
Bukan karena apa! Masalahnya sekarang adinda belum pergi ke alamnya karena masalahnya disini ! Adinda itu tak bisa jika membiarkan daddynya terus menerus sedih begitu !.
"Electro !!!" Panggil adinda dengan nada kesal karena electro tidak menjawab dirinya , ia yakin ! Electro tahu sesuatu tentang ini !.
"Hm ?" Sahut electro , kan akhirnya dibalas deheman juga ! Bagaimana bisa gadis imut nan cantik itu berteman dengan kutub seperti ini ? Bukankah mereka sangat berbeda ?.
Wah dunia memang berupa rupa warnanya !.
"Kau.. kau tahu sesuatu ya ? Kasih tahu aku dong !" Timpal adinda yang sangat yakin apalagi electro sekarang memilih untuk membuang wajahnya ke arah lain , singkatnya ia tak mau menatap adinda !.
Tingkah electro semakin membuat adinda kesal kepadanya , lagipula anak mana yang tidak ingin mengetahui tentang keluarganya ? Kalau ada sini ! Bawa ke hadapan adinda sekarang !.
Adinda tetaplah adinda jika tak keras kepala maka bukan adinda namanya.
"Oke ! Jika kau tak mau memberitahuku maka aku akan cari tahu sendiri !!" Sungut adinda keras kepala .
"Hei ! Ini bukan alam mu ! Kau harus kembali ke alam mu sendiri ! Jangan menunda nunda untuk pergi ke alam mu sendiri Din !" Sahut electro yang tiba tiba berbicara panjang.
Tanpa sadar adinda melongo ketika mendengar ucapan panjang electro , siapa yang mengajari electro berbicara panjang seperti ini ?.
Sadar dia diperhatikan oleh adinda electro akhirnya berdehem pelan.
Seketika adinda tersadar lalu menutup mulutnya yang tadinya menganga lebar , lalu pandangan mata adinda berubah menjadi tajam , yah dia tetap Puteri Revan kan ? Gen Revan jelas mengalir di tubuh adinda.
"Aku akan tetap mencari tahu electro" ujar adinda menatap tajam pada electro.
Ia tahu ! Sangatt tahu ! Aunty kinennya tidak kunjung sadar itu bukan karena luka fisik ! Kondisi fisik auntynya sudah mulai membaik.
karena memang luka auntynya tak berbahaya karena pertolongan mommynya, namun ada yang disembunyikan disini.
__ADS_1
Dan mengingat electro yang melarang adinda mencari tahu , itu artinya electro juga mengetahui tentang ini! Menyebalkan ! Adinda tak ingin menjadi orang yang tak tahu apapun seperti ini !.
Electro yang melihat pandangan adinda berubah menjadi tajam hanya menghela nafas kasar.
"Ada kalanya kau lebih baik menjadi seseorang yang tidak tahu apapun" ujar electro mulai mengeluarkan kata kata mutiara pada adinda.
Itu cukup menjadi pengingat adinda jika ia akan terkurung lagi di dimensi ciptaan electro.
_______________________
Lagi lagi Freya harus terjebak di dalam keheningan di ruang rawat dimana kinen dirawat sedangkan Revan tak kunjung datang sedari tadi.
Lusi pun ikut diam bukan karena ia takut tapi ia sudah menahan kantuk saat ini , maka dari itu dia lebih fokus agar ia tak tertidur saat ini.
Hari berlalu dengan cepat kini sudah 6 hari sejak kinen sudah dirawat , namun kinen tak kunjung sadar...
bahkan Revan juga tak terlihat semenjak kinen dirawat di rs ,mommy jadi semakin judes + dingin saja !.
Akhirnya Lusi juga ikut kena getahnya , setiap kali Lusi mengikuti nyonya mudanya , Freya selalu mondar mandir membuat kepala Lusi ikut pening juga.
Sementara itu akhir yang diinginkan electro tiba juga , kini adinda akan beristirahat di alamnya sendiri , selama 6 hari ini ia selalu menggoda adinda sampai akhirnya adinda akan pergi ke alamnya saat ini.
Lebih dari segalanya ia berhasil menjaga adinda.
"Electro ! Ayo ikut ! Kok malah diem aja ?" Sahut adinda.
"Aku ... Aku tidak pergi bersama dirimu " jawab electro pedih.
"Kenapa ?! Apa maksudmu ! Jangan bercanda ini tak lucu" ujar adinda menatap tak percaya pada electro.
__ADS_1
"I'm sorry" timpal electro menatap sendu pada adinda.
Yang adinda khawatirkan terjadi juga , electro benar benar tak ikut dirinya pergi !.
Tiba tiba tubuh electro menjadi transparan akhirnya air mata adinda mengucur dengan deras.
"Kenapa hiks kenapa kau meninggalkan aku hiks sendiri ?! Kau bereinkarnasi lebih dulu dariku !" Demo adinda .
Electro hanya tersenyum tipis melihat itu yah ini bukan keinginan dirinya bagaimana lagi ?.
"Sorry !" Hanya itu kata yang dilontarkan oleh electro saat ini.
Tepat saat ia ingin menghilang ia mendekat ke telinga adinda lalu berbisik pada adinda.
"Electro !!!" Teriak adinda dengan suara menggema , ia bahkan tak bisa membalas perkataan electro namun ia akan selalu menunggu apa yang dikatakan oleh electro tadi padanya.
" I love u , aku menunggu dirimu di kehidupan kita yang selanjutnya"
Itu akan menjadi melodi terindah yang akan selalu terpatri di ingatan adinda selamanya , ia berharap akan benar benar bertemu dengan electro nanti.
Bersamaan saat electro menghilang adinda ikut menghilang dan pergi ke alamnya sendiri dengan berderaian air mata.
________________________
...Setiap pertemuan memiliki perpisahan...
Wah adinda udah di alamnya sendiri , karena memang alamnya sudah berbeda.
Udahlah kita akan bertemu lagi nanti !
__ADS_1
- Nadira