My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.98. Suara yang menggema


__ADS_3

BRAK


“Arghh! Aku nyerah buat nyari kak Freya! Ngga ada petunjuk yang pasti sama sekali!” desah kinen, gadis muda itu baru saja menggebrak pintu mansion milik Revan.


Kinen sudah jengah sendiri dengan sang Abang, dan.. kinen juga mengingat jika sang Abang pernah menelusuri jejak musuhnya yah mungkin abangnya bisa menemukan jejak Freya?.


Siapa yang tahu huh?.


“Berisik”, mendengar suara itu kinen mendongakkan kepalanya ke atas.


Matanya bertatapan dengan mata sang Abang yang terlihat seperti.. helo panda eh maksudnya seperti panda.


“Bang! Abang gimana sih? Yang hilang ini isteri Abang loh” gerutu kinen menghampiri sang Abang yang sudah turun dari tangga.


“Lalu?” tanya Revan seolah tak peduli.


“B*ngsat! Bang, sudah berapa kali sih aku bilang? Kak Freya itu ngga ada kaitannya dengan balas dendam abang! Emang adinda suka kalau daddynya ini jadi kayak gini huh?” balas kinen tersulut emosi, sudah beberapa hari ini ia dan mommy selalu mengunjungi Revan.


Dan.. yah mereka tetap mengatakan kalau Freya itu berbeda dengan Rina namun Revan malah..?


Sudah lama sekali sejak kinen ingin mengeluarkan seluruh unek-uneknya pada sang Abang, akhirnya kecapaian juga!.


“Lagian Abang masih ingat kan? Kak Freya sedang hamil! Dan kak freya pergi tanpa tujuan, setidaknya Abang harus peduli pada keturunan Abang!” sambung kinen sampai mengacak-acak rambutnya sendiri akibat frustasi.


Lagi dan lagi, emosi kinen semakin melunjak ketika melihat wajah abangnya yang tak terbaca namun.. tak juga khawatir.


“Sh*t!.. Bang, kak Freya sudah hilang selama dua Minggu, DUA MINGGU!” teriak kinen nyaris mencekik sang Abang.


Revan hanya menunjukkan wajah dinginnya, namun.. siapa yang tahu pemikiran pria itu?.


PROK


PROK


PROK


“Wah wah wah, kau sama sekali tak peduli dengan keturunanmu?” suara itu menggema di mansion Revan.


SRET


Seketika kinen membalikkan badannya dengan cepat, matanya menajam begitu pula dengan sang Abang.


Mereka sama sama meneliti, apa ada orang di sekitar mereka?.

__ADS_1


Akan tetapi.. nihil! Tak ada orang sama sekali.


“Jangan panik, dan yah.. aku setuju dengan adikmu meskipun abangnya br*ngsek ternyata adikmu berbeda” lagi-lagi suara itu menggema.


“Ck” Revan berdecak ketika ia tak menemukan sumber suara itu.


“Kau tahu? Lebih baik kau lepaskan dia! Dia terlalu baik untuk mendapat pasangan br*ngsek sepertimu”, suara itu terdengar dengan sangat menyeramkan seolah-olah orang itu mengenal Freya.


‘Dia’ yang orang itu sebut adalah Freya.


“Kau yang membawa kakakku?!” tebak kinen dengan teriakan super dupernya.


“Oh? Sepertinya begitu, dan.. intinya suruh si br*ngsek itu untuk menceraikan Freya maka semuanya akan beres di tanganku” ujar orang itu lagi.


Kinen membalas dengan suara gertakan giginya yang amat keras.


Watak kinen sama seperti Joni, ia akan membalas tantangan siapapun sebab ia tak ingin dipandang remeh.


Kinen merasa tertantang dengan orang ini untuk menemukan kakaknya, sebab orang itu seperti sedang mengejeknya ‘Aku lebih pintar darimu’ karena dia bisa membawa kak freyanya.


“Hey! Siapa kau?!” teriak kinen lagi, sedari tadi hanya kinen yang bersuara sedangkan abangnya hanya diam.


Namun sayang beribu sayang, suara menyeramkan itu tak kunjung muncul kembali.


***


Fern mematikan laptopnya dan melepas earphone milik nya ketika urusannya sudah selesai.


Delard memandang kaca yang berada pada mobil yang tengah ia setir.


Saat ini fern dan delard sedang menuju ke mansion setelah pulang dari perusahaan, dan tuannya mengusir rasa bosan di perjalanan dengan meretas sistem keamanan mansion Revan dan.. kelanjutannya kalian tahu sendiri kan?.


Ah ya, tuannya hanya melakukan hal terbaik untuk sang nona, memang benar.. jika Revan sudah tak peduli dengan Freya maka ceraikan lah Freya, dan fern yang akan mengurus Freya dan ponakannya sendiri.


Itulah maksud dari perkataan fern pada Revan tadi.


DRRT DRRT


Ponsel fern bergetar pelan mata tajam fern melirik ke ponselnya ‘My lovely sister’.


Melihat nama yang ia fikirkan muncul fern langsung mengangkatnya.


“Ada apa? Kau membutuhkan sesuatu?”.

__ADS_1


“Tidak bang, tapi Frey mau keluar ke taman sama mama, boleh kan?”.


“Tidak!”.


Suatu tolakan tegas dikeluarkan fern ketika mendengar permintaan adiknya.


Bukannya apa namun.. fern jelas tahu bahwa tak menutup kemungkinan jika keluarga purnama menemukan Freya saat adiknya itu keluar.


“Kenapa kok mama sama Frey ngga boleh keluar sih sama Abang dan papa?”.


“Sayang.. itu semua demi keselamatan kamu dan mama, jadi diam di mansion aja ya? Bentar lagi Abang sampai”.


“Yasudah”.


Mendengar balasan yang amat melegakan dari adiknya fern menerbitkan senyum tipisnya.


***


Freya menutup teleponnya setelah ia berbicara dengan sang Abang.


Freya mengiyakan ucapan fern sebab fern jelas mengkhawatirkan dirinya jadi.. Freya tak mau menambah beban fern.


“Jadi bagaimana sayang?” tanya mama grea.


“Abang ngga ngebolehin ma, katanya Abang bentar lagi pulang jadi lebih baik kita masak camilan aja buat kita makan bareng nanti” jawab Freya.


Papa Hunter sedang keluar, entah urusan apa yang tengah dilakukan oleh papa Hunter.


Mama grea pun menghela nafasnya sedikit lega sebab ia tahu bahwa Freya harusnya tak boleh keluar dari sini namun.. mama grea tak bisa menolak permintaan Freya.


Jadi ia meminta Freya untuk meminta izin kepada papa Hunter dan fern


Dan.. lihatlah? Hasilnya sungguh sangat memuaskan.


______________________________


Wah, tak terasa novel ini dah mau mencapai eps yang ke 100, Sekali lagi author ucapin terima kasih banyak untuk para readers.


Walau author up-nya telat, but.. author bakal terus usahain biar bisa up rutin seperti dulu.


Sekali lagi, makasih banyak!.


- Nadira

__ADS_1


__ADS_2