My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.64. Retas sistem


__ADS_3

Pandu sekarang kelabakan, belum mendapat hasil pasti perintah tuannya eh malah ada orang yang berusaha meretas sistem keamanan mereka.


Dan... Yang lebih buruknya data tentang nyonya mudanya berhasil di retas! Bukannya tentang perusahaan malah nyonya muda!.


Wah.. mau ma*i saja pandu ini!.


"Ck! Tidak becus, bagaimana bisa data nyonya bocor? Kalian b*doh!" Teriak pandu dingin di depan orang yang bertugas untuk menjaga sistem.


"M-maaf tuan" jawab mereka serempak.


"Apa permintaan maafmu bisa mengembalikan keadaan? Apa permintaan maafmu bisa mengembalikan waktu?" Tanya pandu sarkas.


"Tidak tuan" jawab mereka dengan menundukkan kepalanya menatap ke bawah.


"Permintaan maaf tidak diterima, kesalahan tetap kesalahan dan itu prinsip kerja disini! Jadi.. terima hukuman kalian" sahut pandu datar lalu pergi meninggalkan seorang tukang jagal dan mereka yang gagal menjaga sistem.


"Tuan, maafkan kami!"


"Tuan tolong! Kami tidak akan berbuat kesalahan lagi!".


"Tuan! Saya mohon kerendahan hati anda!".


"Tuan saya mempunyai isteri dan anak! Bagaimana nasib mereka nanti?!".


Teriakan teriakan itu memenuhi gendang telinga pandu namun.. ya pandu masa peduli dengan semua itu? Yang harus ia pedulikan adalah bagaimana ia harus menjelaskan ini kepada tuannya nanti?.


' s*al! Kalian fikir hanya nyawa kalian yang dipertaruhkan disini? Nyawaku juga! Hanya karena kesalahan kalian nyawaku juga ikut! S*alan! Semoga mood tuan sedang bagus' batin pandu nyaris berdoa.


Tapi lagi lagi pandu hanya bisa menyerah pada takdir, tuannya saja tadi minum sampai mabuk!.


Lalu.. kata pandu mood tuannya bisa bagus? Ralat! Mood tuannya buruk saat ini!.


"Hahaha, bersiaplah untuk menemui singa jantan pan~" gumam pandu yang sudah nelangsa.


"Tuan.. anda sudah sadar belum?" Tanya pandu dari luar kamar.


' semoga saja belum' batin pandu sampai menahan nafasnya sendiri saat menunggu jawaban jika tuannya memang sudah sadar.


1 detik


2 detik


3 detik

__ADS_1


4 detik


5 detik.


Tidak ada jawaban "oh... Baik tuan saya nanti akan kembali jika tuan sudah sadar" ucap pandu riang gembira.


"Saya baru sadar, masuk!" Balas suara serak dari dalam.


GLEK.


Akhirnya pandu hanya bisa menelan ludah dengan kasar sebelum menerima amukan dari Revan.


"B-baik tuan, saya masuk!" Balas pandu mengetik kode lalu terbukalah pintu neraka, eh pintu kamar Revan.


"So?" Tanya Revan menatap tajam pada pandu yang sudah berkeringat dingin.


"Anu tuan.. anu... Itu loh.." jawab pandu gugup.


"Apa?!, Bicara yang jelas!!" Sahut Revan dengan oktaf yang tinggi.


"S-saya belum mendapat informasi.. namun da-data nyonya Freya diretas tuan" ucap pandu memejamkan matanya menunggu amukan dari Revan.


"S*alan! Bagaimana kau melaksanakan tugasmu pan! Apa kau b*doh? Kau ingin tiket menuju neraka?" Amuk Revan.


' tuh kan, si singa jantan marah! Oh semoga aku masih bisa hidup, nyonya jika hidupku memang ditakdirkan sampai disini jangan rindukan saya~' batin pandu bersuara.


________________________


"Astaga, menantu! Apa kamu sakit? Kalau sakit istirahat saja!" Ucap mommy mengelus punggung freya.


"Iya kak! Kalau kakak flu lebih baik istirahat aja, kami tidak mau kakak sakit lebih parah!" Sahut kinen dengan khawatir tak jauh dari mommy yang sama khawatirnya dengan kinen.


"Lus! Kamu ke apotek cari obat flu ini uangnya" sambung mommy yang segera di taati oleh Lusi yang sama khawatir.


"Eh... Tidak kok! Kakak tidak sakit , tidak tau tadi kenapa kakak bersin" ucap Freya mencoba menenangkan keduanya.


"Beneran sayang? Kalau sakit bilang aja! Biar kami yang masak kamu istirahat di kamar aja" balas mommy yang masih khawatir.


"Tidak papa mom, tenang aja" sahut Freya lantaran ia memang tidak sakit.


"Jangan jangan ada yang ngomongin kak Freya lagi?" Tanya kinen dengan muka garangnya.


"Loh... Iya bisa jadi! Kata orang orang kan kayak gitu!" Jawab mommy tak kalah garang dengan kinen.

__ADS_1


"Udah udah, kakak tidak papa kok mom kin, jadi jangan khawatir lagi ya kita lanjutin masaknya lagi aja ya?" Tawar Freya.


"Ish, beneran ya kak? Tidak bohong sama mommy dan aku kan?" Tanya kinen memastikan.


"Iya beneran, ayo kita lanjutin masaknya" jawab Freya dan akhirnya mommy bisa menarik nafas lega setelah mendengar pengakuan kalau menantunya baik baik saja.


Hingga beberapa saat kemudian..


"Yeay! Finally! Ayo kak, mom kita makan bareng" ucap kinen bersemangat.


"Ahahah iya kin, ayo kita makan bareng bareng ya" balas Freya tersenyum karena tingkah dari kinen, adik iparnya.


"Yaudah, ayo di tata dulu ini masakannya" ajak mommy lalu membawa satu piring ke meja makan.


Meja yang biasanya penuh canda tawa dirinya dan quqi, meja yang membawa memori indah, meja yang menjadi saksi akan tingkah sweet antara dirinya dengan Rafa dan sahabatnya dengan Joni.


Pada akhirnya mommy hanya bisa mengubur memori yang buruk dan mengingat memori yang indah.


"Mom, mommy baik baik aja kan?" Tanya Freya di belakang mommy karena ia melihat mommy yang berhenti secara mendadak.


"Eh... Mommy tidak papa! Ayo kita tata!" Jawab mommy mengalihkan pembicaraan.


Kinen Hanya mampu diam membisu ketika tahu jika mommynya sedang mengingat masa lalu.


Pada akhirnya.. akan tetap seperti ini, mom tarinya akan terus teringat akan hal ini tidak ada yang berubah.


"Lah! Tadi mommy yang ngelamun sekarang Kinen! Kamu ngapain ngelamun kek gitu sih kin?" Ucap Freya menghampiri kinen lalu menepuk pundak gadis itu.


"Eh astagaa! Kak buat kaget aja ih! Masa sih aku ngelamun?" Tanya kinen kaget lalu lanjut berjalan.


"Ih, sekarang pura pura amnesia kamu!" Jawab Freya kesal.


"Eh udah udah! Ayo dimakan jangan debat Mulu kalau debat terus kapan dong makannya?" Lerai mommy agar keduanya tidak berdebat terus.


"Iya mom!" Jawab Freya dan kinen serempak lalu tertawa kecil bersamaan.


"Selamat makan!" Ucap kinen menatap ke mommy dan Freya bergantian.


"Selamat makan!" Balas mommy dan Freya serempak dengan senyuman yang lebar.


Akhirnya suasana harmonis kembali memenuhi mansion yang sudah pernah ditinggalkan oleh mommy.


Suasana yang dirindukan mommy akhirnya terjadi lagi di tempat yang sama namun dengan tokoh yang berbeda.

__ADS_1


Pada akhirnya waktu akan terus berjalan sesuatu yang mengubah hidupmu tidak akan membuat waktu berhenti.


________________________


__ADS_2