
Berminggu-minggu setelah penyerangan itu telah berlalu..
“Sayang, ayo bangun.. sampai kapan kau akan terbaring disini?” tanya seorang pria pada isterinya.
Setelah pria itu mendapat izin dari mommy dan adiknya, ia langsung membawa isterinya ke mansion barunya.
Namun sudah beberapa hari ini wanitanya itu selalu bangun di siang hari, ini yang membuatnya bingung!.
Bahkan.. di tengah malam tiba tiba wanitanya itu mengajak.. ehm ‘Bermain’ dan anehnya wanita itu malah menjadi agresif!.
“Aku mengantuk!” terdengar lenguhan keras dari isterinya.
Hal ini membuat suaminya, Revan lagi lagi mendengus dengan dingin.
“Kenapa kau tidak mau bangun?” tanya Revan dengan nada datarnya.
“Ish, saat aku bangun kepalaku terasa pening, seminggu yang lalu aku sudah muntah karena ini” Freya terlihat sangat keras kepala beberapa hari ini.
“Muntah?” ulang Revan dengan dahi yang mengerut.
Namun tak ada balasan dari Freya, wanitanya itu kembali berkemul dengan selimut tercintanya.
Revan akhirnya tak punya pilihan lain selain menghubungi mommynya agar mommynya itu bisa memeriksa Freya, ia pun keluar dari kamar.
Ia tak membawa Freya ke dokter, sebab wanita itu takut jika dia harus berhadapan dengan dokter.
Yah beberapa kali kinen dan mommy harus dirawat di rumah sakit, Freya tak takut karena dokter itu akan memeriksa kinen atau mommy bukan dirinya.
Singkatnya, wanita tersayangnya takut di periksa oleh seseorang dengan gelar dokter ini.
TUT TUT TU-
“ Halo Rev, ada apa? Apa sekarang kamu dan Freya akan berkunjung?”.
“Nope mom”.
“Lalu kenapa kau menelefon mommy?”.
__ADS_1
“Aku ingin bertanya, Freya sejak kemarin muntah-muntah dan malas untuk bangun, ada apa dengannya?”.
“Astaga? Benarkah itu?”.
Revan mengerutkan keningnya ketika mendengar suara antusias mommynya, apa momnya tak khawatir dengan Freya?.
“Kenapa mom terlihat senang?”.
“Astaga! Anak b*doh ku, apa kau tidak mengerti bahwa itu tanda-tanda akan sesuatu!”.
“Tanda-tanda?”.
“Iya! Cepat bawa Freya ke rs ***, mommy dan kinen menunggu kalian disana”.
TUT TUT TUT
Telefon dimatikan sepihak oleh mommy, Revan hanya bisa menggelengkan kepalanya bingung.
Kenapa momnya tiba tiba antusias begini? Freya sakit! Dan.. mommynya malah terdengar senang dengan hal ini.
Lelah memikirkan semuanya yang ada di sekitarnya, ia memilih untuk mengikuti perintah momnya.
Pintu kamar terbuka, menampilkan sesosok wanita muda yang masih tertidur dengan pulas.
“Frey, ayo bangun kita akan bertemu dengan mommy” ujar Revan, yah ia tak berbohong sebab mereka juga akan bertemu mommy.
“Benarkah?!” Freya bertanya sambil mendudukkan dirinya reflek, ia begitu merindukan mommy dan adik iparnya.
Freya turun dengan tergesa-gesa, ia menarik kerah revan.. tindakan yang sungguh berani!.
“Apa itu benar? Aku akan menemui mommy? Apa kinen juga ada di sana? Aku merindukan mereka berdua” sambung Freya bertanya dengan beruntutan.
Revan hanya bisa pasrah saat kerah baju Revan ditarik oleh Freya dengan cepat, beruntung Freya ini isterinya jadi Revan tak akan menyerangnya.
“Hm” suatu balasan yang singkat, padat dan kali ini jelas.
“Baik! Aku akan mandi dahulu ya, tunggu dulu” ujar Freya dengan semangat membara seolah-olah orang yang malas tadi bukan dia, bahkan orang yang takut akan muntah tadi sepertinya bukan Freya!.
__ADS_1
Revan hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Freya yang sama sekali tak berubah, tetap menyebalkan.
Ia hanya mampu menaikkan bahunya pelan, ia akhirnya memutuskan untuk menunggu Freya di bawah.
Ia sudah mandi dari tadi, jadi ia merasa jika ia tak perlu berbenah diri.
______________________________
“Mom, ada apa? Kenapa kita kemari? Apa mommy sakit?” kebingungan yang telah dirasakan oleh Revan kini berpindah ke adiknya.
“No! Bukan mommy tapi menantu” ucap mommynya, momnya itu langsung bisa membaca wajah panik sang Puteri.
“Apa?! Kakak kenapa? Apa Abang tak bisa menjaga satu wanita saja?” tanya kinen dengan beruntutan.
Mommy menggeleng menolak semua ucapan kinen, akhirnya gadis muda itu mengerutkan keningnya ketika mommy menggelengkan kepalanya.
“Lalu? Apa yang terjadi hingga kakak harus masuk kemari?” tanya kinen dengan sedikit lega.
Ia sungguh lega, sebab kakaknya tidak terluka, namun.. kenapa kakak iparnya itu harus berada disini?.
“Revan menelefon mommy tadi, katanya menantu sangat malas beberapa hari ini, menantu juga sering muntah” jawab mommy membuat mata kinen berbinar.
Senyum hangat mommy tersibak, puterinya ini pasti mengerti apa yang ia maksud.
“Jadi kalau perhitungan mommy tak salah.. mungkin ada baby Revan junior yang menjadi dalang semua ini, namun mom tak memberitahu abangmu agar dia tak terlalu banyak berharap” sambung mommy.
Kinen mengangguk mengerti, ia sungguh ingin menjadi seorang Tante, apalagi kinen ini notabenenya adalah orang yang sangat suka dengan anak kecil.
“Mommy, kinen aku merindukan kalian berdua!”.
Kinen dan mommy sama sama menoleh dengan cepat ketika mendengar suara yang begitu mereka rindukan.
“Kami juga sangat merindukan kakak” balas kinen lalu memeluk sang kakak ipar.
“Benar, kenapa kalian tak berkunjung?” tanya mommy untuk sekedar basa-basi.
Namun Freya dan Revan hanya cengengesan tak jelas, bagaimanapun itu karena Revan yang sibuk mengurus dunia bawah, dunia atas dan sibuk membuat baby juniornya.
__ADS_1
______________________________