
Tak jauh berbeda dari kondisi pandu yang nelangsa, delard juga harus menelan ludahnya.
"Tuan! Jadi bagaimana? Anda harus ganti rugi!" Ucap seorang CEO perusahaan rendah yang membuat onar.
"Mohon maaf tuan, tapi saya dan tuan saya bahkan tidak mengenal anda!" Balas delard dengan tatapan dingin.
"Bohong! Kalian sudah membuat saya rugi! Cepat ganti rugi ke saya!" Sahut orang itu tetap Keukeh dengan pernyataan dirinya.
"Saya bilang saya dan tuan saya tidak mengenal anda! Apa anda tuli?!" Teriak delard penuh amarah, habis sudah kesabarannya.
Sudah lima jam dia dan orang itu berbicara, tuannya juga tidak bisa dihubungi.
"Tuan! Harusnya saya yang marah! Saya rugi karena anda, hanya perusahannya yang besar tapi orangnya tidak bertanggung jawab!" Balas orang itu judes.
"Saya tegaskan lagi! Saya tidak mengenal anda! Lalu bagaimana bisa saya membuat anda rugi tuan?!" Teriak delard lagi, sudah tahu kesabaran delard sudah habis tapi orang itu malah tetap mengibarkan bendera perang dengannya.
"Tapi anda itu dari PT A.P.T mana mungkin anda tidak mengenal orang yang anda buat rugi tuan?!" Sahut orang itu lagi dan lagi.
Eh.. tunggu PT A.P.T? Setelah berdebat selama lima jam akhirnya delard menemukan masalahnya.
"Tuan... Ini perusahaan A.F.P company! Bukan PT apapun itu! Anda salah alamat!" Sarkas delard memijat keningnya yang berdenyut.
"Jangan berbohong! Saya tahu ini PT A.P.T!" Orang itu tetap saja teguh pada pendiriannya dasar keras kepala.
"Tuannn!!! Sebaiknya anda lihat nama perusahaan yang anda mintai ganti rugi sekarang juga!" Balas delard menggerakkan giginya hingga berbunyi.
Orang itu terlihat melihat kesana kemari sampai ia menemukan tulisan ' CEO A.F.P company' yang ada di meja khusus CEO.
Yup! Mereka berada di ruangan fern, sebenarnya tulisan itu harusnya ' Arron Fernandez putra, CEO A.F.P company' namun berhubung mereka sedang bersandiwara jadi ya.. begitulah.
__ADS_1
Seharusnya mereka berada di ruang meeting namun... Saat delard melihat keributan yang dibuat bapak ini ia merasa kalau masalah ini akan berbuntut panjang nyatanya benarkan tebakan dirinya?.
"Astaga.. maafkan saya , saya salah perusahaan sekali lagi maafkan saya tuan" ucap orang itu lalu menunduk dan sesegera mungkin berlari keluar tanpa mengucap permisi.
"S*alan! Waktu lima jamku terbuang sia sia! Hanya karena orang g*la itu!" Teriak frustasi delard menggelegar di ruangan fern, berhubung ruangan itu kedap suara maka suara delard tidak akan terdengar oleh para karyawan.
"Tuan ini juga kemana? Dihubungi tidak diangkat! Untung aku bawahannya kalau tidak..." Omel delard greget dengan tingkah aneh tuannya.
Sudah lah.. yang namanya hidup tinggal dijalani saja mau itu menyebalkan mau itu menyedihkan mau itu menyenangkan, hanya bisa dijalani saja.
________________________
"Huaaa tuan, sudah! Saya lelah" ucap pandu seraya menangis entah dimana harga dirinya saat ini.
"Mana harga dirimu pan?!" Teriak Revan yang malah tidak memperdulikan keluhan dari asistennya.
"Lagipula ini salahmu yang tidak becus dalam bekerja" sambung Revan dengan mode preman.
Ia hanya bisa mengasihani dirinya yang memang sungguh malang.
"Sudahlah, cepat cari yang ku perintah kan padamu" ucap Revan yang disambut gembira oleh pandu.
"Jangan terlalu senang, hukumanmu tetap berlangsung" sambung Revan datar.
Seketika semangat pandu mulai turun drastis dengan lesu ia kembali menulusuri seperti yang diinginkan tuannya.
Memang ya! Tuan itu tinggal merintah doang! Tidak tahu bagaimana sulitnya mendapatkan informasi.
Meski batin pandu ngedumel tidak karuan namun ia tetap melaksanakan perintah tuannya dengan taat.
__ADS_1
"Tuan! Ada paket di depan! Ditujukan kepada tuan Revan".
Ketika mendengar suara salah satu anak buah tuannya, ia mengernyit siapa sih yang mengenal rumah ini? Kecuali dr Anisa, nyonya muda, nyonya besar dan nona muda eh ada lagi lus-..
Loh.. Lusi tau rumah ini dari mana?.
' bang*at! Kemana fikiranku saat itu? Aku memberi data dia dan tuan menerimanya karena nyonya ingin Lusi jadi pelayan pribadi nya!' batin pandu meruntuki kebodohannya.
"Tuan? Ini paketnya" ucap salah seorang pelayan memberikan paket kepada pandu yang mematung.
"Ah baiklah! Lanjut bekerja!" Ucap pandu singkat nan dingin.
Tak mau menambah masalah pandu kembali ke kamar tuannya.
"Kenapa kau kembali lagi pan?" Tanya Revan padahal Revan tidak melihat ke arah pandu melainkan ke luar.
"Ada paket untuk tuan" jawab pandu.
"Kemarikan, jangan lupa besok selidiki A.F.P company lagi" balas Revan datar.
"Baik tuan" sahut pandu lalu memberikan paket yang masih rapi kepada tuannya.
' enak sekali tuan berbicara begitu! Difikir tidak capek? Besok menyelidiki A.F.P company lalu tentang nyonya muda dan orang asing itu, belum tentang Lusi yang aku curigai' batin pandu mengeluh.
Tentu saja.. dirinya harus menyelidiki terlebih dahulu tentang Lusi, dan tuannya hanya akan menerima informasi akurat akan tetap begitu senantiasa.
Ketika Revan membuka isi paket itu tuannya terlihat membeku di tempat hingga pandu memutuskan bertanya "ada apa tuan?".
"Siapa yang mengirim ini?" Tanya balik Revan.
__ADS_1
Lah.. memangnya kenapa dengan isi paket itu?.
________________________