
HAHAHAHA.
Suara tawa keras itu muncul dari duo A, sepertinya Arfi dan aura sangat bahagia karena suatu hal tertentu.
Apa itu? Yah yang jelas ini berhubungan dengan pembicaraan mereka tadi. Semua orang yang dianggap mereka bersalah tentunya akan mendapatkan balasan yang ‘lebih’ dari perbuatan yang mereka lakukan.
Yah itulah hukum yang ditetapkan oleh duo A ini, sejatinya mereka terlihat seperti anak kecil. Meski orang sekitarnya tahu bahwa mereka punya IQ diatas rata-rata namun.. Arfi dan aura nyatanya lebih berbahaya dari yang mereka duga.
Dengan kemampuan Arfi yang mampu menutupi jejak, memblokir situs dan mengacaukan kode pertahanan membuat pria ini berbahaya ah ya jangan lupakan Aura, dia yang meretas sistem, membuat pemberitahuan palsu dan amazingnya aura bisa membuat suara palsu.
Mama mereka? Beliau sudah tahu, namun ia menasihati anak-anaknya agar mereka tidak menggunakan keahlian itu untuk menghukum orang tanpa sebab.
Single mom itu terlihat mengurus anak-anak nakal ini dengan baik.
Tetapi tak urung duo A melihat mama mereka terkena masalah, tetangga duo A bahkan mengejek Arfi dan aura anak h*ram.
Yya, sebenarnya itu tak salah sebab Arfi dan aura memang terlahir tidak dalam kurun pernikahan, but.. orang tua mana yang diam saja ketika anaknya diejek ‘anak h*ram’ walau itu adalah sebuah kebenaran?.
Apalagi single mom itu sangat menyayangi putera puterinya, baginya kehadiran Arfi dan aura itu bukanlah sesuatu yang patut di sesali sebab nyatanya Arfi dan aura adalah orang-orang yang mewarnai hidup si mama.
“Bang, apa Abang tidak ingin tahu siapa papa kita? Kenapa dia membiarkan mama dan kita terlantar begini?” sebenarnya Arfi dan aura memiliki pemikiran yang sudah dewasa (bukan vulgar loh ya.)
Pertanyaan yang baru saja dilontarkan aura juga membuat Arfi tergugu diam.
Mana mereka tahu? Mamanya tidak pernah mengatakan apapun tentang ini, bahkan sang mama terpaksa bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka semua padahal Arfi dan aura masih kecil, kedua anak ini masih butuh bimbingan dari mama mereka.
Tetapi bagaimana lagi? Untungnya Arfi dan aura adalah anak kesayangan semua guru di sekolah mereka, guru-guru itu bahkan dengan sukarela mengajukan diri untuk mengantar jemput dua anak kembar ini.
Padahal mama mereka tak memintanya, terkadang duo A pun melihat para guru dengan konyolnya merebutkan mereka akan menumpang dengan siapa.
Yah, guru-guru itu sangat menyayangi Arfi dan aura. Inilah yang membuat para siswa dan siswi iri but.. bukan duo A namanya kalau peduli dengan omongan busuk macam itu.
Dunia ini keras, dan duo A merasakannya.
“Abang juga mau Ra, tapi kita mulai menyelidiki darimana? Kau tahu kan mama tidak memberitahu apapun pada kita?.”
Benar, mama mereka tak pernah memberitahu tentang hal ini. Rasanya cukup dia yang tahu sejarah tentang bagaimana duo A terbentuk.
Aura terdiam sejenak, abangnya benar sebab jika mereka tak tahu apapun maka mereka juga tak akan bisa menyelidikinya.
Anehnya di detik selanjutnya aura tersenyum smirk, “Abang.. Abang tahu kan? Aku tak mungkin berbicara kalau tak ada bukti yang kutemukan.”
__ADS_1
Arfi langsung melotot pada adiknya, ia mendekat dan memandang heran pada adiknya yang lebih muda 10 menit dari dirinya.
“Apa maksudmu ra? Jangan bercanda deh.”
Meskipun kaget sikap tenang Arfi mampu menutupi segalanya, perbedaan sifat antara aura dan Arfi ini maklum sebab realitanya mereka kembar, biasanya anak kembar itu sikapnya selalu terbalik.
“Siapa yang bilang aku bercanda? Abang ingat? DULU aku kalah dalam permainan. Dan Abang memberiku tantangan untuk meretas perusahaan Arron dan purnama selama sehari lalu Abang yang menutupi jejaknya, disana.. aku menemukan suatu foto” aura berucap dengan serius namun enteng.
Seolah-olah meretas sistem perusahaan pusat fern dan Revan itu semudah membalikkan telapak tangan. Padahal mereka itu masih kecil.
Aura dengan cekatan membuka foto tersebut di galeri laptopnya, tak ada yang khas ini hanya sebuah foto seorang anak lelaki saat dia kecil.
Yah walau taruhan itu sudah lama aura baru melakukan ini kemarin.
Namun kasus n ini tak seklise itu sebab..
“Tunggu, bukankah ini aku.. atau dirimu yang menyamar menjadi lelaki? Kalau diperhatikan wajahnya mirip denganku dan dirimu.”
Aura terkekeh pelan ketika mendengar suara Arfi, “Ini bukan aku atau Abang, ini foto masa kecil CEO perusahaan Arron sekaligus mantan king f” nyatanya aura sangat tahu tentang ini.
“HAH? WHAT THE?!—.’
***
Delard dibelakang sana hanya diam ketika melihat amukan dari fern, ini pasti pekerjaan double yang merepotkan, bukanlah tanpa alasan fern disini.. pekerjaan cabang perusahaan disini sudah selesai beberapa hari yang lalu namun fern masih ingin mencoba untuk mencari wanitanya sekali lagi.
Tapi...
“M—maaf tuan, namun kami tak bisa menanganinya. Tuan revan juga mengalami hal yang sama, dia ingin bekerja sama dengan kami tapi kami tidak bisa.”
“Apa maksudmu tidak bisa huh?.”
“Tuan Revan lebih tahu daripada saya, saya merasa tidak pantas—.”
Sebelum karyawannya alias orang yang mengatasi tentang pengamanan menyelesaikan ucapan berbelit-belitnya fern sudah membanting handphone dengan kasar.
“Ck, ayo kembali, kita lihat siapa yang berani meretas sistem kita.”
Beberapa saat berlalu..
Fern mendesis kesal saat ia sudah sampai di perusahaan pusatnya, orang itu benar.. tidak ada jejak sama sekali selain itu fern sudah mencoba untuk mengembalikan sistemnya namun.. kenapa sistem dan datanya kembali diretas? Seolah-olah orang ini selalu mengawasi dirinya.
__ADS_1
BRAK
Fern menatap kearah pintu, “Bagaimana? Kudengar perusahaan mu mengalami hal yang sama. Apa pelakunya satu orang?.”
“Bang, kalau itu sudah jelas. Pertanyaannya siapa yang bisa meretas dua sistem perusahaan tinggi sekaligus? Orang gila mana yang bisa melakukannya?.”
“Kenapa kau bertanya padaku? Aku baru kembali dari negara C! Aku tak tahu apapun tentang ini.”
Kini fern berdebat dengan orang yang ia sebut adik ipar tersebut, Revan terlihat berubah dari tahun ke tahun, sifat pria itu tak lagi es namun sudah secerah mentari seperti dulu.
Tapi tetap, pria ini akan cuek dan dingin lagi apabila bertemu dengan wanita.
Orang ini masih terlihat sensitive dengan wanita kecuali Freya. Ah fern jadi penasaran bagaimana kondisi adiknya dan twins tetapi sayangnya ini bukan waktu yang tepat.
“Tuan.”
Fern dan Revan sama-sama menoleh dan menatap pada asisten masing-masing. Sama seperti tuannya delard dan pandu juga bekerja sama untuk ini.
“Kenapa? Apa kau menemukan sesuatu?” fern bertanya dengan tidak sabar, ia tak sabar menghukum orang yang meretas sistemnya.
‘Oh meskipun keluar dari dunia mafia Sifat psycho ku masih tetap ada rupanya’ dengan santai fern berbatin.
“Tuan, pelakunya ada di negara ini di wilayah T. Namun kami sama-sama tidak bisa mengetahui identitas pelaku ini.”
Pandu dan delard melapor dengan kompak, pandu pun ingin agar masalah ini segera selesai dengan begitu ia bisa kembali berkumpul dengan isteri dan Puteri tunggalnya.
Sedangkan delard? Jelas bukan? Pria itu juga ingin pendamping.
***
“Bagaimana Ra? Kau sudah memberi celah agar salah satu dari mereka datang kan? Secara kita masih meretas mereka. Kalau mereka cerdas maka salah satu dari mereka yang akan datang.”
Tentu saja, mengapa? Sebab kalau mereka sama-sama datang maka perusahaan tak akan ada yang mengelola untuk mengontrol sistem mereka yang tengah diretas selain itu.. kalau hanya tuan-tuannya yang datang mereka akan kesusahan sebab biasanya para CEO selalu dibantu oleh asisten.
Cara yang paling kompeten adalah membiarkan satu paket (tuan dan asisten) datang kemari sedangkan yang lainnya mengontrol.
Menurut perhitungan Arfi yang datang jelas CEO dan asisten perusahaan Arron, sebab CEO dan asisten purnama sudah memiliki anak. Meskipun identitasnya dirahasiakan.
“Iya bang, dan aku takjub dengan Abang yang memikirkan semuanya dengan matang.”
Arfi hanya menatap adiknya dan tersenyum, “Tentu saja.. siapa dulu? Arfi gitu loh.”
__ADS_1
TBC