My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.73. Ungkapan?


__ADS_3

TRANG


TRANG


TRANG


Bunyi samurai di luar tidak seramai tadi, musuh musuh keluarga purnama alias anak buahnya leo sudah D!E.


Tinggal pandu yang masih melawan leo, bisa dilihat oleh mommy kedua orang ini memiliki luka luka yang cukup banyak.


Lagian dimana coba puteranya? Pandu terlihat mengundur waktu daripada mengalahkan.


Bagaimana tidak? Lukanya sudah sebanyak itu tapi ia tidak mau berhenti! Seolah olah ia sudah merencanakan semuanya.


Samurai leo lagi lagi menyerempet tubuh pandu.


SRET


Luka lagi lagi di dapatkan pandu, kali ini wajahnya yang terluka, ingin membantu tapi selalu saja di cegah oleh pandu kinen dan mommy faham jika pandu hanya ingin menjaga mereka tapi.. bagaimana dengan kondisi pandu sendiri?.


"S*al!" Umpatan di layangkan Leo ketika pandu lagi lagi membalas serangannya yang berhasil melukai tubuh leo.


Bagian bahu, oh.. jangan jangan pandu mengincar luka di bagian vital?.


"Dimana Abang sih mom? Itu pandu lukanya udah parah banget!" Panik kinen menunjuk pandu.


"Mommy tahu! Tapi pandu juga tidak mau kita mendekat, sepertinya.. dia mengulur waktu?" Tanya mommy.


Mendengar kata 'mengulur waktu' kinen reflek melihat ke markas leo.


"Mom?, Ayo masuk kita melupakan kak Freya!" Ujar kinen.


Mommy yang baru ingat pun langsung menerjang mayat dan...


BRUK


Tubuh mommy mendarat sempurna di depan markas seketika mommy membeku.


Kinen yang baru sampai pun ingin menceramahi momnya namun tangan mommy mencegahnya untuk bicara.


Kinen yang agak bingung pun menoleh ke depan, dan voila kejadian mesra! Dan.. tokohnya abangnya dan kakaknya!.


' lah, Abang mau ngapain itu? Kak Freya udah kayak tertekan begitu' batin kinen terus melihat keduanya.


________________________


"Kau tahu? Tidak pernah terpikirkan oleh ku jika gadis biasa sepertimu bisa menaklukkan hatiku yang sudah ku tutup rapat rapat" bisik Revan seduktif di telinga Freya.


Freya yang memang sensitif di bagian telinga mencoba menjauhkan telinganya dari bisikan bisikan iblis eh salah maksudnya bisikan suaminya.


Namun sebelum niatnya tercapai Revan malah menaruh tangannya di bagian belakang leher Freya hingga Revan menekannya jadi tubuh Freya masuk sepenuhnya di tubuh Revan.

__ADS_1


Setelahnya kedua tangan revan berada di pinggang Freya memeluk tubuh yang bahkan tidak pernah ia sentuh.


DEG DEG DEG


Jantung Freya malah bertambah cepat dan cepat pastinya lelaki itu bisa merasakannya, kan saat ini mereka sedang berpelukan! Ralat! Harusnya kata kata yang benar adalah.. berpelukan erat.


Tanpa sadar tangan Freya bergerak untuk memeluk pinggang revan, tangan revan dari di pinggang Freya kini berada di leher sang isteri membelai rambut pelan.


Lalu Revan membenamkan kepalanya di rambut sang isteri.



revan berbisik lagi.


"Ilmu apa yang kau berikan padaku hingga aku tidak ingin melepaskan mu?" Bisik Revan di atas kepala Freya tetap berpelukan.


"Maksudmu?" Tanya Freya ingin mendongak namun tidak bisa ia tidak mau bertatapan dengan jarak dekat! Bisa bisa jantungnya mau keluar.


"Masih kurang jelas? I love u Frey!" Ungkap Revan.


Dapat ia rasakan jika tubuh Freya menegang secara tiba tiba di pelukannya.


"So? Kau tahu kau milikku! You is my mine!" Sambung Revan.


"I love u too".


Satu balasan dari Freya membuat Revan reflek melepas pelukannya dan menatap Freya yang sedari tadi tengah tersenyum.


"Apa? Katakan lagi" tanya Revan menatap mata Freya.


"Eh! Turunin" pinta Freya memukul bahu Revan yang ia jadikan pijakan tangannya.


"Oh baby, aku tidak berniat untuk melepaskanmu lagi" balas Revan dingin seolah olah ia mengatakan itu dengan keseriusan yang sangat tinggi.


"Tapi turunin dong!" Tak menyerah Freya meminta hal yang sama.


"Bilang 'baby turunin aku dong' dengan nada manja baru aku turunkan?" Tawar Revan.


Rasanya ia ingin mendengar nada manja dari mulut Freya lagi, ah mungkin nanti malam ia bisa mendapat banyak suara suara manja dari isterinya.


Namun sekarang juga ia benar benar menginginkan suara itu lagi catat sekarang juga.


Seperti suara saat ia pertama kali masuk kesini Freya mengeluh dengan nada manja karena tubuh lusi berat! Kalian ingatkan?.


"E-eh.. mana bisa begitu! Ayo turunin" balas Freya rona merah pada pipinya sekarang terlalu kentara hingga ia yakin Revan pasti melihatnya.


"Kenapa? Yasudah tidak aku turunkan" sahut Revan tak mau mengalah.


"Astaga, bisakah kau mengalah dulu padaku?" Tanya Freya kesal.


"Tidak" jawaban yang begitu menjengkelkan keluar dari mulut Revan.

__ADS_1


' ah astaga! Tidak ada pilihan lain daripada aku ada di atas terus!' batin Freya.


"Baby turunin aku dong" ujar Freya dengan sedikit manja.


DEG


Ingin rasanya Revan menghentikan waktu.


Ia pun menatap dalam Freya, rasanya ia ingin memakan gadis ini sekarang juga.


Menepati janji Revan menurunkan Freya pelan pelan lebih tepatnya ia mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Dengan menurunkan Freya pelan pelan mata bagian depan tubuh Freya akan menyerempet di tubuh Revan.


Namun Freya yang terlalu lugu tidak bisa menangkap niat Revan, disangka suaminya itu sedang menurunkannya pelan pelan agar ia tidak terjatuh.


________________________


Kinen dan mommy yang melihat semuanya namun tidak mendengar apapun mematung di tempat mereka berdiri.


Bahkan tangan mommy tanpa sadar turun tiba tiba dari mulut kinen.


Mulut mereka terbuka lebar ketika Revan mengangkat Freya dengan riang.


"Ekhem!"


Tersedak ala ala mommy membuat fokus Revan dan Freya ke arah mereka.


"Son!, Senikmat apa berpelukan itu? Hingga kamu bahkan tidak merasakan kehadiran mommy dan adikmu?" Tanya mommy membuat Revan dan Freya saling pandang.


"Mommy melihat semuanya?" Tanya Freya.


"Ya iyalah! Kalian lupa? Ini masih di Medan perang!" Jawab mommy frustasi.


Beginilah orang muda jika sudah terjerat asmara.


Freya cengengesan sedangkan Revan hanya diam kenyataannya mereka lupa jika posisi mereka masih sama, sedang berperang.


Freya secara pribadi jelas merasa malu kepada mertua dan adik iparnya yang melihat segalanya.


________________________


Foto berasal dari pinterest.


Sekali kali author selipkan foto agar menghalunya tambah lancar, kalian mau tanpa foto atau tetap dengan foto seperti ini?.


Author mah kalau moodnya bagus bakal sertain foto.


Hehe yah semuanya tergantung mood.


Jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang pastinya bersifat membangun ya!.

__ADS_1


Terima kasih!


- Nadira


__ADS_2