
Seminggu sudah berlalu sejak Freya di rawat.
Kini ruangan VVIP tersebut terlihat sangat riuh, “Rev! Mana Freya?.”
“Mom, aku kan baru datang Bukannya tadi mommy yang menjaga Freya?” tanya Revan mulai merasakan hawa tak enak.
Seketika mommy, fern dan mama grea kicep membuat Revan menyimpulkan sendiri apa yang terjadi.
Hingga, Revan langsung berlari ke luar mencari isteri kecilnya yang gemar sekali menghilang.
“FREYAA! APA ADA SESEORANG YANG MELIHAT NYONYA MUDA?” Para dokter pun terkejut, mereka menggelengkan kepalanya yang mana membuat Revan makin menatap dengan tajam.
“Bagaimana bisa kalian tidak tahu dimana isteriku?” mendengar pertanyaan datar dari Revan para dokter ini mulai berkeringat dingin.
“A—anu tuan, saya tadi melihat nyonya muda berada di ruang bayi tepat di hadapan nona muda” Revan melirik ke suster yang mengangkat tangannya ragu.
“Bagus, jika kau memberi informasi yang salah maka kau akan menerima akibatnya.”
Setelahnya Revan pergi ke ruangan bayi-bayinya yang memang di letakkan pada ruangan khusus. Maklum bayi yang ini kan punyanya si pemilik rumah sakit jadi jelas harus di istimewakan.
“Ulululu, puterinya mommy lucu sekali” mata dingin Revan melirik pada seorang wanita yang tengah memegang pipi gembul puterinya dengan hati-hati.
Seketika ia menghela nafas lega, “Freya.. kenapa kau nekat kemari tanpa memberitahu seorangpun?.”
Yang dipanggil menoleh dan tersenyum tipis, “Mau bagaimana lagi? Tadi aku mau izin ke Abang ternyata abangnya keluar beli makanan. Mommy dan mama tertidur, kan ngga enak kalau membangunkan mereka” Revan pun mendengus mendengar alasan Freya.
“Alasan! Kau tahu? Mereka sangat mengkhawatirkan dirimu” balas Revan mendekat ke arah Freya dan menatap anak perempuannya.
Yah, lahir prematur tak membuat kedua anaknya mengalami sesuatu yang buruk. Sepertinya mental yang dibawa mereka itu miliknya Revan. Dan ini sedikit melegakan.
“Hanya mereka? Berarti kau tidak mengkhawatirkan diriku?” Revan melirik pada Freya yang nyatanya tersenyum menggoda ke arahnya.
“Menurutmu bagaimana?” tanya balik Revan yang kini menatap Freya dengan tatapan intimidasinya.
Yang mana malah membuat kekehan ringan Freya muncul dengan mudahnya. Merasakan pergerakan di tempat tidur baby L Freya dan Revan menoleh.
Dilihatnya, baby L sudah bangun! Namun dia dengan tenangnya melihat sekilas mom and dadnya dan kembali memejamkan matanya.
Revan dan Freya berpandangan sejenak, kemudian Freya pun lanjut terkekeh.
“Lihat kan? Lucky sangat menggemaskan tapi dia pendiam” bisik Freya tepat di telinga Revan, membuat pria itu tersenyum tipis.
Yah rasanya ia tak ingin melepaskan kebahagiaan yang baru saja ia peroleh.
“Aku membaca di internet, katanya kalau ada bayi yang kembar.. sikapnya pasti bertolak belakang” ujar Revan datar, Freya menoleh dengan heran pada Revan.
“Internet? Kau mencari hal seperti ini hanya untuk baby C dan baby L?” Freya bertanya sambil tersenyum.
Yah rasanya.. Revan terlihat sangat peduli dengan anak-anaknya, mungkin ini juga karena kehilangan dirinya terhadap adinda dahulu? Yah entahlah.
Shtt tahukah kalian?.
Freya melihat lucky seperti gambaran adinda dahulu, uh meski berbeda sifat, katanya ia akan terlahir kembali menjadi seorang Puteri memiliki wajah dan mata seperti ayahnya dan rambut seperti ibunya.
Dan ia ingin bahwa dia akan menjadi anak dirinya dan Revan, yah mungkin saja keinginan gadis cantik itu terwujud.
__ADS_1
Tentu saja, Freya tak akan membiarkan adinda m*ti lagi untuk ke sekian kalinya. Kini adinda adalah anaknya.
Akan tetapi, adinda mungkin terlahir dengan ingatan baru. Ia pasti tak ingat apa yang terjadi di masa lampau.
“Apa yang kau fikirkan?” Revan bertanya tentang hal lain ketika ia melihat isterinya melamun sambil melihat lucky.
Revan mengerutkan dahinya ketika ia tak mendapatkan balasan dari Freya, ia lalu menggigit kecil leher Freya.
“Shh! Rev, sakit” Freya menjauhkan kepala Revan dari lehernya dengan segera.
“Makanya, jangan melamun” balas Revan dengan mudahnya menarik pinggang Freya dengan agresif.
Baru saja ia mau memulai menc*** Freya...
OEK OEK OEK
Freya menoleh ke ranjang lucky, gadis kecilnya itu terbangun lagi namun ia tetap tenang dan tidak menangis setelahnya Freya mengalihkan pandangannya pada ranjang Carpicorn.
Dan benar saja, putera sulungnya itu menangis tak karuan.
“Oh astaga! Carpicorn, kamu kenapa sayang?.”
Revan diam-diam mendengus sebal karena sikap Carpicorn, apalagi panggilan ‘Sayang’ yang ditujukan Freya pada Carpicorn, ia saja hampir tak pernah disebut dengan panggilan itu.
Tapi, Carpicorn?.
‘The real saingan’ batin Revan menatap pada Carpicorn yang kini tengah di gendong oleh Freya.
Revan pun memilih untuk menggendong puterinya, asal kalian tahu, dua bayi kembar ini tak bisa ditaruh pada orang sembarangan.
Sampai saat ini dua baykem (Bayi kembar) ini hanya bisa digendong oleh Freya, Revan, mommy, mama, pandu dan Andra saja.
Fern, delard, dr Anisa, kinen, Candra dkk? Pasti akan di aniaya oleh baykem ini.
Sungguh mengagumkan!.
***
Seven years later~
“Carpicorn! Kyky!” seorang mommy, berteriak memanggil dua buah hatinya.
Berjenis kelamin berbeda namun kembar membuat dua anak itu tumbuh bersama, mereka pun acapkali bermain petak umpet bersama hingga sang mommy kesusahan mengurus mereka.
^^^Note : lucky \= kyky, kyky itu panggilan kesayangan lucky.^^^
“Kenapa kamu berteriak seperti itu darling?” tanya sang Daddy yang baru pulang dari perusahaannya.
Mereka sudah kembali ke negara asal mereka, namun kinen dan fern tetap disana sebab nyatanya perusahaan mereka yang ada disana lebih membutuhkan daripada di perusahaan utama.
Yah fern dan yang lainnya sudah memberi pengertian pada freya, dia juga berjanji akan sering-sering mengunjungi mereka.
Akhirnya karena para tetua tak ingin menyusahkan Revan dan Freya (padahal reeya tidak merasa terepotkan) mommy tari, mama grea dan papa Hunter pun tinggal bersama fern dan kinen.
Mommy tari dengan kinen sedangkan nyonya dan tuan Arron bersama fern.
__ADS_1
“Itu, Carpicorn dan kyky mereka ngga ada di manapun” sang mommy, Freya terlihat menghampiri Daddy Revan dengan khawatir.
“Kamu sudah coba periksa ke ruang bawah tanah? Kau tahu kan? Mereka senang bermain labolatorium di sana” usul revan, pria itu kini nampak lebih fresh daripada belasan tahun lalu.
“Mereka tidak ada! Aku sudah mengecek kesana” balas Freya dengan gelisah.
Revan hanya mengangguk singkat, lalu...
“CARPICORN! KYKY, KELUAR ATAU DADDY YANG AKAN MENGUASAI MOMMY SEMINGGU INI” Freya menatap bingung pada Revan yang kini tengah berteriak dengan keras.
“Kenapa kau—?” sebelum Freya selesai berucap, Revan sudah membungkam bibirnya sejenak.
“Hitung-hitung itu bayaran karena aku berhasil membawa si kembar keluar dari sembunyian mereka” ucap Revan dengan senyuman tipisnya.
Revan hanya menatap wajah bingung Freya, sejak awal pendengaran Revan lebih tajam dari Freya. Jadi ya jelas! Freya tak akan mendengar suara hentakan kaki yang Revan dengar saat ini.
TAK TAK TAK
Ketika suara hentakan bersahutan itu semakin jelas Freya pun menoleh.
“Mommy!.”
“Astaga! Carpicorn, kyky kalian kemana saja? Mom kan sudah bilang jangan bermain petak umpet lagi” bukannya apa namun Freya jelas khawatir pada anak-anaknya, meskipun Revan plus abangnya sudah keluar dari dunia bawah dan membubarkan pasukan mereka namun.. Revan tetaplah pembisnis yang berpengaruh.
Ia tak ingin anak-anaknya hilang tanpa jejak.
Pandu? Pandu tetap menjadi asisten Revan, sekarang mereka pun sudah memiliki seorang Puteri yang cantik, begitu pula dengan Andra, hyura, Ali dan irland. Mereka tetap menjadi pengawal Freya namun saat ini mereka sedang cuti untuk menghabiskan waktu bersama pasangan masing-masing.
Inilah yang Freya bingungkan, abangnya sama sekali belum mendapatkan pasangan! Tetapi.. beberapa tahun yang lalu sebelum ia pergi abangnya sempat mengalami one night stand dengan seseorang, identitas orang itu masih tidak diketahui oleh semua orang.
Termasuk fern.
Ia dan mama grea dulu habis-habisan mencerca fern karena hal ini, yeah tak urung ia dan mamanya masih seorang wanita.
Lebih parahnya.. bagaimana jika ternyata gadis itu sekarang sedang mengalami sesuatu yang berat karena harus mengandung benih abangnya?.
Fern pun sudah mencari di seluruh titik di negara C namun tidak mendapatkan hasil sesuai ekspetasi fern.
Ah, entahlah dimana wanita yang ditiduri fern dulu.
_________________________________
Hayoo yang mau menebak silahkan, genre apa yang author tentukan untuk fern? Ini genre yang terkenal belakang ini.
Tentunya akan ada unsur CEO namun genre utamanya bukan itu.
Wkwkwk, ini extra part pertama dan terakhir yang author kasih di novel ini.
Author ngga bakal mengganti judul plus cover sebab sejak awal novel ini author ciptakan untuk reeya.
Baiklah, silahkan di tebak jika mau.
Lope u readers~
-Nadira
__ADS_1