My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.63. Ingat umur dad!


__ADS_3

Hari kini sudah malam, Freya memilih kamar berdesain seperti Pangeran, yup! Itu kamar Revan selera Freya dan Revan itu sama!.


Tapi kinen menduga ada hal lain yang mempelopori pemilihan kamar ini.. kamar kinen itu bercat pink kemerahan sedangkan kamar Revan di cat hitam.


Dan.. kakaknya memilih cat hitam, itu sudah jadi bukti kalau kakaknya lagi lagi menyembunyikan perasaannya.


"Kak, ayo turun! Kita masak bareng sama mommy" ajak kinen seraya mengetuk pintu kamar Freya.


Namun.. tidak ada balasan atas ajakannya, mendadak kinen panik apa si leo Leo itu menemukan kami? Tapi kan.. ada penjaga di luar.


Kami kesini hanya ingin membuktikan kalau Abang punya perasaan atau tidak ke kak freyanya.


"Kak!, Ayo turun setidaknya jawab ajakan aku dong!" Seru kinen membuat mommy langsung menuju Puteri bungsunya.


"Kenapa kamu teriak teriak?" Tanya mommy pada kinen seraya berjalan santai menuju puterinya yang kelihatan panik.


"Ini kakak jawab anu eh" jawab kinen tidak jelas, namun untungnya mommy lestari menerjemahkan bahasa alien yang dimiliki kinen.


Yang bisa ditangkap mommy adalah ada sesuatu yang terjadi pada menantunya, Freya.


"Menantu! Ayo keluar kita masak bareng biar tambah akrab" Ucap mommy sedikit berteriak.


Namun hasilnya sama tidak ada jawaban.


"Menantu, ayo keluar!" Sambung mommy mengetuk pelan pintu kamar, namun hasil yang didapat sama saja.


Mommy dan kinen saling bertatapan, menantu dan kakak mereka tidak b*nuh diri kan?...


"Freya! Menantu!" Panggil mommy terus mengetuk pintu kamar Freya dengan brutal.


"Kak , kakak!!" Teriak kinen juga memukul pintu seperti orang kesetanan.


Hingga ada sesuatu yang mengejutkan mereka yang saat itu telah dilanda panik level tinggi.

__ADS_1


"Eh.. mommy, kinen kakak disini" ucap Freya di belakang mereka, kaget mommy dan kinen serempak menjauh dan menoleh ke belakang.


"Astaga, kak! Haduh ngagetin aja lagian kakak kemana aja sih?" Tanya kinen kesal.


"Iya bener tuh, kami panik banget" dukung mommy.


"Itu kakak di dapur bawah kok, terus kakak dengar keributan akhirnya kakak kesini" jawab Freya atas pertanyaan kinen.


"Tapi kan kami dari tadi buat ribut kak! Masa kakak ngga denger?" Tanya kinen lagi.


Sementara kinen terus membanderol Freya dengan pertanyaan mommy memilih untuk mendengar jawaban freya.


"Oh itu tadi kakak lagi masak tumis kangkung jadi ngga denger" terang Freya pada kinen dan mommy.


"Kakak!! Bikin khawatir aja!" Kesal kinen mengerucutkan bibirnya, ia tadi sudah bergelut dengan segala kemungkinan negatif yang ada.


Eh kakaknya malah ada di dapur! Benar benar kakaknya mau di dugem mentah sama kinen ternyata.


"Tadi kami mau ngajak kamu buat masak, tapi kamu tidak membalas ucapan kami jadi ya.." jawab mommy sekaligus menerangkan kejadian tadi.


Freya pun mengangguk mengerti akan penjelasan mommy, panik artinya sayang kan.


"Yasudah ayo masak, berhubung kakak tadi cuman Sempat buat tumis doang" ajak Freya tersenyum menarik kinen menuju dapur.


"Ih kak! Pelan pelan dong nanti jatuh gimana?" Protes kinen ketika dirinya ditarik oleh Freya.


"Ya jatuh tinggal jatuh kan kin!" Balas Freya dengan asal.


_________________________


"Jadi?" Tanya sang Daddy kepada fern yang duduk di depannya, mom grea sengaja dikirim dadnya ke cafe tentunya dengan dikawal.


Dengan alasan kalau fern mau minuman dari cafe itu.

__ADS_1


"Dad punya saran? Aku jelas tidak bisa mengatakan hal ini secara langsung" ucap fern dengan muka datar seperti lantai.


"Sebaiknya kamu selidiki, bagaimana kehidupan adikmu dulu hingga bisa bertemu musuhmu, dari situ kita bisa menyimpulkan semuanya" terang dad Hunter dingin.


"But dad.. datanya Freya dijaga ketat dengan si b*engsek itu!" Balas fern dengan mata menajam.


"Biar dad bantu untuk meretas sistem keamanannya" sahut dad Hunter menawarkan diri.


"Baiklah dad.." ucap fern lalu menatap ke arah atap dan memejamkan matanya yang terasa panas.


"Son.. kalau lelah tidur di kamarmu biar Daddy yang bilang ke mommy mu kalau kamu ke kamar" usul dad Hunter ketika melihat wajah puteranya yang lelah.


"Hmm" dehem fern lalu menaiki tangga menuju kamarnya dengan mata terpejam.


' semoga anak itu tidak menabrak apapun di mansion ini!' batin dad Hunter melihat fern hingga puteranya masuk ke dalam kamar dan menutupnya.


Seketika dad Hunter memijit kepalanya yang terasa pening, oh my God! Disaat seperti ini hanya ada satu penawar untuk kepanikan dirinya.


Hanya satu, wajah manis nan lugu isteri dari Hunter Arron hanya mom grea seorang.


"Daddy, fern mommy yang paling cantik jelita ini pulang" ucap mommy lalu melangkah masuk.


"Mom, sudah pulang?" Balas dad Hunter memeluk erat mom grea hingga yang dipeluk keheranan.


"Dad, kenapa? Apa ada masalah? Mana fern? Mommy udah bawain pesanannya fern" tanya mom grea berurutan dan hanya gelengan kepala yang didapatkan mom grea.


"Fern ada di kamarnya mom, dia lelah biarkan dia istirahat dulu, lalu.. kita bermain sebentar?" Tawar dad Hunter.


"Hush! Dad, inget umur! Masa udah tua gini main petak umpet? Kan itu permainannya anak kecil!" Balas mom grea malah mengoceh pada dad Hunter.


Dan hanya senyum terpaksa yang bisa ditampilkan oleh dad Hunter.


________________________

__ADS_1


__ADS_2