk pisau itu meleset.


Wanita bumil ini jelas tak pernah mempelajari bela diri! Tentu saja mana ada orang yang berani melatih kesayangan purnama dan Arron ini saat ia sedang hamil?.


Freya... Bumil itu bergerak sesuai insting, sepertinya dugaan dokter itu konkret sebab kini Freya seperti dapat mengendalikan tubuhnya yang kokoh dan sangat suka bela diri.


Waduh! Kalau salah langkah bahaya ini mah!.


Kalau Freya sampai salah satu langkah saja! Calon penerus dan isteri sah purnama akan hilang ditelan bumi!.


“Masih mau melawan hm? Mau melawan pakai apa lagi kau?” tanya Freya dingin dengan seringai mengerikan di wajahnya.


Sejak awal, bumil ini sudah berbahaya karena kedudukannya namun... Kebahayaan itu meningkat dua kali lipat sebab bumil ini malah memiliki insting yang tajam seperti fern dan pergulatan yang menuju ke area yang fatal seperti Revan.


Bumil ini mengambil sifat Revan dan fern. Dan parahnya tak ada yang tahu! Sehebat apa bumil ini hingga berani melawan Rina sendirian?.


_________________________________


Nah loh, sejak awal Freya memang dibuat author mencurigakan.


Sebab apa? Istilah like father like son berlaku disini, ditambah gen dari fern. Berbulan-bulan Freya tinggal bersama abangnya jadi jelas bahwa gen fern juga menurun ke Freya.


Haha, novelnya bener-bener mau tamat :) itu artinya author akan langsung fokus ke karya satunya.


Umuuu, sejujurnya author seneng banget ni novel bisa tembus 99.000+ viewers tanpa promote sampai saat ini yah mungkin setelah ini author bakal gencar promote, sepadan sih sama epsnya yang udah 100+. Sungguh! Niatnya author cuma buat iseng-iseng aja.


Kan emang saat itu author ngga tau tentang sistem kontrak, trs likenya berapa, favnya berapa? Votenya gimana? Hadiahnya? Komentarnya?.


Author ngga tau itu semua sebab apa? Author lebih suka nulis buat iseng, lah ehh kebablasan sampai-sampai novelnya udah bisa memenuhi syarat kontrak terus author perbaiki kosakatanya, sebab di awal-awal novel perkataannya sungguh kacau.


Paragrafnya juga menggunung.


Pernah ya author berhenti di eps dua puluhan kah? Ya itu karena author sendiri ngga tau kalau ada yg nunggu ni novel up, selain itu ada komentar pedas disini author down dongg, ya mana tau author kalau di novel lainnya banyak jg yg kyk gitu?.


Author biasanya like, vote, kasih hadiah gitu ke novel yg udah author baca, ngga liat komennya pokok author suka ya author dukung.


Dulu sebelum mau mendaftar kontrak, saya sudah coba tapi saya gagal, di tahap pertama malah, nah ini yang membuat saya intropeksi diri.


Kosakatanya saya perbaiki, covernya sinopsisnya saya ubah semua.


Dan yeah saat di rekomendasikan di platfrom ni novel tembus 6k+ views sehari. Yaa mungkin bagi kalian kecil namun bagi saya yang ngga pemes seperti ini itu sudah sangat menguntungkan.


Hingga akhirnya novel saya diterima kontrak, disitu author jingkrak-jingkrak kesenangan.


Ini ngga luput dari dukungan kalian semua. SEKALI LAGI AUTHOR UCAPKAN TERIMAKASIH. Author ngga bakal lelah mengucapkan makasih ke kalian berkali-kali.


Sesungguhnya nih.. likenya menurun, author sadar sih yang baca (pembaca tetap) 500/400 an namun seperti biasanya likenya turun.


Tapi author tetap melanjutkan sebab apa? Sebab setidaknya masih ada yang mau melihat novel ini, jadi saya lanjutkan.


Oke, sekian dengan ceramah perjuangan saya pagi ini.


-Nadira

__ADS_1


__ADS_2