Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
96. Berbohong demi kebaikanmu


__ADS_3

Pelukan yang di berikan Zahra kepada Leon membuat Leon begitu hancur karna itu adalah pelukan terakhir di antara mereka.


"Semoga kau bahagia, dan cobalah untuk melupakan aku Zahra, aku tidak ingin melihatmu seperti ini kelak nanti dan carilah pria yang bisa menerimamu." ucap Leon dengan butiran bening yang tak terlihat karna derasnya air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya.


"Kamu tidak perlu menghawatirkan aku, karna bagiku kebahagianku telah hilang sejak perkataanmu beberapa bulan yang lalu, dan terima kasih sudah pernah menjadikan aku orang terpenting dalam hidupmu walaupun hanya sebentar." balas Zahra dengan perlahan melepaskan pelukan mereka.


Setelah selesai berkata Zahra hendak berbalik dan meninggalkan Leon namun Leon menarik pergelangan tangan Zahra.


"Ra maafkan aku, ijin aku mengantarmu kembali karna aku tidak bisa membiarkanmu berkendara pada saat ini." ucap Leon.


"Tidak perlu, dan jangan lagi menghawatirkan aku kelak nanti karna di antara kita sudah berakhir selamanya, dan aku tidak ingin di cap sebagai seorang perempuan perebut suami orang dengan statusmu yang beristri." ucap Zahra dengan tegasnya meski dalam hatinya begitu sakit mengetahui kebenaran pernikahan Leon.


Mendengar perkataan Zahra membuat Leon membisu tanpa satu patah katapun yang keluar dari mulutnya.


Zahra begitu kacau dan frustasi dalam perjalanan kembali mobilnya masuk di genangan lumpur, ia begitu panik dan tidak tau harus melakukan apa saat itu. Hampir 2 jam lebih ia mencoba keluar dari genangan lumpur namun semua usahanya sia-sia, hingga pada saat ia mencoba meminta bantuan terlihat sebuah mobil mewah Rolls Royce berhenti di depannya namun sungguh bukan hal yang baik untuk Zahra karna di dalamnya terdapat beberapa pria yang sudah sangat mabuk.


Hendak menyapa orang yang di dalam mobil tiba-tiba terdengar sapaan dari seseorang.

__ADS_1


"Hay Nona cantik, maukah kau menemani kami malam ini." sapa salah satu pria yang duduk di samping kemudi.


Melihat situasi yang tidak aman bagianya membuat Zahra takut dan berjalan kembali ke sisi mobilnya.


"Hey, aku sedang bicara kepadamu." teriak pria tadi.


Zahra sungguh tak menghiraukan teriakan pria tersebut dan masuk ke mobilnya.


Tidak terima dengan ke engganan dari Zahra membuat pria tersebut emosi dan turun dari mobil dan berjalan menghampiri mobil Zahra.


"Sialan, siapa dia bisa-bisanya mengabaikanku saat aku merayunya." ucap sang pria saat salah temannya menariknya kembali ke mobil mereka.


"Ohhh tidak semudah itu, ia harus menjadi milikku karna ia sudah berani mengabaikanku." balas pria tersebut dan mulai mengetuk pintu kaca mobil Zahra.


Zahra begitu takut, ia pun segera mengambil ponselnya dan menekan nomor Leon karna Villa Leon dekat dengan lokasi ia saat ini dan hanya Leon yang bisa membantunya namun semuanya sia-sia karna Leon sekalipun tak menjawab panggilannya. Ia pun berpikir untuk menelpon Almira dan meminta bantuannya.


"Hallo Mira, Mira tolong aku, aku takut." dengan gemetarnya ia berbicara.

__ADS_1


"Hallo Zahra, ada apa denganmu,?" tanya Almira.


"Mobilku masuk genangan lumpur dan saat aku ingin meminta bantuan seseorang, tiba-tiba ada sebuah mobil yang di dalamnya banyak pria yang sudah mabuk dan sekarang mereka sedang mencoba membuka pintu mobilku, tolong aku Mira," jelas Zahra.


"Kamu saat ini berada di jalan ap--." belum sempat menanyakan lokasi Zahra, sambungan telpon terputus dan membuat Almira tampak khawatir, ia pun tidak tau lokasi Zahra berada dan memilih mengabari sang kakak, berulang kali menekan nomor sang kakak takĺ mendapatkan jawaban hingga saat ingin mengakhiri panggilannya tiba-tiba terdengar sapaan dari sang kakak.


"Ada apa,? kangen kakak ya.?" tanya Leon.


"Kakak kemana aja sih, tapi ada yang lebih penting yang harus aku omongin sama kakak" jelas Mira.


"Maaf, kakak baru selesai mandi jadi tidak mendengar panggilanmu. Apa kamu dalam kesulitan dek?." balas Leon dengan kekhawatirannya.


" Barusan kakak ipar menelponku dan meminta aku menolongnya karna saat ini ia di ganggu oleh beberapa orang mabuk tapi belum sempat aku menanyakan lokasinya tiba-tiba sambungan telponnya putus, aku sangat khawatir dengan kakak ipar." jelas Almira yang tampak khawatir dengan Zahra.


" Kamu jangan khawatir kakak akan mencarinya, kamu tunggu kabar dari kakak, okey." jawab Leon sembari menghilangkan kepanikan sang adik.


Setelah memutuskan sambungan telpon dari sang adik, Leon secepatnya berganti pakaian dan berlalu menuju garasi mobil. Berulang kali Leon memukul stir mobilnya dan mengutuk dirinya karna ia tega membiarkan Zahra kembali sendirian.

__ADS_1


Apa yang kulakukan, jika terjadi sesuatu kepadanya itu semua adalah salahku. Maafkan aku Zahra, aku tidak bermaksud melakukan ini terhadapmu, tapi kebohongan ini aku lakukan demi kebaikanmu. Monolog Leon dalam perjalanan mencari keberadaan Zahra.


#Maaf jarang update karna masih dalam pemulihan pasca kecelakaan🙏🙏


__ADS_2