My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.54. bangunnya adik ipar


__ADS_3

Tanpa disadari hari berlalu begitu cepat sekarang sudah dua hari setelah Freya bertemu dengan revan dan sampai saat ini ia belum bisa membalas pesan fern! Saat ia ke taman ini dua hari yang lalu Lusi selalu mengikutinya!.


Itu membuatnya tidak nyaman jika akan membalas pesan fern.


Seperti sekarang ini Freya berada di taman belakang rumah sakit , kini Freya duduk di salah satu bangku sedangkan Lusi berdiri di belakang Freya.


Freya pun menghela nafas kasar lalu menoleh ke Lusi "lus , apa kamu tidak mau duduk disini?" Tanya Freya sambil menepuk tempat kosong di sampingnya.


"Tidak nyonya , saya berdiri saja" jawab Lusi menolak secara halus.


Jika seperti ini ia lagi lagi tak bisa leluasa untuk menjawab pesan fern , jika Lusi di belakangnya maka ia akan melihat semuanya dan pasti Lusi akan membuat seisi rumah geger.


Freya sekarang bukan lajang lagi! Dan apa jadinya jika ada remaja lelaki mengajaknya keluar? Jika Lusi sampai memberitahu mommy tentang ini.. kalian bisa bayangkan bagaimana marahnya mommy? Bisa bisa akan ada pemakaman setelah itu!.


Freya sudah beberapa kali berusaha menjauhkan Lusi dari dirinya namun yah Lusi menolak semuanya.


Freya bahkan hampir mengangkat kedua tangannya isyarat menyerah mau tak mau Freya harus memutar otaknya lagi.


"Lusi! , Aku haus.." ucap Freya lalu menoleh untuk kesekian kalinya.


"Bisakah kau membelikanku minuman ?" Tanya Freya dengan mata berbinar.


"Tapi nyonya.. saya tidak bisa meninggalkan anda sendirian" jawab Lusi ragu ragu.


"Aish! Aku bukan anak kecil! Lagian aku juga tidak akan lari" sahut Freya kesal.


Lusi tampak bimbang apalagi jika nyonyanya terluka maka Lusi yang kena akibatnya.


Akan sangat berbahaya jika dirinya meninggalkan nyonyanya disini takutnya ada dokter cabul atau penculik yang mengancam nyawa nyonya mudanya.


"Bagaimana kalau kita kembali ke ruangan non kinen? Setelah itu saya akan membelikan nyonya minum" tawar Lusi yang memang hanya itu jalan teraman.


' heh! Astaga lus tinggal bilang iya terus pergi beli minum apa susahnya!' batin Freya ia bahkan nyaris memukul tengkuk Lusi karena kesal.


"Oh ayolah! Lusii aku bukan anak kecil! Aku tak akan kemana mana lagian tempat beli minumnya dekat tuh!" Ucap Freya menunjuk tempat yang ia maksud.


Pada akhirnya Lusi pergi juga walau butuh perjuangan yang sangat hebat untuk mengusir Lusi sementara.


Freya pun meraih hanponnya lalu membalas pesan fern ' maaf fern bukannya aku tidak mau tapi itu privasiku' .


Tak berselang lama ada juga jawaban dari fern ' aku mohon Frey , aku juga tidak akan mengumbarnya , aku hanya ingin memastikan sesuatu' .

__ADS_1


Freya tampak sedikit cemas , ia jelas tak mau menceritakan apa yang sudah ia kubur dalam dalam di dalam memori dirinya.


Pada akhirnya Freya hanya bisa menjawab ' maaf fern , memangnya apa yang kamu ingin pastikan? , Masa laluku terlalu buruk untuk kuingat , ku harap kau mengerti' .


' kumohon! Aku tak akan memaksamu untuk menceritakan semuanya tapi ini sangat penting bagiku' balas fern melalui pesan.


' baik , aku akan menemuimu nanti malam jika aku bisa' balas Freya ketika melihat Lusi mendekat ia harus mengakhiri sesi bertukar pesan miliknya.


Freya pun meletakkan hanponnya kembali ke sakunya sambil melihat Lusi.


"Ini nyonya minumannya" ucap Lusi sambil menyodorkan minuman ke Freya.


Freya pun tersenyum lantas meraih minuman yang disodorkan Lusi kepadanya lalu berucap "terima kasih lus".


"Loh... kamu tidak membeli minum untukmu lus?" Tanya Freya pada Lusi pasalnya di tangan Lusi hanya ada minuman untuk dirinya saja.


"Hehehe saya tidak haus nyonya" jawab Lusi cengengesan pada Freya.


Freya pun hanya menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Lusi kepadanya.


Baru saja Freya ingin berbicara lagi pada Lusi seorang perawat datang dengan tergesa gesa ke arah mereka.


"Nyonya! Kalian keluarga dari pasien yang bernama kinen purnama?" Tanya perawat itu kepada mereka.


"Pasien sudah sadar sekarang kali-" ucapan sang suster terpotong karena Freya buru buru pergi ke ruangan kinen.


Akhirnya doanya terwujud!.


Namun.. saat ia pertama kali masuk ke ruang rawat kinen ia mengerutkan keningnya pasalnya kinen diam dengan tatapan mata kosong.


"Mom.. kenapa mom tidak memberitahu aku kalau aku bukan anak kandung mom?" Pertanyaan itu muncul dari bibir kinen.


Pertanyaan itu menyambut datangnya Freya , Freya pun terkejut dan tanpa sadar menjatuhkan minuman yang telah dibeli oleh Lusi tadi.


Hal itu membuat fokus kinen dan mommy teralih kepada Freya yang diam mematung.


"Nyonya , kenapa?" Tanya Lusi di belakang Freya.


Freya yang mengerti kalau ini urusan pribadi atau urusan keluarga Freya pun berkata "lus tunggu aku di luar saja".


Lusi pun menurut setelahnya Freya menutup pintu lalu menatap pada kinen dan mommy.

__ADS_1


"Apa maksud perkataanmu kin?" Tanya Freya pada kinen.


"Kak.. kakak tidak mau memeluk aku dulu gitu? Mommy saja sudah memelukku tadi.." alih alih menjawab kinen malah berucap demikian.


Cukup! Ia cukup tertekan dengan masa lalu dirinya , ia tak mau menceritakan semuanya!.


Freya pun mendekat lalu mendekap erat adik iparnya itu setelah itu ia menatap lekat mata kinen "kin jawab pertanyaan kakak" ucap Freya.


"Kak.. please itu bukan kejadian yang indah kak" balas kinen matanya mulai berkaca-kaca.


"Kakak ngerti lagian kakak juga tidak bisa maksa kamu kin" sahut Freya , ia memang mengerti apalagi ia juga dalam posisi yang sama dengan kinen.


Masa lalu yang buruk tapi harus dipaksa untuk menggalinya lagi.. hal yang paling ia hindari saat ini.


"Sayang.. kamu.. tau darimana?" Tanya mommy pada kinen pasalnya ia terkejut tak ada jejak yang membuktikan hal ini.


"Gehara kinen Oliver berzeliuz .. itu namaku kan? Yang membunuh mom quqi dan dad Joni itu orang yang memegang perusahaan ku sekarang kan? Kenapa mommy tidak menghabisinya?" Tanya kinen bertubi tubi dengan mata yang mulai menganak sungai.


"Sayang..." Panggilan mommy begitu sarat akan kesedihan , bukannya ia dan Revan tak berusaha menghabisinya.. namun mereka sudah berusaha menghabisinya namun hasilnya selalu failed! Gagal!.


Revan? Orang itu sudah tahu semuanya , kalian kira mommy yang menceritakan tentang ini? No! Kalian salah bukan mommy yang menceritakan melainkan Revan mengetahuinya saat menyelidiki tentang masa lalu sang mommy dan daddy.


Loh bukankah semua jejak sudah dihapuskan? Iya! Semua jejak sudah dihapuskan selain foto yang diambil saat hari terakhir 3 orang di masa lalu.


"Kin.. mom sudah berusaha menghabisinya tapi.. dia.." jawab mommy dengan sesegukan.


Kinen mengerti akan itu setelahnya kinen terdiam sesaat hingga mulutnya berucap lagi "mom.. izinkan aku melihat foto mom quqi dan dad joni?".


Mommy pun menatap kinen lalu mengangguk pertanda setuju , mereka tak menyadari Freya yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena ia tak mengerti tentang arah pembicaraannya.


Pandangan kinen pun terarah pada kakak iparnya , sejenak ia mengerutkan keningnya.. apa yang lewatkan? Hingga sang mommy Sudi satu ruangan dengan kakak iparnya?.


Bukannya begitu! Yang kinen tahu mommynya ini membenci kakak ipar yang dirinya sayangi!.


________________________


Author sengaja up dua bab sekaligus dengan kata yang lebih dari seribu di setiap babnya , agar sedikit panjang , untuk mengganti hari kemarin yang author gunakan untuk kepentingan sekolah.


author juga mengusahakan agar novel 'melintasi masa lalu' sudah tamat duluan dengan begitu kinen bisa bangun lagi.


Yap! ucapkan welcome back kepada kinen!.

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2