
Kinen memandang sengit pada orang yang tengah menembak gerbang mansion.
“Chōdo tōchaku?” tanyanya sinis pada orang itu.
(Baru saja tiba?)
Yang ditanya hanya diam tak menjawab, mommy yang melihat kinen mengepalkan tangannya pun hanya bisa menghela nafasnya.
“Saat ini kita akan bertarung, tolong jeda dahulu pertengkaran kalian, kalau kalian tak mau.. maka kalian harus memutuskan, mana yang lebih penting antara Freya dan perdebatan tak bermutu kalian itu?” tanya mommy sarkastik.
Kinen hanya bisa mengangguk patuh, perkataan mommy benar adanya.
BRUAK
Pandu dan beberapa Mafioso lainnya mendobrak pintu gerbang yang kokoh itu.
Kenyataannya mereka membutuhkan 28 orang untuk mendobraknya, gerbangnya pun baru roboh di dobrakan ke tiga.
Itu cukup untuk membuktikan bahwa keamanan yang di setel king f ini sangat berbahaya dan.. kuat.
“Wah wah wah, lihat siapa yang tengah ku sambut ini hm?” Sambutan itu muncul dari seorang lelaki, di sampingnya sang asisten hanya diam dengan mimik datar.
Tanpa bertanyapun keluarga purnama sudah tahu dia siapa.
Namun yang jadi pertanyaan adalah, kenapa king f itu hanya sendiri tanpa membawa mafiosonya? Apa dia memandang remeh kinen, Revan, pandu dan mommy?.
“Wow! Kau pengecut king r, kau membawa mafiosomu huh? Ck” ledek fern, lelaki ini akan membuat perhitungan yang setimpal.
“Lihat aku? Ku kira kita akan berduel? Aku dan kau sedangkan asistenku dengan asistenmu” sambung fern datar melirik ke sampingnya, isyarat untuk menunjukkan bahwa ia sendirian.
Revan terdiam sambil melirik sengit ke arah fern.
__ADS_1
“Kau..” ucap pandu gantung, sepertinya pandu tahu bahwa fern dan delard pernah berjumpa dengan mereka secara gamblang.
Namun karena banyaknya masalah maka penyelidikan terhadap fern dan delard pun terhenti.
Ingatkah kalian? Sejak awal Revan sudah curiga saat delard memperkenalkan dirinya (Di saat meeting antara perusahaan, dimana fern dan delard nyamar sekaligus bertukar posisi sementara).
“Benar tuan, kalian sangat ceroboh ya? Karena banyaknya masalah yang menimpa kalian, kalian sampai lupa pada penyelidikan terhadap kami” ujar delard tersenyum sinis.
“Dia terlalu berharga untuk anda, tuan” sambung delard, senyum tipis miliknya terbit ketika ia melihat bahwa nona purnama, nyonya purnama, tuan purnama dan asistennya terlihat terbakar amarah.
Mafioso yang di pimpin Revan mengacungkan pistolnya pada fern dan delard tetapi fern maupun delard sama sekali tak bergeming.
Sungguh! Fern hanya ingin membalas perbuatan si Revan ini.
Tangan Revan terangkat ke atas, ia menyuruh semua mafiosonya menurunkan pistol yang mereka todongkan lewat isyarat.
“Tantanganmu di terima tuan muda Arron” sahut Revan tak kalah datar.
***
Yah.. Freya hanya menggunakan ‘Frey’ jika bersama keluarga Arron.
“Maafkan kami nona, namun ini adalah perintah dari tuan muda” jawab orang yang menyetir helikopter.
Untuk berjaga-jaga beberapa pengawal kediaman keluarga Arron ikut serta di dalam helikopter pribadi yang kini telah ditumpangi oleh Freya.
“Memangnya ada apa?” tanya Freya penasaran.
Para pengawal pun saling melirik satu sama lain, mereka tak mungkin berani mengungkapkan alasan sebenarnya fern.
Lagipula mereka jelas tahu bahwa nona mudanya ini belum mengerti apa-apa tentang profesi dari Revan maupun fern.
__ADS_1
“Kami tidak tahu nona, namun kami hanya menjalankan perintah dari tuan muda” mereka memilih untuk berbohong.
Freya memandang tajam mereka, dari ekspresi mereka sudah kentara kalau mereka berbohong.
Salah satu di antara mereka terlihat kaku sekali saat Freya bertanya.
“Jangan berbohong padaku!” sahut Freya tetap memandang tajam para pengawal itu.
“Mana ada? Kami tidak berbohong nona.. lagipula apa nona tahu kalau negara C itu negara yang terkenal?” mereka memutuskan untuk mengalihkan topik.
“Maksud kalian? Negara C itu negara yang akan aku kunjungi?” tanya Freya, yah sepertinya ia menyerah untuk bertanya pada para pengawal itu.
‘Para pengawal ini terlalu setia pada Abang, mereka pasti tak akan Mau memberitahu alasannya.. namun apapun alasannya aku tahu bahwa Abang pasti akan memberikan yang terbaik untuk diriku’ batin Freya mulai bersuara.
Entahlah, semenjak kehamilannya ia mulai merasa begitu dewasa dan anehnya..
Ia mulai merasa ingin mempelajari teknik-teknik bela diri.
Freya sendiri bertanya-tanya tentang ini, ada apa dengan dirinya? Kenapa ia tiba-tiba jadi seperti ini?.
“Benar nona, disana ada banyak restoran yang bisa nona kunjungi” jawab salah satu pengawal dengan tersenyum ramah.
“Aku tidak bisa bahasa di negara itu” balas Freya mendengus.
“Ah itu tak masalah nona, kami akan membantu nona.”
_______________________________
Cihuy! Halo readers gimana kabar kalian hari ini? Yah author harap kalau kalian sedang bahagia ya!.
Ah ya, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
__ADS_1
Thank u~
-Nadira