
Kinen dan mommy cukup kerepotan melawan leo, mereka mungkin berdua namun kemampuan Leo ada di atas mereka berdua, mereka bertarung menggunakan samurai bukan pistol.
Pistol mommy dan kinen sudah di tampik Leo menggunakan samurainya, hingga mommy dan kinen terpaksa menggunakan samurai.
Mereka tak terlalu bisa menggunakannya!.
"Ternyata kalian masih sangat lemah" ucapan leo terdengar sangat pedas hingga telinga kinen dibuatnya terbakar.
"S*alan! Orang br*ngsek sepertimu tidak berhak berkomentar!" Umpatan demi umpatan sudah dilayangkan kinen dan mommy sejak pertarungan ini dimulai, mereka benar benar bertarung tanpa henti.
' abang.. apa Abang benar benar tidak datang? Apa Abang hanya mengirim anak buahnya? Pandu bahkan tidak ada disini' batin kinen melihat sekitar.
Lalu..
TRANG
Kinen kembali fokus ke Leo ternyata ia berniat menebas dirinya saat ia menoleh dan mommy tersungkur, ia pun menatap tajam ke dua samurai di hadapannya.
Namun.. ada samurai yang menahan serangan yang diajukan Leo ke arah kinen melihat dari struktur samurai leo samurai itu sudah dibuat setajam silet.
Pasti akan susah untuk mematahkan samurai semacam itu.
"Anda harus fokus di saat seperti ini nona" ujar pandu singkat lalu melawan leo, ia sengaja memojokkan leo agar musuh yang ini tidak bisa menyakiti keluarga sang tuan, Revanno gramantha purnama.
"Pandu!! Hanya aku, mommy dan Abang yang berhak memb*nuh nya!" Teriak kinen membantu mommy nya berdiri lalu melirik tajam ke arah pandu yang melawan leo.
"Saya hanya akan membuatnya tidak berdaya agar kalian bisa menyiksanya semau kalian nona, nyonya" balas pandu santai terus menangkis dan menyerang leo, pandu akui gerakan dari Leo ini memang sangat tangkas dan cepat.
Namun untungnya sebagai pengawal pribadi Revan, pandu harus menguasai semua teknik menggunakan senjata apapun terutama pistol, samurai dan pukulan.
Kinen dan mommy diam tidak menyahut balasan dari pandu, mereka membiarkan pandu melawan leo satu banding satu lalu memutuskan untuk membantu para anak buah mereka untuk bertarung.
__ADS_1
Semakin sedikit korban maka semakin baik.
Yah bukankah begitu?
TRANG
TRANG
TRANG
Bunyi samurai di tempat pertempuran begitu kental dan ramai.
Hingga kinen dan mommy tidak sadar jika pintu markas leo terbuka menampilkan dua orang yang menjadi pusat perhatian kinen dan mommy akhir akhir ini.
________________________
Revan mematung di tempat berdirinya, matanya sedikit melotot karena ia melihat pemandangan yang mungkin terbiasa baginya namun...
"Hey! Revan kenapa kau hanya diam disana seperti patung saja? Bantu aku pengkhianat ini berat!" Terdengar keluhan manja dari depan Revan, yang dipanggil akhirnya sadar dari lamunan panjang yang berpusat di fikirannya.
"Kau yang.. memb*nuh orang itu?" Tanya Revan mencoba menetralkan matanya yang nyaris keluar lalu menghampiri Freya ingin meraih orang yang membawa sang isteri ke lubang buaya.
Ya! Orang di depan Revan adalah isterinya sendiri, Freya gadisnya itu sedang menyeret tubuh lusi dan pemandangan yang baik jika tubuh dan kepala Lusi masih tersambung.
Entah bagaimana Freya bisa membuat Lusi... Umm tidak sadarkan diri?.
"Aku tidak memb*nuh! Aku hanya membuatnya pingsan hitung hitung balasannya karena berani mengkhianati diriku" jawab Freya menyerahkan tubuh lusi ke sang suami.
Suaminya itu langsung menaruh tubuh lusi di salah satu tiang markas, pandangan Revan terlihat menelisik ke sekitar.
Freya lalu mengambil sesuatu dan menyerahkannya.
__ADS_1
"Ikat dia dengan itu" ujar Freya setelah menyerahkan tali yang mengikat karung tempat ia dikurung.
"Hm" dehem Revan namun ia tetap melaksanakan perkataan Freya.
Setelahnya Revan bangkit lalu menatap ke sekitar nya dan Freya ada beberapa barang yang pecah namun setidaknya barang barang itu tidak melukai Freya, isterinya kan?.
Pandangan Revan alihkan lagi kini ia menatap dalam dan intens pada Freya hingga sesuatu menarik perhatiannya.
"Kenapa wajahmu sepucat itu?" Tanya Revan datar menunjuk wajah Freya dengan dagunya.
"Ah.. aku hanya mengoleskan sesuatu yang berwarna putih di karung itu, mungkin itu sebuah kapur?" Tanya balik Freya setelah menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Revan.
"Mungkin saja" jawab Revan mendekat dan semakin dekat ke arah freya yang tengah mematung.
Kaki Freya seolah lemas untuk berjalan hingga ia hanya bisa berdiam dengan tubuh tegak tanpa bergerak sedikit pun, Freya bahkan tidak bisa menarik nafas dengan benar.
"A-apa yang mau kau?" Tanya Freya gantung dan semakin gugup karena Revan terus berjalan mendekati dirinya hingga akhirnya suaminya itu berhenti.
Nafas Freya tercekat ketika ia merasakan nafas Revan yang beraturan di sekitarnya bahkan ia mendengar detak jantung Revan yang sama cepatnya dengan dirinya.
Revan hanya menyelipkan kepalanya lalu..
________________________
Huhuhu halo readers! Kita bertemu lagi semoga author tidak telat up seperti hari ini ya!.
hayoloh Revan ngapain ya? oh ya..
Jangan lupa letakkan jempol di tempatnya, berikan komentar yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u readers!.
__ADS_1
- Nadira