
CKLEK
Freya mengalihkan pandangannya ketika pintu perpustakaan dibuka dengan pelan, “Freya apa yang kamu baca hingga tidak menyadari bahwa Abang memanggilmu?.”
“Eh? Abang memanggil Frey?” tanya Freya bingung, ia sungguh tidak mendengar suara abangnya.
“Huft Abang tadi memanggilmu berkali-kali sayang!” Jawab fern gemas.
“Tapi Frey sama sekali tidak mendengarnya, apa Abang berbohong? Atau perpustakaan ini yang kedap suara?” tanya Freya curiga.
Curiga? Freya curiga kalau Abangnya berbohong.
“Lagian.. jika perpustakaan ini kedap suara maka Abang pasti mengetahui ini kan?” sambung Freya lagi.
GLEK
Tamat sudah, fern berbohong.. sengaja sebab ia khawatir jika Freya akan membuka sejarah-sejarah keluarga purnama.
Bukannya apa namun meskipun Freya lupa terhadap masa kecilnya bukankah Freya masih bisa mengingatnya sedikit-sedikit?.
Fern hanya tak mau kalau Freya merasa bersalah karena sesungguhnya yang memb*nuh anak perempuan Revan itu Rina yang tak lain saudara kandung Freya.
Jika fern pasti tak akan peduli, tetapi bagaimana dengan Freya yang memiliki hati lembut?.
“Ah, benar juga perpustakaan ini kedap suara Abang lupa” fern masih berusaha berakting dengan menepuk jidatnya lelah.
“Huh! Memangnya kenapa Abang memanggil frey? Biasanya juga Abang tidak memanggil frey” tanya Freya lagi.
“Abang hanya ingin bertanya, bukankah besok itu jadwal pemeriksaanmu?” tanya balik fern.
“Iya, besok jadwalnya frey pergi periksa ke dokter diana” jawab Freya namun setelahnya bumil itu mengerutkan keningnya.
“Memangnya ada apa bang?” Freya bertanya dengan memfokuskan matanya ke buku keluarga berzeliuz.
“Ya tidak apa-apa Abang hanya bertanya” balas fern tersenyum tak ikhlas, ingin rasanya fern menyahut buku purnama itu.
Tetapi baru saja tangannya bergerak delard sudah memanggil nya dari bawah sana.
“Tuan!” teriakan itu menggema di mansion.
“Bang, delard memanggil Abang sudah sana pergi lagipula Frey bentar lagi turun kok” ujar Freya membuat fern mendengus kesal.
Kenapa delard harus memanggilnya di saat seperti ini? Awas saja kalau beritanya tidak penting!.
“Iya, cepat ya sayang sekalian nanti kita keliling mansion sama-sama Abang juga sudah lupa bagian-bagian di mansion ini” sahut fern tersenyum lalu keluar dari perpustakaan.
“Hadeuh! Ada-ada saja Abang itu padahal aku lagi fokus-fokusnya memikirkan tentang keluarga berzeliuz” gumam Freya lirih.
Ia pun melirik ke buku tentang keluarga berzeliuz yang ia tadi baca, siapa ya Puteri pewaris yang ditulis di buku itu? Apa dugaan Freya benar adanya?.
“Apa kinen memang Puteri keluarga berzeliuz?” Freya bertanya namun tak akan ada yang menjawab sebab ia hanya sendirian disini.
***
“Ha-ha-hatchi!.”
“Astaga! Kamu kenapa sayang? Apa kamu sakit kita ke rumah sakit ya?” pertanyaan berderet itu keluar dari nyonya besar purnama, mommy lestari.
“Tidak mom!” jawab kinen, entah mengapa gadis itu berulang kali bersin padahal ia yakin kalau ia tak sakit sama sekali.
__ADS_1
“Lalu kenapa kamu bersin terus?” tanya mommy sambil mengecek suhu tubuh kinen.
“Tidak hangat, suhumu normal” ucap mommy ketika selesai memeriksa suhu tubuh kinen.
“Lihat kan Aku tidak sakit!” jawab kinen, mommy dan pandu serempak menatap ke kinen heran.
Pandu? Ah sekarang kinen, mommy, Revan dan pandu sedang berdiskusi. Tak heran jika Revan tidak menatap kinen heran.. Revan memang menyayangi adiknya namun cukup mengetahui bahwa kinen tidak sakit maka semuanya akan baik-baik saja.
“Sudahlah mom sekarang kita harus fokus untuk berdiskusi tentang cara menemukan kak Freya sebelum aku mengurusi perusahaan Daddy!” ujar kinen tegas, wajahnya berubah serius.
Revan yang hanya diam pun mengangguk singkat.
“Kan hanya ada tiga negara yang kemungkinan menjadi tempat dimana king f alias Abang kandung dan kak Freya sendiri berada yaitu negara T, negara K dan negara C” sambung kinen.
“Tapi kita bisa mencoret negara K sebab black dragon's tidak beraksi disana, kemungkinan terbesar itu di negara T dan C” ucap kinen lagi mencoret nama negara K.
“Dan kata mata-mata kita di pertempuran negara T hanya ada orang kepercayaan king f dan asistennya” sambung kinen mencoret nama negara T, sedangkan Revan, mommy dan pandu hanya mengangguk.
Kinen menulis di aplikasi digital di handphonenya karena mereka masih di rumah sakit tak mungkin pergi ke mansion lagi hanya untuk ini.
Kenapa ia menulisnya? Ini sudah jadi kebiasaannya, ketika menemukan orang yang menemukan kakaknya pun ia menggunakan kebiasaan ini.
“Tapi kita tetap berhadapan dengan negara C yang luasnya tidak perlu diragukan” simpul mommy.
“Benar, tapi kita bisa mencari dimana letak mansion arron berada” ucap Revan tiba-tiba.
“Memangnya kau sudah menemukan letaknya?” tanya mommy dan dibalas anggukan dari Revan.
“Dimana bang?” kini kinen yang bertanya dengan wajah penasaran pada Revan.
Namun Revan melirik ke pandu, menyuruh agar pandu yang menjelaskan.
Sedangkan mommy mengangguk faham, tak heran jika daftar mansionnya banyak sebab keluarga purnama pun sangat banyak kan keluarga Arron itu keluarga terkaya nomor 2, keluarga purnama nomor 1 dan keluarga berzeliuz berada di nomor 3.
Kekuasaan keluarga berzeliuz sedikit menurun akibat tidak adanya pemimpin beberapa tahun silam dan kepemimpinan Leon yang tak sepenuhnya baik.
“What?! Abang serius? Itu tiga belas wilayah yang besar! Kita juga tidak tahu letak pastinya” ujar kinen menghela nafasnya, ia sungguh harus bersabar dalam menghadapi king f yang ternyata Abang kandung kakak iparnya.
“Mau bagaimana lagi kin? Mendapatkan data itu saja sudah sangat sulit! Setidaknya kita bisa mengetahui wilayah dimana mansion arron berdiri” balas mommynya mengelus lembut kepala kinen.
Mendengarnya kinen mengangguk seraya menghela nafas berat untuk kesekian kalinya.
‘Kehidupan mafia itu sangat berbahaya dan memusingkan!’ batin kinen yang mengingat bahwa kakaknya disembunyikan oleh musuh bebuyutan abangnya.
***
Freya menggelengkan kepalanya seolah menolak kenyataan yang hadir di hadapannya, benarkah? Benarkah jika kinen adalah Puteri pewaris dari keluarga berzeliuz?.
‘Jika itu benar maka berarti kinen pasti sangat tertekan dengan keadaan’ batin Freya mulai memikirkan nasib adik iparnya.
Setelah lama merenung ekor matanya melirik ke buku purnama yang sama sekali belum ia baca.
Tangan ramping Freya meraih buku itu dan membukanya, ia membaca satu persatu kata dengan malas entah kenapa moodnya selalu naik turun.
“Rafa aldeto purnama, seorang pewaris yang telah mengukir banyak prestasi bersama isteri tersayangnya Oliver lestari Angelina atau sekarang adalah Oliver lestari purnama” Freya yang langsung membuka halaman tengah disuguhkan dengan artikel yang membahas tentang mommy.
“Mereka melahirkan seorang lelaki bernama revanno gramantha purnama menikah dengan Rina Amelia Graham beberapa tahun si— eh? Menikah? Jadi mommy kandungnya Dinda itu nona Graham?” gumam Freya lirih sekaligus tercengang.
__ADS_1
Rasa-rasanya ia pernah mengenal marga Graham.. tapi dimana?.
‘Dimana aku mengenal marga ini?’ batin Freya mencoba mengingat-ingat bagaimana bisa ia sudah tak asing dengan marga ‘Graham’.
Setelah lama berfikir tetapi tak menemukan jawaban Freya kembali membaca lanjutan kisahnya.
“Keluarga purnama mencapai keberhasilan yang membuat keluarga purnama menjadi terkenal selain itu keluarga purnama juga merupakan teman dari keluarga berzeliuz yang notabenenya adalah keluarga terkaya nomor 1 saat itu.”
“Tetapi beberapa tahun setelahnya tuan besar purnama ditemukan meninggal dunia sementara nyonya purnama menghilang bersama putera purnama dan Puteri berzeliuz” Freya tak terkejut sebab isinya sama seperti buku yang baru ia baca.
“Kemudian nyonya purnama muncul begitu saja seolah tak terjadi apa-apa bahkan ia tutup mulut atas kejadian yang pernah terjadi, saat itu para netizen berharap bahwa tak akan ada ujian berat lagi sebab nyonya purnama kelihatan tidak mengurus dirinya sendiri.”
“Akan tetapi beberapa belas tahun setelah itu nyonya purnama jatuh sakit, hal ini dimanfaatkan para musuh untuk menggulingkan tahta perusahaan sebab saat itu yang memimpin adalah putera sulung purnama yang sama sekali tidak mengetahui tentang bisnis.”
“Usaha musuh-musuh itu berhasil, Revan putera purnama berusaha untuk mengembalikan posisi perusahaannya namun tak bisa hingga ia memutuskan untuk bekerja di tempat lain dahulu setelah itu baru membangun perusahaan dari nol” Freya menghela nafas sedih ketika membacanya.
“Namun pukulan bertubi-tubi diterima oleh Revan, anak perempuannya adinda melyncya purnama meninggal akibat kelalaian ibu kandungnya sen-.”
DEG
“Apa? Dinda meninggal karena ibunya sendiri?” lirih Freya menutup mulutnya tak percaya.
Ibu mana yang tega untuk membuat anaknya meninggal? Karena lalai pula, memangnya sedang apa dia hingga tidak memperhatikan adinda?. Beberapa pertanyaan itu meluncur reflek di otak Freya.
Freya mendorong buku itu menjauh.
‘Kenapa banyak sekali kisah sedih di dua keluarga ini?’ batin Freya, Freya itu wanita yang sangat simpatik.
Freya terdiam beberapa saat, seolah-olah ia baru saja mengingat sesuatu.
“Tunggu! Graham.. bukankah Graham itu marga a-asliku?” Freya mendelik ketika ia mengingat nya.
Graham.. tak salah lagi! Itu marganya dulu, Freya mencoba melupakan kejadian itu hingga sekarang dan usahanya itu berhasil tetapi bukan berarti ia tak bisa mengingatnya lagi.
Kekhawatiran fern terjadi juga.
“Jangan bilang kalau Revan melakukan itu karena aku saudarinya Rina? Kenapa..?” Freya menahan tangisnya, tangisan tak akan mengubah apapun!.
‘No no, aku harus kuat! Tapi kalau Revan benar mencintaiku maka harusnya ia tak begini! Seharusnya dia bisa membedakan memang benar aku saudarinya Rina tapi aku tak bersalah! Malah aku sudah dibuang dari keluarga itu’.
‘Tapi itu tak bisa mengubah kenyataan, yang memb*nuh adinda itu.. saudariku sendiri.’
Freya membatin dengan air mata yang menggenang, tangannya mengusap air mata itu berharap agar ia bisa menjadi lebih kuat lagi.
Ia sudah terbiasa menghadapi kerasnya dunia, maka harusnya ia juga bisa menghadapi masalah seperti ini.
_______________________________
Nah karena semua misteri sudah Freya ketahui maka MUNGKIN di chapter-chapter selanjutnya author bakal skip ke empat bulan+ setelah kejadian ini.
Rencana revan dan keluarga purnama menemukan Freya juga sudah jelas, jadi tinggal hasilnya, iya kan?.
^^^And author juga udah stuck ide di moment ini :) daripada author ngga up-up lebih baik author langsung skip.^^^
Tetapi ini masih mungkin.. menurut kalian bagaimana? Author selalu membutuhkan saran dari kalian 😊.
Ah ya terima kasih atas semua dukungannya 🤗.
Seperti biasanya, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
__ADS_1
Thank u~
-Nadira