
Tak lama kemudian dokter yang menangani kinen keluar.
Mommy,Freya dan Revan sigap berada di depan dokter itu.
"Bagaimana keadaan anakku ? Dia pasti sedang mengeprank saya ya ? Suruh dia bangun nanti saya turuti keinginannya!" Ujar mommy menangis sampai bibirnya juga ikut gemetaran.
Sementara dokter di depannya hanya menatap sambil tersenyum "kalian anggota keluarga pasien ?"
"Benar ! Aku ibunya ! Bagaimana anakku ?" Sahut mommy tanpa jeda.
Sementara Freya hanya menatap dokter seolah meminta jawaban atas pertanyaan mommy.
"Syukurlah anak ibu baru melewati masa kritis , untung saja kalian mengobati dulu pasien untuk pencegahan agar tidak kehabisan darah , jika tidak nyawa pasien akan melayang" terang dokter tersenyum.
"Namun pasien masih belum sadar apabila sadar nanti tolong panggil saya , jangan ada yang menemui pasien tunggu kondisi pasien lebih stabil" ucapan dokter sambil melirik Freya lekat .
ia mengira kalau Freya adalah adik dari pasiennya tadi ditambah pakaiannya masih membuat lekuk tubuhnya terlihat walau samar samar , dan laki laki di sampingnya adalah abangnya itulah yang ia fikirkan.
Freya sama sekali tidak menyadari tatapan dokter itu karena ia melihat nanar ke ruangan kinen berbeda dengan Revan yang melotot karena melihat dokter itu menatap isterinya , seketika ia fokus pada freya.
' **** ! Kenapa penampilannya jadi seperti ini ?! Pantas dokter gadungan itu melihat isteriku ! Lihat saja aku akan merobohkan rumah sakit ini nanti !' batin revan.
Lalu Revan pun melepas jasnya dan memakaikannya ke tubuh Freya , Freya pun mendongak ke Revan sementara yang di tatap hanya membalas dengan datar.
Freya pun mendengus lalu fokus lagi ke ruangan kinen.
Sementara dokter itu jelas kelabakan , ia jelas ketahuan kalau ia melihat gadis di depannya itu segera dokter itu pun pergi.
Sedangkan mommy memikirkan kata kata dokter tadi.
"Syukurlah anak ibu baru melewati masa kritis, untung saja kalian mengobati dulu pasien untuk pencegahan agar tidak kehabisan darah, jika tidak nyawa pasien akan melayang."
__ADS_1
Itu berarti anaknya terluka parah, Jadi... Untung saja Freya ada di situ? Atau kinen pasti akan...
"Freya, Apa yang terjadi pada pakaianmu itu?! Kau mau menggoda dokter disini?" Tanya Revan dengan dingin dan menatap tajam Freya .
Sedangkan yang ditatap pun memandang tidak mengerti ke Revan.
Apa apaan sih?
____________
Sementara itu kondisi pandu memang tidak mengenakkan.
Sekali lagi, Jangan mau menjadi seperti pandu atau kau akan menderita.
Setelah mencari cari tentang nona kinennya itu dimanapun namun ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
Kenapa di kampus nonanya hanya menggunakan nama 'kinen .p.' kenapa begitu ? Padahal ia bisa saja menggunakan marga purnama? Iya, Saat mendiang tuan besarnya meninggal perusahaan purnama hancur dalam seketika! Seolah olah kematian itu sudah di rencanakan seseorang!.
Tapi.. sekarang keadaan sudah kembali normal, Malah perusahaan purnama yang tadinya hancur sudah berkembang pesat, meski.. hanya dirinya yang tahu tentang itu! yah salahkan tuannya yang tidak memberitahu siapapun.
Lalu kenapa nona mudanya ini ...?
Ting
Pandu merasakan ada lampu imanijer di kepalanya, Mungkin saat keadaan menurun drastis. Nonanya itu di pandang remeh oleh para guru, Namun karena nonanya memiliki prestasi yang cukup bagus ...
Yah walaupun masih hanya dugaan semata sih!.
Sepertinya ia sudah menemukannya ! Penyebab kejadian yang menimpa nona mudanya.
Ia hanya perlu bukti dan tyar ! Biarkan mereka menanggung akibat dari menyakiti nona muda keluarga PURNAMA.
__ADS_1
Bahkan mungkin tidak hanya tuannya yang membalas, namun nyonya besarnya itu juga akan ikut dalam pembalasan.
Sepertinya orang yang menyakiti nona kinen bosan untuk hidup.
Shtt ini rahasia, Sebenarnya anak dari nyonya besar hanya tuan revannya saja. Tentang nona mudanya? Ia juga tidak tahu identitas asli nona mudanya itu.
Sepertinya identitas nonanya cukup penting melihat mommy tidak mengizinkan nonanya berkumpul dengan teman temannya, ini seperti suatu jenis kekangan bukan?.
Sebenarnya ia juga cukup penasaran namun tuan dan nyonya bahkan nyonya muda sepertinya sangat sensitif jika bersangkutan dengan non kinennya.
Nah kalau gini mah mana berani si pandunya?, nanti nanti saja jika ia bosan hidup baru dia tanya.
"Tinggal melaksanakan tugas kedua dari tuan, menemui si dokter muda itu" ujar pandu sambil menghela nafas panjang, mau ditaruh dimana harga dirinya saat ini? ia benar benar malu dengan dokter itu.
"Apa daya? nanti kalau diundur kena sembur!" gumam pandu untung Revan tidak ada disana, kalau ada tamat sudah riwayatmu pandu !.
sedangkan itu...
"Tuan apa perlu kita lakukan ini sekarang?" tanya seorang lelaki menundukkan kepalanya.
"Kita tidak murahan, tunggu musuh pulih dengan begitu pertarungan seimbang" terdengar jawaban dengan nada dingin di depan orang yang bertanya, katakan orang itu takut karena ia sudah gemetar sendiri.
Tuannya ini sedikit... yah menyeramkan!.
_____________________________________
seperti biasa kita ketemu lagi nanti oke !
*see u again !
- Nadira
__ADS_1