
Mobil Donny pun melaju dengan kecepatan tinggi dan di ikuti dengan Leon dari belakang. perbincangan dan juga perdebatan pun mulai terjadi di dalam mobil. Donny menyerang Zahra dengan pertanyaan-pertanya dan membuat keduanya saling meneriaki satu sama lain.
Donny pun menepihkan mobilnya dan mulai perang mulut dengan Zahra. Leon pun melihat semua kejadian itu namun dirinya tidak terlalu merasakan kecemburuan pada diri Donny karna ia sudah tahu jika Donny akan segera menikah dengan Prily.
Setelah perdebatan akhirnya keduanya pun kembali terdiam dan Donny melanjutkan mengemudi. Sesampainya di Mansion Chandra. Zahra beserta kedua pasangan tersebut masuk, namun mereka tidak menemukan seorang pun di sana.
Zahra kamu bersiaplah mungkin semuanya sudah pergi karna acaranya di adakan di Hotel milikmu. Aku dan Prily akan menunggumu di sini.
Zahra pun segera masuk menuju kamar yang sudah 5 tahun di tinggal olehnya. Namun lagi-lagi Zahra tersenyum hingga menjatuhkan butiran bening karna kamar itu tak sedikitpun berubah dari terakhir di tinggal olehnya dan semuanya masih jelas terpajang bingkai-bingkai foto miliknya namun sekarang sudah terlihat seperti gudang foto karna foto sang anak di pajang di sana dari mulai kedatangan sang anak hingga berumur 4 tahun semua sudah di pajang di dinding kamarnya.
Zahra pun segera bersiap setelah selesai Zahra kini turun dan membuat Donny tampak terkejut saat melihat gaun yang di kenakan Zahra mirip dengan yang dipakaikan ke Aggrita. Donny pun menatap ke arah 2 wanita di sampingnya.
"Kamu pasti mau tanya masalah gaun yang aku kenakan sama dengan yang di kenakan Aggrita. Iya itu setiap ulang tahun Aggrita aku selalu membeli setelan ibu, ayah dan anak agar saat pesta perayaan ulang tahun aku serasi sama anakku." jelas Zahra.
"Ayah? apa kamu membelikan pakaian untuk Ricard?" tanya Donny setelah mendengar kata Ayah.
Gila amat loh, ngapain juga coupel dengan Ricard sekali pun ia Ayah dari Aggrita. Aku beli coupelan sama Leonlah kan selama ini setiap kali Aggrita ulang tahun Leon yang selalu merayakannya denganku, ya udah ayo kita pergi keburu telat.
Hahahah, segituhnya kah kamu marah sama Ricard, jangan bilang kamu cemburu melihat Sally dan Ricard. Donny menggoda Zahra.
Sialan luh untung aja gue gak lagi minum kalau gak bakalan gue semburin di wajah loh.
Prily hanya tertawa melihat sang kekasih dan juga sang Kakak sedang beradu mulut.
Leon pun sudah menunggu Zahra di luar Mansion setelah ia selesai bersiap dan meletakkan barang bawaannya di hotel dekat dengan Mansion Zahra.
__ADS_1
Leon tampak terbelalak melihat Zahra yang mengenakan gaun yang coupel dengan yang di kenakan dirinya yang di beli mereka saat di Italya. "Sayang kamu terlihat sangat cantik mengenakan gaun itu dan aku pastikan malam ini akan menjadi kenangan terindah untukmu dan juga diriku" monolog Leon.
Almira yang sudah tiba sejak sejam yang lalu langsung menelpon sang Kakak dan menanyakan keberadaannya, karna ia tidak mendapati sang Kakak di hotel.
"Kakak kamu di mana sih? aku udah siap dan kamu seenaknya ninggalin aku" gerutu Almira.
Dek, kamu turunlah Kakak udah menyiapkan mobil untukmu lima belas menit kita bertemu di Hotel yang telah Kakak kirimkan kepadamu.
Baiklah Kakak, aku akan turun sekarang.
Terlihat mobil Donny meninggalkan Mansion. Leon pun mengikuti dari belakang.
Di hotel sudah terdapat banyak orang, karna Fahreza dan juga adiknya menggundang rekan bisnis, sahabat mereka dan sahabat baik Zahra. Tampak sosok-sosok sahabat yang sangat Zahra rindukan seperti. Safeer ali bersama keluarga kecilnya, Ryan Salim beserta keluarga kecillnya dan juga Naysila dan juga rekan bisnisnya dahulu.
Donny maupun Prily masuk dan meninggalkan Zahra di mobil sendirian, Zahra yang hendak turun melihat sosok Ricard yang sedang berjalan bergandengan dengan Sally Jhou. Zahrapun mengurungkan niatnya untuk segera turun.1
Donny dan Prily seketika mematikan lampu dan memberikan Zahra kode untuk segera masuk dan berdiri tepat di depan keluarga besarnya.
Zahra turun dan berjalan masuk tanpa ada yang menyadari dirinya, Zahra kini telah berdiri tepat di depan keluarga besarnya Donny pun dengan segera menyalakan lampu.
Betapa terkejutnya keluarga besar Zahra melihat sosok di depan mereka. Bunda dan juga Ommah Diana berteriak histeris melihat Zahra ada di depan mereka.
Zahra yang sudah tidak bisa menahan tangisnya pun pecah. Sang Ayah tak menyangka sosok sang putri yang di ketahui sudah meninggal 5 tahun yang lalu saat ini ada di depan mereka.
Semua orang tampak terkejut menyaksikan kehadiran Zahra.
__ADS_1
Keluarga besar tidak percaya melihat sosok di depan mereka, tiba-tiba Aggrita berteriak.
"Bundaaa, Grita sangat merindukan Bunda." Keterkejutan mereka pun bertambah.
Zahra pun berjalan memeluk sang anak yang di tinggalnya selama 5 tahun. Setelah Ibu dan Anak saling melepas kerinduaan. Keluarga besar pun berjalan memeluk Zahra dengan eratnya. Namun terlalu syok dengan kehadiran sang Anak. Tuan Laks berjalan meninggalkan aula dan menuju kolam renang.
Bunda Wina yang menyadari kepergian suaminya melepaskan pelukan eratnya dari tubuh Zahra dan mengatakan, jelaskan semuanya pada Ayahmu.
"Baik Bunda."
Semua yang berada di situ pun ikut menangis melihat kisah keluarga Chandra. Zahrapun berdiri dan berjalan menuju kolam renang yang berada di samping pesta dan semua mengalihkan pandangan mereka ke arah Ayah dan Anak itu.
Ayah, maafkan Zahra yang sudah membohongi Ayah beserta keluarga selama 5 tahun ini, tapi Zahra hanya memiliki pilihan ini 5 tahun yang lalu. Zahra sangat menyesalinya Ayah, tapi jika Ayah tidak menginginkan kehadiran Zahra, Zahra akan meninggalkan Negara ini dan kembali ke Italya. Karna Zahra tidak ingin merusak keharmonisan keluarga saat ini.
Sang Ayah hanya berdiam diri tanpa mengatakan sepatah katapun dan memblakangi sang Anak.
Zahra pun merasa bersalah karna telah mengganggu keharmonisan keluarganya dan memilih meninggalkan hotel dan hendak berjalan pergi.
"Kamu mau kemana sayang, Ayah hanya tidak percaya jika kamu saat ini ada di depan Ayah tapi Ayah tidak ingin kamu pergi jauh lagi dari Ayah karna kau adalah putri satu-satu di keluarga Chandra. Kau tahu sejak mendengar kematianmu Ayah mengalami koma karna Ayah tidak bisa menerima kenyataan itu dan suatu saat ketika Aggrita berbicara dengan seseorang di telpon Ayah mendengar suara yang sangat familiar saat itulah Ayah mencari tahu kebenaran tentang kematianmu."
Dan Rs. Ambruzo itu adalah Rs milik Ayah, saat Ayah menjemput Bunda, Ayah memberanikan diri pergi kesana dan memeriksa CCTV saat kamu melahirkan Aggrita, dan saat kamu meminta Dokter Sisco Arahap untuk menyuntikan suatu cairan pun Ayah menyaksikannya sendiri.
Zahra pun berbalik dan berlari ke arah sang Ayah suara isak tangis pun terdengar di kolam renang itu semua merasa ibah mendengar perjalanan hidup Zahran dan Tuan Laks yang mengetahui keadaan sang Anak.
Kini semua kembali berkumpul di aula dan melanjutkan pesta.
__ADS_1