My Mafia Husband

My Mafia Husband
AGSMM: Prolog


__ADS_3

Seorang pria yang nampak lebih menyeramkan dari beberapa tahun yang lalu kini memandang jauh ke dunia luar.


Rasanya ia masih agak—...


“Tuan, saya mohon! Lepaskan saya.”


Nyatanya, suara teriakan permohonan itu masih terngiang-ngiang di telinganya, tangan pria itu mencengkram erat gelas kaca yang ia pegang hingga..


TYAR


Gelas itu pecah meninggalkan bekas luka di telapak tangan pria tersebut, nyatanya ia.. fern tak terlihat bermasalah dengan lukanya yang ia anggap ‘Kecil’ ini.


Sebagai mantan ketua mafia ia jelas pernah mengalami luka yang lebih besar dari ini, ah ya luka fisik terparahnya itu saat ia bertarung dengan Revan, adik iparnya saat ini.


Eh tunggu, mantan? Benar! Setelah kelahiran keponakannya alias baby C dan baby L ia dan Revan memutuskan untuk keluar dari dunia mafia dan berhenti membuat keluarganya dalam bahaya.


Namun tanpa fern duga, ia melakukan kesalahan disini.. ia menjelajah tubuh seorang pe**wan! Ia membuangnya di dalam pula.


Lantas, apakah benih itu tumbuh? Setahunya dirinya dalam kondisi subur saat itu. Kalau begitu.. berarti anaknya sudah tumbuh besar ya?.


SEBAB IA SUDAH MENCARI SELAMA ENAM TAHUN NAMUN IA TAK MENDAPATKAN JEJAK!.


Yah inilah yang membuatnya frustasi akhir-akhir ini, ia sudah mencari ke seluruh penjuru negara C bahkan negara sekitar juga namun ia tak mendapatkan gadis ah bukan wanitanya.


Fern jelas masih ingat, suara, aroma bahkan ekhem kenikmatan yang diberikan wanitanya. Dan... Entah kenapa ia merasa bahwa wanita itu tak ada di negara ini.


Tapi yah ia tak melakukannya pada semua wanita yang mengaku sebagai dia, ia bukan playboy. Ia hanya mengecek dari aroma dan tingkah lakunya. Jadi jangan berfikir yang aneh-aneh!.

__ADS_1


“Ah ya, dia sangat pandai melawan” fern jelas sedikit ingat saat ia melakukan tanpa sadar dengan sedikit memaksa. Namun tetap saja ia belur di bagian bibir, leher, punggung dan tangannya hampir di seluruh anggota tubuhnya.


Kalau di punggung itu mungkin karena wanitanya mencengkeramnya saat itu, bibir juga bisa saat ia men****m gadis itu tapi kalau tangan dan leher? Jelas itu disengaja


“Sayang!.”


Fern mendecih saat ia mendengar suara panggilan memuakkan ini, itu Jessi seorang model yang terobsesi padanya ah lebih tepatnya pada uang yang ia miliki.


Padahal mama dan papanya jelas-jelas menunjukkan rasa tidak suka pada Jessi namun wanita (bukan gadis) yang ini tak pernah menyerah.


Ah ia jadi kefikiran, apakah Jessi ada sangkut pautnya dengan hilangnya wanita ’Miliknya’?.


Secepat kilat fern mengambil telefon yang ada di mejanya.


“Urusi wanita itu, jangan biarkan dia masuk katakan ‘Aku sedang malas untuk berurusan dengan pe****r.”


Namun ini tidak berlaku bagi pria yang menjadi asisten fern, siapa lagi kalau bukan delard?.


Yah beruntung delard masih sabar dengan sikap fern yang tak pernah berubah bahkan makin parah setelah kejadian itu ditambah setelahnya si nona muda dan twins pergi ke negara asal mereka bersama Revan.


Sementara itu di belahan dunia yang lain..


“Bang Arfi!, Abang baik-baik saja kan?” seorang gadis berusia lima tahun lebih itu menghampiri abangnya yang nyatanya lebih tua sepuluh menit dari dirinya.


“Yeah, Abang baik-baik saja. Tidak usah mengatakan ini ke mama, Abang bisa mengurus mereka sendiri” Arfi yang nyatanya memiliki kemampuan alias IQ yang lebih tinggi dari anak seusianya pun membentuk senyum tipis.


“Aura juga mau membantu! Sepupu dari orang yang mendorong Abang barusan juga mengejek aura di kelas, jadi ya sekalian aja biar ambruk!” mendengar celotehan adiknya, Arfi hanya mengelus lembut rambut si adik.. aura.

__ADS_1


“Iya dek, kita akan melakukannya dengan rapi tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Agar mereka lebih menghargai orang yahh agar dia juga tidak berani lagi berurusan dengan kita” balas Arfi dengan tenangnya, yang mana membuat suara tawa aura muncul.


“Hahaha! Makanya duo A kok dilawan, lihat aja hancur tuh perusahaan papanya yang dia bangga-banggakan!.”


Arfi pun menggenggam tangan adiknya dan menyeret aura pergi dari lokasi kejadian, yah ini lebih baik daripada nanti aura melampiaskan seluruh amarahnya pada barang-barang di dekatnya?.


Ini aneh namun nyata, mama mereka cenderung tenang tapi keras kepala seperti sikap Arfi yah walau duo A ini tetap sama keras kepalanya.


Lantas darimana sikap aura yang pemarah ini muncul? Ah.. aura juga suka menebak dan anehnya tebakannya memiliki peluang 99,9 persen untuk benar.


“Ayo dek, Abang yakin mama masih kerja. Jadi kita bisa melakukannya” Arfi berucap, mereka memiliki dua laptop hasil uang yang mereka dapat saat mendapatkan juara.


Mama mereka menyuruh agar duo A membeli laptop untuk keperluan masa depan mereka.


Eh sedikit info, karena duo A terlalu pandai maka mereka menggunakan opsi naik kelas. Sekarang harusnya mereka masih tk namun sekarang mereka sudah menginjak kelas 5 dasar.


“Ayo bang, kita balas mereka!.”


TBC


-


Author Munculin prolognya, AGSMM (Anak genius si mantan mafia.)


Okeh, mohon dukungannya 🦋❤️, author up ni eps lebih awal sebab yeah author agak gatal buat up prolog.


Okelah, thank u~.

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2