My Mafia Husband

My Mafia Husband
AGSMM: Memangnya apa urusanmu?! (Ayura and fern special moment.)


__ADS_3

Aura hanya memperhatikan abangnya yang terlihat sedikit kesal, “Bang.. ada apa dengan bibir Abang? Kok jadi mengerucut begitu?.”


Arfi yang masih sangat kesal dengan tingkah guru plus teman sekelasnya tadi pun menatap jengkel pada aura.


“Bagaimana tidak? Bu meetha dan teman sekelasku menguji abang! Mereka bahkan meletakkan lima puluh soal untuk Abang jawab dengan waktu lima menit, kau tahukan betapa gilanya ide mereka ra?.”


Aura yang mendengar pun berhenti melangkahkan kakinya mendadak, “Yang benar saja? Tapi kan Abang bisa menyelesaikannya? Pelajaran kelas enam itu kan mudah bagi Abang!.”


“Iya, tapi kan Abang tetap kesal ra. Untung Abang anak yang genius kalau tidak bagaimana?.”


Aura pun terkekeh singkat ketika mendengar balasan abangnya, tak heran sebab para guru baru biasanya selalu menguji mereka dan berujung duo A ini jadi murid kesayangan mereka.


Selalu seperti itu.


“Sudahlah bang, jangan begitu. Lagipula sangat besar kesempatan bahwa kita akan bertemu papa sekarang kan? Harusnya Abang senang bukannya kesal begitu, memangnya Abang mau menunjukkan wajah cemberut Abang itu pada papa?.”


Arfi akhirnya membuang nafasnya kasar ketika mendengar ucapan aura, “Kamu benar ra.”


Tak lama setelah pembicaraan duo A berhenti..


“Hai, sekarang giliran Bu tara yang mengantar kalian pulang kan?” duo A menatap guru mereka, Bu tara.


Memang benar sekarang waktunya Bu tara mengantar pulang mereka, aura dan Arfi menatap wajah antusias Bu tara, mereka pun mengangguk mengiyakan.


“Untung ibu segera menyelesaikan tugas jadi bisa mengantar kalian, bisa-bisa nanti ibu dan pak guru yang lain mengambil kesempatan seperti Minggu lalu.”


Duo A pun hanya tersenyum saat mendengar Omelan Bu tara.


“Baiklah, ayo masuk ke mobil Bu tara. Biar ibu antar” ajak Bu tara dengan mudahnya menggandeng duo A.


Si kembar Arfi dan aura, murid tersayang guru dan musuh terbesar para murid.


“Baik Bu.”


“Ehh lihat tuh, si bocil diantar Bu tara pulang.”


“Bener-bener ya memang mereka itu caper! Cuma karena pintar aja mereka pamer sampe-sampe diantar jemput sama guru-guru.”


Bu tara terlihat tersulut emosi saat mendengar omongan itu namun duo A hanya diam.


“Heh! Kalian—.”


“Maaf karena memotong ucapan ibu, tapi tidak papa Bu, tidak perlu didengar dan digubris. Mereka akan capek sendiri nantinya.”


Arfi membalas dengan tenangnya, berbeda dengan aura yang kini sudah menatap tajam pada sekumpulan orang itu.


Mereka bahkan tak tahu perjuangan mama ayura sebagai wanita hamil tanpa suami hingga melahirkan dan merawat duo A sendirian.


Sebagai single mom tentu ayura sangat di dambakan oleh dua anaknya, dengan mengatakan hal seperti itu.. secara tidak langsung mereka mengatakan bahwa mamanya tak bisa mendidik duo A dengan baik bukan?.

__ADS_1


Padahal bukan begitu, ayura mengajarkan dua anaknya hal-hal yang berbobot.


***


BRAK


Ayura mendobrak pintu rumahnya, matanya menatap tajam ke seluruh arah setelah melakukan panggilan telefon dengan seseorang misterius.


“Cepat kembali ke rumahmu, atau aku akan memb*nuh anak kembar mu yang menggemaskan ini.”


Sebuah pesan yang ia dapat dari seseorang misterius itu membuat ayura was-was, yang ia punya di dunia ini hanya Arfi dan aura!.


“ARFI! AURA! DIMANA KALIAN?!” suara cempreng ayura memenuhi seluruh bagian rumah.


Hening.. tak ada yang menjawab suara ayura.


Hingga ayura berlarian kesana-kemari berharap bahwa ia menemukan kedua anak kembarnya, dan berharap bahwa anak-anaknya itu baik-baik saja.


‘Aku akan memberikan pelajaran pada orang yang berani menyakiti anakku nantinya!’ batin ayura.


Hingga kaki single mom itu menapak ke kamar dua anak kembarnya.


CKLEK


“KYAA.”


Ayura berteriak dengan keras saat sebuah tangan kekar merebut pinggangnya, menutup pintu kamar duo A dengan cepat dan mendepet tubuh ayura ke pintu.


Dengan nyalang ayura menatap tajam pada pria yang berani menyentuhnya.


“MEMANGNYA APA URUSANMU?! KATAKAN DIMANA KAU MENYANDRA ANAK-ANAKKU?!” balas ayura dengan beraninya.


Padahal dengan sekali hentakan, pria itu bisa memb*nuhnya. Namun mata ayura terbeku ketika melihat netra mata pria itu.


DEG


‘Kenapa aku serasa familiar dengan pria ini?’ batin ayura bersuara.


“Jawab aku dengan benar!.”


Di sisi lain...


Duo A mengernyit ketika melihat mobil dengan supir di dalamnya, “Bang siapa itu? Aura rasa mama tak memiliki teman bukan?.”


(Karena terlalu panik ayura bahkan tak menyadari kehadiran mobil itu, yah kepanikan tentunya tak membawa hal baik tapi siapa yang tak panik kalau menjadi ayura?.)


“Bukankah itu asisten papa kita?” secara tak langsung Arfi mengakui fern sebagai papa kandung mereka.


Duo A pernah melihat foto delard, ketika mereka membobol sistem pertahanan perusahaan Arron.

__ADS_1


“Itu berarti.. papa sudah datang? Eh itu juga motornya mama kan? Apa mama dan papa sudah bertemu?.”


“Mungkin saja ra.”


Duo A saling menatap lalu mengangguk, delard masih belum menyadari keberadaan mereka berdua.


Usil, aura membuat nomor palsu (dengan handphone mama ayura yang tertinggal di motornya) dan menghubungi nomor delard yang di dapat dari sistem keamanan arron. Arfi yang melihat dan mengetahui pun hanya menggelengkan kepalanya pelan, tapi.. ia juga setuju dengan keusilan adiknya.


“Halo.”


Aura membesarkan suaranya agar terlihat seperti lelaki.


“Siapa ini?.”


“Aku adalah arwah penunggu rumah yang kau datangi, kau harusnya tak datang tanpa seizin ku.”


“A—apa? Mana ada hal yang seperti ini! Katakan yang sejujurnya.”


Ketika delard mulai mengedarkan pandangannya Arfi menarik tangan adik kembarnya dengan pelan untuk menghindari arah pandang delard.


Beruntung Arfi sudah memperkirakannya.


“Menurutmu bagaimana? Cepat pergi dari wilayahku sekarang hihihi.”


“Mana ada arwah yang bisa memegang handphone?.”


“Asal kau tau aku baru meninggal setahun yang lalu di sini, aku meninggal dengan handphone di tanganku jadi aku bisa menghubungimu.”


Arfi hanya menahan tawanya ketika mendengar alasan aura yang jelas tak masuk akal. Tapi sangat besar kemungkinan pandu terjebak dengan alasan aura, sebab menurut data delard masih agak takut dengan arwah. Tak heran? dia selalu menghabisi nyawa.


Di sisi lain..


“Apa maksudmu bertanya begini huh?!.”


Pria itu, fern menatap datar pada ayura dan foto anak kembar yang berada di sekitar mereka.


Mereka sama sekali tidak mirip, namun anak kembar itu sangat mirip dengan dirinya!.


“Anak kembar itu.. berusia lima tahunan? Hasil malam di negara C?.”


TBC


-


Nah, mari kita lihat bagaimana babang fern meluluhkan hati mana ayura yang terlanjur beku karena kesalahfahaman saat itu. Padahal mah itu ulahnya si Jessi.


Oke, seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Thank u readers~

__ADS_1


-Nadira


__ADS_2