
Fern hanya menatap datar pada ayura yang kini terlihat kikuk dengan bangunan besar di depan mereka.
“Untuk apa kamu kikuk seperti itu? Dia hanya bangunan!” ujar fern dengan nada tak sukanya.
Fern, pria itu mungkin mulai terobsesi? Atau cinta Pada ayura?, sebab perasaan pria itu kini seperti tak suka bila ayura terlihat tegang untuk sesuatu.
Sayangnya, obsesi dan cinta itu beda tipis. Kata ‘beda tipis’ bukan berarti bahwa cinta dan obsesi tak ada bedanya! Hanya saja.. sedikit sulit untuk membedakan mereka.
Biasanya, obsesi yang terlalu berlebihan akan membuat masalah bukan? Beda lagi kalau ceritanya obsesi nah terus lama-kelamaan jadi nyaman.
Hanya saja.. fern sendiri masih belum tahu tentang ini lalu bagaimana dengan kita?.
“H—hahaha iya bangunan, BANGUNAN YANG LEBIH BESAR DARI SEBUAH TAMAN KOTA” ayura menekan kata-katanya.
“Sudahlah, ayo masuk Ra. Aura dan Arfi pasti ingin segera beristirahat” mama grea memegang tangan ayura dan melangkahkan kaki bersama ke dalam halaman mansion mereka.
Mereka? Tentu sebab ayura, aura dan Arfi itu sudah masuk keluarga Arron bukan?.
“Iya ma.”
“Kamu juga pasti lelah, jadi.. nanti saja deh mama temanin kamu dan duo A keliling di mansion ini” terang mama grea menimbang kondisi mereka saat ini.
“Papa ikut!” timpal papa Hunter berjalan sedikit cepat dan mengimbangi langkah kaki istri dan menantunya.
“Ma, aku juga—.”
“Kalau kamu tidak boleh! Ingat kamu punya pekerjaan di perusahaan Arron, jika kau menyerahkan itu semua pada delard kapan pria itu akan menikah nantinya? Saat sudah menjadi om-om?.”
Mama grea bahkan dengan teganya memotong ucapan fern yang belum selesai, namun pada akhirnya fern hanya kicep mendengar Omelan mamanya.
__ADS_1
Mungkin benar, ia harus membantu delard kali ini. Mengingat dirinya yang meninggalkan perusahaan pusat beberapa tahun lamanya pasti banyak pekerjaan disana.
“Kamu juga pa! Anak sedang sibuk kok malah enak-enakan santai? Mau nemenin mama dan ayura? Kamu bantu fern sana!” sambungan perkataan mama grea membuat papa Hunter yang awalnya menjulurkan lidahnya pada fern jadi memasang wajah ngenes.
“Ma, bagaimana bisa jadi seperti itu? Kan fern yang jadi ceo-nya sekarang?” papa Hunter berusaha untuk bernegosiasi.
“Tapi dia putramu pa! Dia putra kita, memangnya papa mau fern tidak pulang berhari-hari bahkan berminggu-minggu karena pekerjaan ini? Kasian duo A dan ayura pa! Mereka masih pengantin baru loh” mama grea terus berbicara, dan yeah pada akhirnya papa Hunter pun kicep juga.
Duo A dan ayura hanya memandang fern, mama grea dan papa Hunter yang tengah berdebat. Ayura diam karena ia merasa bahwa dirinya belum begitu akrab dengan keluarga ini alangkah baiknya jika ia mengakrabkan diri dulu baru ikut campur dengan urusan ini.
Berbeda dengan duo A yang tidak mengerti pembahasan mama grea. Ayura pun mengusap-usap kepala duo A yang terlihat lucu.
Tak urung, Arfi dan aura memang mirip dengan fern. Fern kan Coll, dingin, and yeah tampan! Dan.. duo A adalah kombinasi itu semua dalam versi chibi (aura mewarisi kecantikan ayura tapi tetap rambutnya berwarna hitam seperti fern.)
“Ta—tapikan papa juga ingin menghabiskan waktu dengan menantu dan cucu papa, ma!” balas papa Hunter yang sebenarnya tak seminat dulu kalau berkaitan dengan bisnis pun jelas menolak.
“Tidak akan ada yang seperti harapan papa untuk menghabiskan waktu bersama aura dan Arfi kalau papa tidak membantu fern!” diam-diam fern melirik ke ayura yang terlihat biasa saja.
“Ma, kalau mama dan papa berdebat terus kapan ayura, arfi dan aura masuk ke mansion? Mereka harus beristirahat, kehidupan di kota besar itu tidak mudah. Mama tahu itu kan?” sebenarnya mama grea pun paham tentang persaingan kecantikan di kota-kota besar.
Terutama ayura, posisi gadis ini sama seperti Freya. Bedanya kini putrinya itu sudah terbiasa dengan tatapan, omongan tajam beserta sindiran para kecantikan yang iri padanya bahkan dia sudah bisa membalas ucapan-ucapan tersebut.
Lagi.. meskipun sudah tersebar bahwa Arfi dan aura adalah anak fern plus ayura yang dihasilkan dari pernikahan siri (hoax yang disebarkan keluarga Arron untuk melindungi citra ayura, fern dan duo A.)
Tak memungkinkan kesempatan bagi para kecantikan itu untuk menyindir ayura terang-terangan, walau ayura sendiri sudah sah menjadi nyonya muda Arron masih banyak yang ingin jadi nyonya muda arron 2.
Tetapi, sayangnya mama grea membenci poligami pernikahan seperti itu. Baginya, pernikahan itu ritual sakral yang hanya boleh dilaksanakan sekali seumur hidup kecuali dalam keadaan tertentu.
Yah, kebencian mama grea yang ini pun berkaitan dengan kejadian masa lalu dirinya dan papa Hunter.
__ADS_1
“Ah, benar juga kamu fern! Dah sana papa sama fern pergi ke perusahaan Bantuin delard. Biar mama dan ayura yang masuk ke mansion” memang, pada akhirnya keputusan mama grea itu tak bisa diganggu gugat.
“Ayo Ra!” mama grea langsung menggenggam tangan ayura dan mengikuti duo A yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Terkadang mama grea tersenyum pada para pelayan yang menunduk saat ia, menantu dan cucunya lewat.
Wanita paruh baya itu bahkan tak menggubris teriakan papa Hunter di belakang sana, fern yang pusing memilih untuk pergi ke mobilnya lalu berniat melajukan si mobil ke perusahaan Arron.
Nah, papa Hunter yang tak mau ditinggal pun masuk ke mobil fern. Pada akhirnya papa Hunter harus membantu si putra.
***
“Nah, ini kamarnya aura di sebelah kamarnya arfi” mama grea menunjukkan kamar yang sudah disiapkan saat aura dan Arfi masih berada di kota terpencil negara I.
Mendengar penjelasan mama grea, Arfi dan aura langsung membulatkan matanya.
“Oma, maksud Oma.. aku dan Abang tidur dengan kamar yang terpisah?” tanya aura mencoba memastikan dugaannya.
Mama grea pun tertawa renyah mendengar pertanyaan cucu perempuannya, ia tahu anak kembar seperti Arfi dan aura ini sulit untuk dipisahkan jika mereka masih kecil.
“Tentu tidak, memang kamarnya ada dua. Tapi di dalam kamar ini terletak pintu yang bisa menuju ke kamar lainnya.”
Melihat duo A bahkan ayura yang masih tak faham mama grea pun membuka salah satu pintu kamar tersebut.
“Nah lihat, disana ada pintu kan? Itu bisa digunakan untuk pergi secara praktis ke kamar lainnya. Jadi baik Arfi maupun aura masih bisa bertemu kapanpun” mama grea menjelaskan, sebenarnya.. ini juga agar Arfi dan aura terbiasa terpisah.
Bukannya apa, namun nantinya Arfi pasti memiliki kesibukan sendiri begitu pula dengan aura.
TBC
__ADS_1