Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
101. Kesedihan yang tak kunjung habis.


__ADS_3

Ervan beserta para penjaga keamanan segera melajukan mobil menuju rumah sakit Almira karna mereka takut akan terjadi sesuatu terhadap Leon. Sesampainya di sana Leon segera di tangani oleh beberapa Dokter dan juga perawat. Ervan tak kunjung mendapati sosok Almira di sana, ia pun segera menelpon Almira.


"Mira kamu dimana,?" tanya Ervan dengan tergesa-gesa.


"Aku di jalan, ada apa,?" tanya Almira kepada Ervan.


"Segeralah ke rumah sakit, keadaan kakakmu semakin memburuk dan tidak sadarkan diri." jawab Ervan dengan pelannya.


"Aku segera kesana bersama yang lainnya dan segera memutuskan sambungan telpon." balas Mira.


" Adri cepat kita harus kerumah sakit sekarang." ucap Mira dengan binggung.


"Apa yang terjadi, mengapa kamu seperti orang yang kebinggunggan." tanya Adri.


"Aku tidak bisa menjelaskannya saat ini, kalian akan tau setelah kita tiba di sana." balas Mira dan segera memalingkan wajahnya menghadap keluar jendela karna ia tidak ingin Reza, Alfian fan lainnya melihat ia menangis.


"Baiklah, Kakak Reza tolong telpon Paman dan lainnya untuk ikut di belakang mobilku." ucap Adri.


"Ok." jawab Reza.


Hampir dua jam akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Ervan dan juga para penjaga keamanan sedang menunggu Almira di luar rumah sakit dengan raut wajah yang begitu cemas.


Seluruh keluarga besar Zahra pun ikut turun dan tampak kebinggunggan namun mereka begitu terkejut saat mendapati Ervan yang sedang berdiri di depan pintu masuk rumah sakit bersama beberapa orang pegawal.

__ADS_1


"Ervan di mana kakak,?" teriak Almira dari kejauhan sehingga membuat semua orang tampak panik.


"Mira, kamu dari mana saja, cepat tangani Leon, saat ini ia membutuhkanmu di dalam sana." jelas Ervan dengan berlinang air mata.


Almira sungguh meninggalkan Adri dan keluarga besarnya tanpa berkata apapun dan segera lari menuju ruang Operasi.


"Apa yang terjadi dengan Leon,?" tanya Fahreza.


"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu Za karna aku sudah berjanji kepada Leon untuk tidak menceritakan apapun kepada siapapun termasuk kalian." jelas Ervan.


" Sudah seperti ini kamu masih mau menutupinya dari kami, katakanlah." teriak Fahreza sembari menarik kerah baju Ervan.


"Za hentikan." ucap sang Paman.


"Cukup jangan buat keributan di sini.!" dengan tegasnya Tuan Laksmana berkata.


" Nak jelaskan apa yang terjadi sebenarnya.?" tanya Tuan Laksmana dan membuat Ervan akhirnya menceritakan segalanya.


"Maafkan aku Paman, sebenarnya Leon tidak bersalah dalam hal ini, ia memutuskan hubungan dengan Nyonya di karenakan ia tidak ingin Nyonya tau mengenai penyakitnya yang sudah sangat parah sehingga ia memilih memutuskan hubungan dengan Nyonya dan mengatakan jika ia sudah menikah dengan wanita yang di cintai." jelas Ervan dengan kesedihan.


"Apa penyakitnya begitu parah sehingga ia rela melepaskan wanita yang teramat di cintainya." tanya Tuan Laksmana kembali.


"Sebenarnya Leon mengidap kanker darah stadium lanjut." jelas Ervan kembali.

__ADS_1


Mendengar itu seperti pukulan terbesar bagi keluarga besar Zahra, semua pun segera berlari menuju ruang operasi.


Almira begitu takut jika operasi pertama sang kakak tidak akan berhasil dan kemungkinan besar akan merenggut nyawa sang kakak. Melihat Almira yang berdiri di depan pintu membuat seluruh keluarga besar Zahra menitihkan butiran bening.


"Mira yakinlah kamu bisa menyelamatkan Leon, hanya kamu harapan kami satu-satunya, kuatkan hatimu kami yakin kamu pasti bisa menyembuhkan Leon." ucap Ommah sembari mencium tangan Mira.


"Aku takut Ommah, jika terjadi sesuatu terhadap kakak, aku mungkin tidak akan bisa memaafkan diriku." balas Almira dan dengan cepatnya sang Bunda berjalan dan memeluk erat Almira.


"Sayang yakinlah, jangan kecewakan kami karna kamu harapan kami satu-satunya." jelas Bunda


"Baiklah Bunda, aku akan melakukan yang terbaik untuk kakak, tapi kalian janji tidak akan mengatakan apapun kepada kakak ipar mengenai kondisi kakak saat ini." ucap Almira dengan memohon.


"Kami janji tidak akan mengatakan apapun kepadanya." balas sang Paman.


Almira pun masuk dan mulai melakukan operasi. Hampir 7 jam berlalu terlihat beberapa perawat keluar dengan tergesa-gesa dari dalam kamar operasi dan membuat seluruh keluarga tampak panik.


"Dokter, apa yang terjadi,? apa Leon baik-baik saja,?" tanya Tuan Laksmana.


"Kondisi Tuan Leon melemah dan kami memerlukan waktu lebih lama untuk mengeluarkan Tuan Leon dari masa kritisnya." jawab sang Dokter dan berlalu meninggalkan keluarga besar.


"Oppah, apa yang terjadi dengan Deddy,?" tanya Aggrita.


"Sayang kamu jangan mikir yang macem-macem, kamu bantu Deddy dengan doa agar Deddy bisa berkumpul dengan kita lagi." jelas Tuan Laksmana.

__ADS_1


"Baiklah Oppah. Tuhan sembuhkan Deddy, Grita sangat sayang dan merindukan Deddy, Deddy orang baik, beri Deddy kesehatan Tuhan." Doa Aggrita untuk Leon.


__ADS_2