My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.91. Mansion mommy


__ADS_3

Freya sudah kembali di lingkungan rumah sakit, menunggu Revan menjemputnya.


Namun... Kenapa pria itu tak kunjung datang?.


“Nyonya” panggil seseorang dari samping Freya, mendengar suara yang sedikit berat, pasti orang yang memanggilnya merupakan spesies lakik!.


Freya menoleh dan mendapati pandu? Ada di sampingnya, Untuk apa pandu kemari? Bukankah katanya pandu ada urusan?.


“Loh, kok kamu disini pan? Bukannya katanya kau ada urusan?” tanya Freya heran.


Pandu meneguk ludahnya susah, ini semua karena tes DNA itu! Ditambah tuannya menemukan Freya dan musuhnya bersama!.


Pria yang sama sintingnya dengan fern itu sudah pergi, dia juga sudah menurunkan perintah untuknya.


“Antar Freya pulang, jangan katakan apa-apa padanya”.


Pandu hanya bisa mengasihani nyonya mudanya ini, sebab.. ia jelas tahu jika tuannya tak ingin melihat Freya dalam waktu dekat ini.


“Nyonya, saya akan mengantar anda.. apa anda ingin ke mansion nyonya besar? Nona kinen mengundang anda kesana” ucap pandu, ia tak menjawab pertanyaan Freya sebab ia enggan berbohong apalagi pada nyonya mudanya ini.


“Benarkah? Ayo! Tunggu, Revan mana?” tanya Freya, pandu nyaris berdecih ketika pertanyaan yang ia hindari muncul juga.


“Tuan sedang ada proyek mendadak nona” jawab pandu, Freya hanya bisa mengangguk.


“Baik, ayo ke mansionnya mommy!”.


______________________________


“Wah!, Kakak kesini? Kok sendirian mana bang Revan?” tanya kinen ketika melihat kakaknya.


“Loh bukannya kamu ya, yang nyuruh kakak kemari?” tanya balik Freya.


“Iya sih, aku memang ingin kakak kesini.. tapi mana Abang?” lagi-lagi kinen bertanya tentang sang Abang.


“Oh, itu kakak juga ngga tahu” jawab Freya menaikkan bahunya pelan.

__ADS_1


Kinen dan mommy saling pandang, kemudian keduanya meminta Freya untuk beristirahat mengingat kandungan Freya yang masih muda.


Dan.. wanita muda itu mengikuti perkataan mommy juga kinen.


Setelah memastikan Freya sudah masuk ke kamarnya mommy dan kinen memandang tajam pada pandu.


“Kenapa Abang membiarkan kakak sendiri?” tanya kinen tetap menatap tajam pada pandu.


‘ Lah! Kalau nyonya sendirian terus saya ini apa nona? Patung?’ batin pandu.


“Saya tahu kalian akan sulit untuk percaya namun.. nyonya muda itu adik kandung dari mantan isteri tuan” jawab pandu lirih.


“Lah? Bukannya memang begitu? Puteraku itu tak tahu kalau menantu adalah adik dari si j*lang itu?” tanya mommy mengangkat alis kirinya.


Seketika pandu bingung sendiri, “Dan.. nona dan nyonya besar tetap menerimanya?”.


“Karena kak Freya berbeda dari si reret-reret itu” kali ini kinen yang menjawabnya.


Reret?.


“Ah, Rina non bukan reret” ucap pandu mengingatkan.


Pandu hanya bisa mengangguk maklum, tak heran jika nona mudanya ini membenci Rina sebab karena tindakan ceroboh dari Rina.. adinda, ponakan pertama sekaligus gadis kesayangan kinen kehilangan nyawanya.


Dan.. inilah yang pandu bingungkan, bukankah nyonya mudanya dibantu oleh mendiang nona muda?.


B-bukannya.. pada nona mudanya itu ada gelar ‘Mendiang’? Itu berarti nona muda alias adinda melyncya purnama sudah tiada!.


Mendadak pandu merinding sendiri, ia memang asisten Revan.. memb*nuh sudah biasa baginya, melihat darah itu bagai melihat matahari saat pagi.


Namun.. pandu tenang karena pandu tak memiliki Indra ke enam, tapi pandu sendiri yang mendengar jika nyonya mudanya itu di bantu mendiang nona muda?.


Wah, benar-benar menakjubkan! Dunia ini memang tak pernah bisa di tebak.


“Lalu.. sekarang mana Revan?” tanya mommy menatap pada pandu.

__ADS_1


“Saya tidak tahu nyonya, tuan hanya memerintahkan saya untuk mengantar nyonya muda” jawab pandu menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.


______________________________


“Hey bro! Sudah lama kau tidak datang kemari, sekalinya datang langsung lima botil? Wah hoki hoki!” ucap seseorang pria, pria itu berumur antara 20 tahunan memakai pakaian hitam yang selaras dengan rambut dan matanya.


Bahkan dengan kurang ajarnya pakaian itu terbuka dari kancing 1 sampai tiga, ditambah ia tengah duduk dengan memegang Soju di tangannya.


Kurang apa lagi? Hanya karena itu para j*lang mendekatinya.


Yah tak heran, sebab tempat ini adalah bar.


“Diam, dasar berisik” balas lelaki di depannya, bedanya lelaki ini lebih normal sebab ia hanya mengenakan pakaian biasa.


Namun para lalat tetap mengerubungi lelaki di depannya ini.


“Wah, kejam sekali! Berhentilah minum.. itu sudah botol ke enam!” sahut pria itu nyaris merebut botol temannya.


Namun tak sampai sebab temannya itu terlalu tangkas untuk di hadapi.


“Oh astaga, sejak kapan kau jadi begini?” sambung pria itu lagi, ia mengelus kepalanya yang pening.


“Kau mau one night stand disini?” tanya pria itu saat temannya tak bicara.


Ia kira temannya, Revanno gramantha purnama mabuk.


Sayangnya.. ia selalu lupa jika temannya ini tak pernah mabuk.


“Tidak” satu kata untuk menolak ucapan temannya.


Tangan Revan mengibaskan tangan si ulet saat tangan wanita itu mulai menyentuh anggota tubuhnya.


Sebab, hatinya memang sudah tertaut dengan orang lain.. ia tak akan puas dengan ulat-ulat disini karena hanya ada satu wanita yang bisa membuatnya puas.


Namun..

__ADS_1


Apa reaksi kinen, mommy dan Freya jika mereka tahu kalau Revan, orang yang mereka cari malah berada di tempat hiburan ini?.


______________________________


__ADS_2