My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.29. penyerangan II


__ADS_3

Musuh Revan yang lain hanya tercengang melihatnya.


Revan,pandu dan anggota yang lain langsung saja menyerang musuh mereka itu.


Pandu membuat kepala dari musuh mereka terlepas dari tubuhnya.


Siapa sangka pandu yang kelihatan seperti orang yang pandai bersenda gurau ternyata tidak bisa dianggap remeh. Kemampuan bertarungnya hampir sama dengan Revan sendiri.


Kalau tidak bagaimana ia bisa jadi sekertaris tuan Revan ?.


Pandu juga terlihat berbeda , di luar peperangan ia terlihat lembut dan pintar bersenda gurau tetapi di dalam Medan perang ia tidak pandang bulu ia menghabisi lawannya dengan cara yang kejam.


Hanya ada satu prinsip bagi mereka, 'mereka yang mati terbunuh atau mereka yang membunuh mangsanya' .


Freya..


Freya hanya terdiam di lemari kamar Revan, entah kenapa tapi ia merasa bahwa ada yang memasuki kamar itu karena terdengar suara langkah kaki .. tapi itu bukanlah langkah kaki Revan ataupun pandu.


Freya pun dibuat panik namun ia terus menuruti perintah Revan untuk tetap bersembunyi .


' astagaa siapa yang masuk ke kamar ini ?! Tolong jangan sampai dia membuka lemari ini' batin Freya panik.


" Ck! Dimana wanita yang dikabarkan berada di sini ?!" Ujar seorang pria.


' ha ? Apakah dia mencari ku ? Ah tuan Revan, pandu , tolong aku ' batin Freya.


"Apa wanita itu ada di lemari ?" Ujar pria itu mendekat ke arah lemari dan berniat membuka lemari itu.


CEKLEK


"Jangan berani bergerak tuan yuan!" Teriak pandu dengan nafas memburu.


Flashback on


Revan, pandu dan anggota lainnya sudah berhasil memberantas musuh mereka, namun ada yang membuat Revan marah.


Pemimpin super king sama sekali tidak ada disana.


Pandu dan yang lain pun sedang mencari pemimpin super king yang dikenal dengan nama YUAN NETRA KANTREL dipanggil yuan putra keluarga netra.


"Tuan, Saya rasa tuan yuan tidak ada disini!" Lapor pandu.


"Sial, Kita kecolongan?!" Marah Revan.


Saat Revan ingin naik, anggota inti super king bergerak.

__ADS_1


Mereka sengaja menggerakkan anggota inti pada saat terakhir, agar mereka bisa mengulur waktu untuk Yuan.


"Aarghh kita terjebak pan, Mereka benar benar licik!" Teriak Revan.


Akhirnya mau tidak mau Revan juga pandu melayani anggota dari super king itu.


"Pan, Kau pergi ke kamar ku. Aku yakin Yuan ada disana! Dan kau tau kenapa kau harus melindungi kamar itu!" Teriak Revan.


Pandu yang mendengarnya langsung patuh tanpa mengeluarkan sepatah katapun, pandu berlari menelusuri lorong dan akhirnya sampai di kamar Revan.


Flashback off


' apa itu suara pandu ?' batin Freya tercengang.


"Hahahah tak ku sangka kau bisa kemari tuan pandu" ucap sinis Yuan.


"Ck!" umpat pandu melihat Yuan dengan tatapan tajam plus kesal.


"Ah ada apa denganmu tuan? Apa ada sesuatu yang berharga disini hingga kau meninggalkan tuan mu sendirian?" Tanya Yuan semakin memperkuat dugaan kalau di kamar ini terdapat seorang wanita yang penting.


"Tidak usah berpura pura tuan yuan!" Teriak pandu bertambah dingin.


"Wah sepertinya kau sudah tidak sabar tuan" balas Yuan sengaja memancing emosi pandu.


Freya memberanikan diri untuk mengintip.


Ia menatap pada pandu penampilannya terlihat berantakan rambut yang telah acak-acakan, dan pakaiannya terkena noda berwarna merah kental.


' apa itu darah ?' batin Freya ketakutan.


Pandu juga memiliki penglihatan yang tajam, ia melihat nyonyanya itu sedang mengintip dan melihatnya.


"Tuan yuan.. apa kesalahan kami padamu?" Tanya pandu mulai bersandiwara lalu luruh di lantai.


Yuan secara pengetahuan tentu kebingungan dengan tingkah pandu.


Setelah itu..


BRAK


Pintu di pukul keras oleh Revan...


Revan melihat Yuan yang kebingungan dan yang lebih membingungkan bagi Revan ia melihat tubuh Yuan yang terlihat utuh.


' kenapa bagian tubuh Yuan masih utuh ?' batin Revan.

__ADS_1


Lalu Revan berpaling melihat pandu yang masih luruh di lantai.


Ia merasa ada sesuatu yang membuat pandu bertingkah demikian.


Ia mengedarkan pandangannya. Ia dapat melihat bahwa freya mengintip.


Sekarang ia tau alasan perubahan pandu.


"Tuan yuan.. saya ada masalah dengan anda ikut saya!" Ucap Revan dingin.


Yuan pun mengikutinya tanpa berfikir lebih panjang lagi, Kenapa ? Karena Yuan sudah yakin tidak ada apa apa di kamar Revan, mungkin ada berkas berkas mafia atau yang lainnya.


lagipula ia juga tidak ingin melihat tingkah pandu yang membuatnya jijik, ia juga yakin Revan akan mengajaknya bertempur.


Dan tentang wanita itu mungkin informan mereka salah sangka.


Pandu pun berdiri.


Ia mengedarkan pandangannya seolah olah mencari nyonyanya itu padahal kenyataannya pandu bahkan sampai terlihat seperti seorang wanita untuk mengecoh nyonyanya itu.


Pandu merasa nyonya Freya masih belum siap dengan hal hal yang berhubungan tentang dunia bawah !.


"Nyonya dimana anda?" Balas pandu bersandiwara bahwa ia mencari nyonyanya itu, ketika dirasa telah aman Freya keluar.


"Pan.." panggil Freya keluar dari almari yang menjadi tempat persembunyian dirinya.


"Eh nyonya anda kemana saja ? Saya mencari anda" ujar pandu.


"Pan, kenapa di bajumu ada noda merah?" Tanya Freya.


' sialan ! Apa yang harus ku jawab? lagian ni nyonya kenapa sangat memprihatikan sekali?' batin pandu malah kebingungan sendiri.


"Pan .." panggil Freya lagi lantaran ia tak mendapat jawaban dari pandu.


"Nyonya itu karena ... T-tuan tidak sengaja menumpahkan jus semangka di baju ini. iya jus semangka!" jawab pandu asal.


"Baiklah, sana ganti baju dulu" ujar Freya yang masih lugu, oh teganya pandu.. kenapa pandu harus memanfaatkan keluguan gadis ini?.


"Baik nyonya, tapi nyonya jangan keluar dulu, masih belum aman" balas pandu.


"Baik pan" Sahut Freya tersenyum.


Pandu pun keluar dari kamar itu tak lupa ia mengunci pintunya.


_________________________

__ADS_1


__ADS_2