
Kondisi Fisik Freya tidak bisa dibilang baik, Freya harusnya tahu jika semua orang tidak sepenuhnya baik.
Seperti orang yang membawanya saat ini, Freya kira ia sudah mengenal orang ini dengan baik nyatanya tidak! Haruskah.. haruskah keluguannya dibalas dengan pengkhianatan seperti ini?.
Lusi, haruskah dia melakukan ini? Apa kurangnya freya? Apa?!.
"Aphmma kwirhyangnya akhu pwadhamu?" ucap Freya berderaian air mata.
Translate : "apa kurangnya aku padamu?".
Lusi yang memang peka langsung menatap datar pada Freya "kurangnya Anda karena Anda mempercayai saya begitu saja, salahkan keluarga purnama yang sangat memperdulikan anda" balas lusi.
Yah.. tidak pernah terpikirkan oleh Freya jika lusi, pelayan pribadi nya itu musuh dalam selimut sama sekali tidak!.
Siapa yang tahu jika saat Lusi jauh dari nya dan keluarga purnama yang lain termasuk pandu ia akan menelefon tuan aslinya? Yang bahkan Freya tidak tahu siapa namanya?.
Kejadian yang dianggap kebetulan oleh pandu dan Revan ternyata sudah terencana, kejadian pertemuan antara Revan dan Lusi memang sudah direncanakan, seharusnya ia tahu.
Sekali lagi dunia membuktikan jika 'tidak ada yang namanya kebetulan yang ada hanya kemungkinan'.
Seharusnya Freya selalu ingat akan hal ini.
"Lwalhu thenuapa kwalahu mwehreka mennayangwhiku?" Tanya Freya tak mengerti.
Translate: "lalu kenapa kalau mereka menyayangiku?".
"Seharusnya anda tahu kalau suami anda dan keluarga purnama memiliki banyak musuh, mereka menyayangi anda, menghancurkan anda Sama saja dengan.." Lusi menjawab pertanyaan Freya namun ia gantung karena Freya pasti mengerti sendiri.
Selama Lusi dekat dengan Freya, Lusi faham kalau nyonyanya ah bukan mantan nyonyanya ini orang yang cukup pintar.
Tentu saja.. menghancurkan orang tersayang di keluarga purnama akan berdampak mental bukan fisik.
Dan, luka mental lebih menyeramkan daripada luka fisik.
Jika luka fisik bisa disembuhkan dalam beberapa hari maka luka mental akan sembuh dalam beberapa tahun, itupun jika orang itu beruntung.
__ADS_1
Bahkan luka mental bisa berujung kepada rasa depresi.
Freya terdiam sendiri ketika memikirkan hal ini, kinen, mommy dan pandu mungkin terluka tapi Revan? Akankah suaminya itu terluka? Ah Freya rasa tidak!.
Malah Revan sudah punya pengganti freya, gadis yang entah siapa namanya.
"Jika saja keluarga purnama tidak memb*nuh ayah saya maka ini tidak akan terjadi pada anda" sambung Lusi yang membuat Freya makin terdiam.
Tunggu memb*nuh? Keluarganya memb*nuh? Mana mungkin?!.
Baru saja Freya ingin membalas perkataan lusi, Lusi keburu membius Freya lagi lantaran Freya harus diam agar Lusi bisa membawanya dengan tenang.
Sesekali Lusi melihat sekeliling di belakangnya ada dua wisatawan yang sepertinya dari mancanegara karena bahasa yang digunakan oleh salah satu dari mereka sedikit aneh bagi Lusi.
"Okāsan kūsō shinaide"
Suara itu terdengar dari salah satu wisatawan di belakangnya.
Lusi tak ambil pusing toh, dilihat dari kelakuannya dia seperti menikmati pemandangan alam.
Hari ini akan menentukan sesuatu, hari terakhir seorang Freya atau hari akhir musuh keluarga purnama?.
________________________
Revan dan pandu sengaja tidak muncul, mereka ingin mengawasi dan mengikuti Lusi dan sanderanya, Freya dengan diam diam.
"Benar tuan" jawab pandu setelah melihat arah dagu tuannya.
"Okāsan kūsō shinaide"
Ucapan kinen terdengar oleh pandu dan Revan karena jarak mereka sedikit dekat.
Namun karena suara kinen nyaring Revan bisa mendengar dengan jelas.
Revan adalah keturunan asli keluarga purnama, ia mommy dan kinen mengetahui bahasa Jepang.
__ADS_1
Ia tahu kenapa kinen menggunakan bahasa itu untuk bertanya pada mommy, kalian juga pasti tahu kan?.
Bahkan pandu juga tahu bahasa Jepang! Bagaimana bisa? Orang kepercayaan keluarga purnama diharuskan mengerti dua bahasa, bahasa Inggris dan bahasa Jepang.
"Mommy.. melamun?" Gumam Revan lirih namun matanya terfokus pada Lusi yang menyandera Freya.
Jika omongan maupun gumamannya terfokus pada adik dan mommynya maka pandangannya terfokus ke Freya.
Bukankah ini yang disebut lisan tidak searah dengan batin?.
' kenapa tuan tidak bilang saja kalau dia merindukan nyonya?' gerutu pandu di dalam hati tentunya.
Jika tuannya jujur sekalii saja kalau ia menyayangi nyonya, pasti nyonya besar akan membiarkan tuan membawa nyonya muda.
Namun siapa yang patut disalahkan untuk watak es dari Revan? Jika saja Revan tetap hangat seperti masa lalu mungkin semuanya akan berjalan dengan indah.
Yah hanya satu Rina.
Makanya! Kalau nyonya muda itu saudara Rina maka itu akan menjadi suatu masalah besar.
"Pan, beritahu Mafioso agar mengepung tempat yang menjadi tujuannya" suara berat Revan menyadarkan pandu dari lamunannya.
Dan hanya satu kata untuk menanggapi perintah tuannya yang tidak bisa diganggu gugat "baik".
________________________
Ahaha akhirnya Revan dan freya muncul! Siapa yang mengira jika Revan akan membiarkan mommy dan adiknya berprasangka buruk padanya?.
Hayoloh, Lusi ternyata salah satu antagonis yang author sertakan dengan tiba tiba, makanya pasti tidak nyambung kan Revan mafia, bagaimana bisa Lusi tahu lokasi rumah Revan? Itu semua karena ada orang yang bergerak di belakangnya.
But.. tidak terasa novel ini sudah 50+ bab, saya sebagai author mengucapkan terima kasih banyak kepada semua readers yang telah mendukung novel Abal Abal author.
Banyak rintangan yang ada di dalam perjalanan author, dari hp author rusak dan lain sebagainya namun kalian tetap mendukung author, terima kasih ya!.
Jika kalian punya saran, maupun kritik akan author terima dengan lapang dada.
__ADS_1
Love u readers tersayang ♡-!.
- Nadira