My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.70. Kena tilang


__ADS_3

Entahlah.. apa ia harus senang atau sedih, bagi fern ketika musuh bebuyutannya menghilang itu akan menjadi hal yang membahagiakan namun.. sang adik ikut hilang bersama semua keluarga musuhnya.


Fern harus membuang nafas lelah entah sudah berapa kali ia menghubungi sang adik.


Namun hasilnya sama, tidak ada jawaban bahkan ponsel adiknya mungkin mati.


Fern melihat layar ponselnya, tertera 50 panggilan yang tidak terjawab, panggilan? Tentu saja! Fern menelefon Freya sudah 50 kali namun tidak ada yang dijawab.


Fern lalu memutar ponselnya tiba tiba delard masuk tanpa permisi.


"Mau m*ti?" Tanya fern dingin menatap ke depan bukan ke delard yang masih berada di belakangnya.


"Maaf tuan, namun.. saya ada kabar yang mungkin berguna untuk menyelidiki nona muda" jawab delard dengan tegas, ancaman m*ti sudah seringkali delard dapatkan.


Entah itu dari tuannya atau dari musuh musuh tuannya, untuk masalah tuannya ia hanya perlu memberi informasi yang cukup berguna apalagi mengenai nona muda, itu pasti akan membuatnya terbebas.


"Sampaikan" balas fern lalu memutar Kursinya menghadap ke delard.


"Mobil tuan Revan ditilang oleh polisi di pelabuhan xxx" sahut delard.


Delard tidak perlu menjelaskan semuanya dengan terperinci karena tuannya memiliki otak yang cerdas, tuannya memiliki banyak opsi hingga memudahkan dia untuk menebak.


Dan biasanya tebakan langsung dari tuannya akan mempunyai peluang besar untuk..


"Dia? Adikku tidak kenapa kenapa kan?" Tanya fern datar, namun setelah delard perhatikan tuannya ini khawatir.


Sudah sejak kemarin ia was was entah kenapa, ia sendiri tak tahu kenapa namun.. bukankah ikatan batin itu kuat?.


Oh fern akan gila dengan semua pemikiran negatif yang ada di fikirannya.


________________________


Revan harus merelakan mobil Lamborghini kesukaannya untuk ditilang hanya karena ia menyetir dengan ugal ugalan.


Entahlah.. hal yang difikirkan Revan saat ia merelakan mobilnya untuk ditilang.

__ADS_1


Oh hanya satu yang ada di fikirannya 'keadaan isterinya', Freya hanya itu! Bahkan Revan tak bisa fokus kecuali memikirkan Freya.


"Tuan, fokus atau kita akan ketahuan" bisik pandu karena tuannya tiba tiba beranjak ingin menemui Lusi secara langsung.


Seketika Revan tersadar jika ia gegabah maka nyawa Freya akan melayang sekarang juga.


Ia harus bisa mengendalikan jiwa emosi dan psikopatnya setidaknya untuk saat ini.


Sementara itu..


Freya telah dibius namun ia masih berusaha untuk mempertahankan kesadarannya.


Meski dengan mata terpejam Freya tetap berusaha untuk tidak tertidur, setidaknya hanya itu yang bisa ia lakukan.


Jadi ketika kinen dan mommy menyelamatkannya mungkin ia bisa membantu.


Hanya kinen dan mommy.. ia rasa hanya mereka yang akan berusaha menyelamatkannya.


Samar samar Freya dapat mendengar satu hal.


"Saya akan membawanya ke tempat yang anda minta sekarang juga seperti kata anda mengulur waktu bukan pilihan yang tepat".


Oh.. apa ini terakhir kalinya Freya hidup? Ia bahkan belum melakukan apapun disini .


Ia belum bisa membahagiakan kinen dan mommy secara utuh, ia belum bisa menepati janji yang ia buat pada adinda.


Dan lagi.. apa hidupnya akan berakhir dengan tragis seperti ini?.


"Baik tuan, tunggu kehadiran saya dan target".


Lebih baik.. setidaknya Revan tidak menyayanginya sehingga ia tidak membuat banyak orang sedih atau bahkan depresi seperti yang diharapkan Lusi.


Revan mungkin bisa menyemangati kinen dan mommy jikalau rencana musuh dalam selimut milik Lusi berhasil.


Entah penghargaan apa yang harus diberikan Freya kepada Lusi atas pengkhianatan nya yang tidak tahu malu.

__ADS_1


Entah sudah berapa jam Lusi berjalan dengan menyeret satu karung besar yang berisi seonggok manusia siapa lagi? Tentu freya.


Setelah beberapa jam ia menyeret freya akhirnya ia berhenti berjalan dan melempar karung yang berisi Freya.


Lusi diam lalu memandang orang di hadapannya "tuan, saya sudah membawa target".


"Bagus, buka karungnya" terdengar balasan dari mulut orang yang dipanggil tuan oleh Lusi.


"Baik tuan" ucap Lusi lalu membuka tali karung dan terlihatlah Freya yang berwajah pucat.


Pucat ya pucat! Namun pucatnya Freya ini berbeda..


Entah kenapa tapi pucatnya wajah Freya seperti pucatnya mayat yang sudah meningg*l lama.


Eh.. tunggu meningg*l lama?.


"Bukankah aku memintamu untuk membawanya dalam keadaan hidup?" Tanya tuan asli Lusi.


Tentu saja.. kalian harus menduga duga siapa tuan asli lusi?.


Ciri ciri yang tepat adalah.. musuh ini orang yang memiliki hubungan di masa lalu lebih tepatnya hubungan dengan keluarga berzeliuz.


Bisakah kalian tahu siapa tuan asli ini? Benar.. leo, Napoleon Bondanes!.


_______________________


Hahaha, hayoo siapa yang menduga kalau si leo ini akan muncul lagi?, Tentang Leo ini sudah dijelaskan di bab bab akhir di novel kedua author yang menyandang status tamat yaitu 'melintasi masa lalu'.


Dan tentang Freya.. apa benar Freya akan m*ti disini? Tanpa mengetahui identitas aslinya? Tanpa memenuhi janjinya?.


Apa author berniat untuk memberi ending sad disini? Entahlah semuanya akan terjawab di chapter selanjutnya.


See u again readers!


- Nadira

__ADS_1


__ADS_2