
Ayura menatap pantulan cermin dirinya, ia pun menghela nafasnya lelah. Tak sekalipun ia bermimpi bahwa dirinya bisa memakai gaun dan aksesoris semahal ini.
Bahkan tadi, ayura sampai berhati-hati ketika menggunakannya, sungguh! Ayura benar-benar tak terbiasa dengan hal-hal seperti ini.
Bahkan terkadang, ayura mengira bahwa ia hanya sedang berhalusinasi saja. Di antara semua orang di dunia ini, mengapa ayura melakukan itu dengan fern?.
Akibat itulah, kehidupannya berubah 360°.
“Apa ini nyata?” gumam ayura menatap lekat dirinya yang begitu menawan.
“Ra, kenapa kamu belum turun?.”
Meskipun suara mama grea terdengar dari luar, ayura sama sekali tidak menyadarinya. Terlalu fokus melamun membuat ayura serasa lupa segalanya.
“Ra? Kenapa kamu tidak menjawab?” mama grea bertanya dengan khawatir, takut jika menantunya memutuskan untuk b*nuh diri karena merasa tak suka pada fern.
Yah, mama grea terlalu mengembangkan imajinasinya, namun yang namanya mama grea tentunya tak mudah diubah jalan fikirannya.
“Ra, mama masuk ya?” meskipun mama grea terdengar sedikit berteriak namun sistem kedap suara yang berada di kamar fern plus ayura ini membuat suara mama grea teredam dan sama sekali tidak di dengar oleh ayura.
BRAK
Mama grea langsung membuka pintu dengan keras, ia menoleh ke arah ayura yang terjingkat di depan cermin.
“Ra, kamu baik-baik aja sayang? Mama tadi memanggilmu tapi kamu tidak menjawab jadi mama langsung masuk kesini... Maaf karena mama sudah membuatmu kaget” tanya mama grea dengan wajah khawatir khas mak-mak.
“Eh mama memanggilku?” ulang ayura dengan kerutan bingung di wajahnya.
“Tuh kan! Kamu mikirin apa sih? Sampai-sampai teriakan mama yang over ngga denger?” omel mama grea mendekat ke arah ayura.
“Emm tidak ada kok ma!” sahut ayura menjawab Omelan mama grea.
“Ma, aura dan Arfi sudah siap atau belum?” nyatanya.. Arfi dan aura selalu tumbuh dalam pengawasan, dan didikan dari tangan ayura sendiri.
__ADS_1
Setiap paginya ayura selalu mengurus anak-anaknya itu terlebih dahulu, mengajari anaknya bagaimana cara mengganti pakaian agar nanti sepulang sekolah mereka bisa melakukannya.
Ayura pun sudah memasak jadi duo A tinggal memakannya, tiap malam pun duo A selalu belajar di bawah pengawasan ayura.
Jadi tentunya, ayura agak was-was bila menitipkan anaknya hanya pada art saja.
“Sudah, tapi ya begitu.. mereka tadi tidak mau di urusi oleh art, mereka meminta agar kamu yang datang cuma mama yakin kalau kamu juga pasti sangat lelah.. terutama saat kamu bertahun-tahun bekerja hanya demi mereka.”
“Jadi mama berniat untuk membiarkan mu istirahat walau beberapa menit saja. Akhirnya mama yang menggantikan pakaian mereka, mereka sekarang sedang menunggu kedatangan kita, ra.”
Ayura memandang sendu mama grea, begitu baiknya mertuanya ini.
Sejenak ayura menggerutu di dalam batinannya, ‘Mamanya baik kayak bidadari! Tapi kok anaknya sifatnya kek asyem gitu.’
Sebenarnya, ayura tau bahwa fern bukan putra kandung mama grea dan papa Hunter. Fern sendiri yang memberitahukan ini padanya, tapi kan fern tumbuh di dalam didikan mama grea harusnya sifatnya sama seperti mama grea kan?.
“Terima kasih karena mama bisa menerima kehadiran ku, Arfi dan aura” ujar ayura begitu tulus.
Mama grea tampak mengernyit tak suka, “Apa-apaan sih kamu Ra? Kalian itu menantu dan cucu mama! Harusnya mama yang minta maaf padamu karena anak mama kalian harus hidup dengan hinaan seperti itu.”
“Kami baik-baik saja ma. Sudahlah! Ayo kita turun saja ma, aura dan Arfi pasti sudah menunggu kita” ajak ayura mengalihkan pembicaraan.
Mama grea yang teringat pada kedua cucunya pun mengangguk menyetujui ajakan ayura, mama grea langsung menggenggam tangan menantunya itu.
“Oma, mama kenapa kalian lama sekali?” ayura dan mama grea hanya terkekeh saat melihat wajah menggemaskan aura.
Putri fern dan ayura itu tampak mengerucutkan bibirnya kesal, sedangkan Abang kembarannya terlihat sangat santai.
“Maaf sayang, mama yang salah karena membuat Oma sekaligus kalian menunggu” ayura membalas dengan senyuman.
“Hmm, oke! Aura dan Arfi akan memaafkan mama dengan satu syarat!” aura berbicara setelah saling bertukar pandang dengan abangnya.
“Baiklah, apa syaratnya?” tanya ayura yang masih tak menyadari bahwa mama grea, Arfi dan aura kini tengah saling memandang dengan licik.
__ADS_1
“Cukup mudah! Mama hanya harus mewujudkan satu permintaan kami” balas Arfi, ia sengaja bergantian untuk berucap dengan aura, jadinya mereka akan terkesan kompak dan menginginkan ini secara serempak.
“Oke, apa permintaan kalian?” ayura tetap bertanya walau hatinya kini nyut-nyutan seperti.. akan ada sesuatu yang buruk datang menghampirinya.
“Kami akan memintanya nanti saat papa dan opa ada di rumah” sahut duo A menyeringai licik.
Yups, benar sekali.. ini adalah langkah pertama yang dilangkahkan oleh tim penyatu ferra (fern dan ayura) yang dianggotai oleh aura, Arfi, mama grea dan tentunya papa Hunter.
Mama grea bahkan sempat berfikir untuk mengajak Freya bergabung, namun ketika mengingat bahwa putri bungsunya itu kini sedang berlibur ke villa purnama di negara P bersama Revan dan dua anaknya... Mama grea akhirnya hanya bisa menunggu Freya kembali.
Mungkin akan sedikit lama, apalagi Carpicorn dan lucky selalu penasaran dengan dunia luar. Dibatasinya kebebasan mereka membuat dua anak kembar itu hanya mengetahui dunia dari buku-buku saja.
Oleh karenanya, sesekali Freya mengajak dua anaknya berlibur. Sebab keputusan Revan untuk membatasi kebebasan anaknya itu tak salah, namun bukan berarti Freya setuju bahwa anak-anaknya tidak akan mengetahui dunia luar walau sedikit-sedikit.
“Hmm, terserah saja.”
Aura pun tersenyum dengan manis saat menyadari bahwa mamanya itu tak tau maksud permintaan mereka.
Ahahah, yuks kita lihat. Bagaimana jadinya jika duo A yang pintar mengatur strategi bergabung dengan papa Hunter yang licik dan mama grea yang sangat teliti.
“Baik, ma.. Oma ayo duduk” ayura hanya menggelengkan kepalanya saat menyadari meskipun anaknya genius tingkat tinggi namun sifat kekanakan mereka masih kental.
Contohnya saat ini, mereka seperti tak memiliki rasa sungkan sama sekali.
Mau menegur namun ini memang rumah duo A, jadi bingung tuh ayura.
Mama grea memilih duduk di samping ayura, setelah Arfi dan aura mengambil langkah pertama maka mama grea yang mengambil langkah kedua.
“Sayang, mama ingin bertanya” mama grea membuka pembicaraan, ia tak langsung menuju ke inti. Tangannya melambai pada para art untuk mengisyaratkan bahwa mereka bisa pergi.
Memang begini, mama grea biasanya memasak tapi yah karena sekarang ada ayura dan duo A mama grea nyaris tak memiliki waktu untuk memasak.
“Mama ingin bertanya apa?.”
__ADS_1
“Negara apa yang paling kamu sukai, Ra?” mama grea bertanya dengan serius.
TBC