My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.26. perdebatan


__ADS_3

Freya saat ini sedang berjalan santai di halaman belakang sambil merenungkan perkataan adinda, ia berjalan sambil menatap ke lantai.


tak sadar ia berjalan kemana ...


lalu tiba tiba bruk


Freya terjatuh saat menabrak seseorang.


Freya pun mengangkat kepalanya , matanya membulat sempurna ..


"k-kau... ?!" ucap Freya terkejut.


sementara itu..


" hei wanita ! kapan kau bisa mendapat mesin itu ?!" tanya pandu pada dokter Anisa.


"diamlah ! kubilang dulu sebulan , sekarang baru berjalan 1 Minggu " jawab dokter Anisa memendam amarah.


"apa kau tidak bisa mempercepat waktunya ?!" tanya pandu lagi.


BRAK


meja di pukul kuat oleh dokter Anisa pandu yang melihat sedikit kaget.


"ada apa denganmu Mak lampir ?" tanya pandu yang keceplosan memanggil nama Mak lampir.


'bodoh kau pan.. kenapa kau harus keceplosan saat ini' batin pandu.


"apa kau bilang Mak lampir !!!!" teriak dokter Anisa.


"hei ! ini rumah sakit ! jangan berteriak seperti itu!" balas pandu.


lalu dokter Anisa mengejar pandu .

__ADS_1


Dan tentu saja pandu juga berlari , mereka sekarang berada di halaman depan rumah sakit , saat ini halaman itu sepi karena sekarang waktunya pasien beristirahat juga sekarang bukan waktunya berkunjung.


lalu dokter Anisa berhasil menggapai lengan pandu namun ia terpeleset.


pandu yang melihatnya sontak menangkap dokter Anisa dan mendekapnya.


mata mereka bertatapan selama beberapa detik.


sampai akhirnya pandu memalingkan wajahnya lalu melepaskan dokter Anisa.


dokter Anisa sendiri langsung pergi meninggalkan pandu.


di kediaman keluarga purnama..


"jadi apa maksudmu ?" tanya Freya mengumpulkan keberaniannya menghadapi orang di depannya.


"intinya , kau dibantu dengan putriku bukan?" tanya balik Revan.


flashback on


"k-kau... ?!" ucap Freya terkejut.


Freya pun langsung berdiri , baru kali ini ia berbicara pada Revan .


'apa benar ia dan adinda daddy anak ? , sifat mereka sangat berbeda ' batin Freya lalu berdiri.


"ikuti aku !" singkat Revan.


'oh adindaa.. apa mau daddymu ini ' batin Freya terus mengikuti Revan.


sampai dimana ruang tamu berada mereka duduk berhadapan.


Revan bahkan menyuruh semua orang kecuali Freya pergi.

__ADS_1


sekarang diruangan itu hanya ada Revan dan Freya.


"bagaimana kau bisa berubah dalam satu hari? kau bahkan mendadak bisa membaca ?" tanya Revan menatap mata Freya.


'apa ?! siapa yang memberitahunya ? pandu !! dasar panduu awas kau !' batin Freya.


"jawab dan tatap mataku!" perintah Revan.


Freya pun perlahan lahan , menatap mata Revan.


"jadi apa maksudmu ?" tanya Freya mengumpulkan keberaniannya menghadapi orang di depannya.


"intinya , kau dibantu dengan putriku bukan?" tanya balik Revan.


flashback off


deg ! hati Freya berdetak kencang , ia berfikir keras apa yang harus ia jawab.


"kenapa kau berfikir seperti itu ?" tanya Freya.


"tidak usah berpura pura , sikap dan sifat barumu ini bahkan seperti adinda " jawab Revan.


"tidak ! mungkin mirip tapi aku belajar sendiri" ucap Freya mengelak.


'kalau aku berkata yang sebenarnya.. akan makin sulit untuk membantu adinda' batin Freya.


"jujur !" ucap Revan .


"aku sudah jujur tuan " ucap Freya santai meski batinnya tidak karuan.


" kubilang jujur ! jangan membuatku mengulang kataku lagi" ujar Revan.


'astagaaa adinda masalah apa ini ?' batin Freya.

__ADS_1


"tuan saya sudah bilang tidak dan akan seterusnya begitu karena saya memang belajar sendiri ! saya undur diri , terima kasih" ucap Freya lalu berdiri dan meninggalkan Revan.


"mau kau bilang tidak , tapi aku tau kau diajari Dinda !" gumam Revan.


__ADS_2