Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
97. Wanita yang sopan


__ADS_3

Zahra kini hanya bisa berdiam diri di dalam mobil tanpa memperdulikan kedua pria yang sedang mengetuk ngetuk kaca mobilnya.


"Hey, ayolah aku hanya ingin tau namamu saja, aku tidak mungkin melakukan hal sembrono terhadapmu dengan statusku seorang anak penguasa di America." teriak pria tersebut di balik kaca yang tertutup rapat tersebut.


"Reimont hentikan, kamu bukan membuatnya merasa aman tapi lihatlah wanita itu ketakutan dengan sikapmu saat ini." selah temannya.


"Aku tidak bermaksud menakutinya, aku hanya ingin tau namanya saja tidak lebih karna baru kali ini aku bertemu dengan wanita sepertinya yang tidak perduli dengan ketampanan dan kekayaanku." teriak Reimont kembali di bawah derasnya hujan namun semua perkataannya bisa di dengar oleh Zahra dari balik mobilnya.


Kali ini Zahra sungguh tidak peduli dengan perkataan pria yang sedang berdiri di luar mobilnya.


Dalam perjalanan Leon begitu khawatir dengan Zahra yang ia tidak tau keberadaannya.


"Hallo Ervan." sapa Leon.


"Apa kamu memerlukan bantuanku?" tanya Ervan.


"Aku tidak menemukan keberadaan Zahra, bantu aku melacak lokasi ponselnya satu jam yang lalu dan kirimkan lokasinya kepadaku." jelas Leon.


"Apa terjadi sesuatu dengannya,? Aku akan segera mengirimkan lokasinya kepadamu, tapi jika terjadi sesuatu segeralah kabari aku." balas Ervan dengan khawatir.


" Baiklah, terima kasih." ucap Leon kembali dan memutuskan sambungan telpon.


Tidak memerlukan waktu lama untuk Ervan melacak keberadaan Zahra dan mengirimkan lokasi itu kepada Leon dan segera mungkin Leon menaikan kecepatan mobilnya menuju lokasi yang di kirimkan Ervan. Hampir sejam Leon pun tiba di lokasi keberadaan Zahra namun ia sungguh tidak menemukan sosok Zahra dan juga mobilnya di sana.

__ADS_1


"Zahra...Zahra." teriak Leon memanggil nama Zahra namun tak mendapatkan balasan, saat ia hendak kembali ke mobil tidak segaja Leon menemukan sebuah ponsel yang tidak jauh dari mobilnya, ia pun berjongkok dan mencoba mengenali ponsel tersebut dan ternyata ponsel tersebut adalah milik Zahra, kali ini pikiran Leon sudah sangat kacau dan tidak tau harus kemana lagi mencari Zahra. Leon pun memutuskan untuk tetap mencari Zahra karna ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Zahra.


Zahra yang awalnya menolak berbicara dengan pria yang tidak di kenalnya akhirnya memilih turun dan mencoba menyapa mereka, awalnya ia mengira pria yang sedari tadi mengajaknya berbicara adalah sosok pria yang menakutkan namun nyatanya pria tersebut adalah pria baik-baik.


"Maafkan aku, yang sudah tidak berlaku sopan kepadamu, tapi sungguh aku tidak bermaksud demikian." ucap Zahra.


"Tidak masalah, maafkan aku juga yang sudah membuatmu takut dengan sikapku barusan, kenalkan namaku Reimont Hock." jawab pria tersebut sambil memperkenalkan diri.


"Zahra Humairah Chandra." ucap Zahra kembali sembari menyebutkan namanya.


"Apa yang terjadi dan mengapa mobilmu bisa sampai di genangan lumpur.?" tanyanya kepada Zahra.


"Aku tidak bisa melihat jalan dikarenakan hujan yang begitu lebat sehingga mobilku masuk ke genangan lumpur." jelas Zahra.


" Maaf sudah merepotkan kamu, tapi aku janji akan membalas kebaikanmu malam ini dan jika tidak keberatan temanku memiliki club malam yang tidak jauh dari sini, dan jika kamu bersedia bisakah kamu mengantarku kesana, aku ingin membersihkan tubuhku di sana." pintah Zahra dengan sedikit kebohongan dengan mengatakan jika club malam itu milik temannya.


"Baiklah, aku akan mengantarkanmu kesana." balas Reimont sembari menyuruh asisten dan juga teman-temannya mengikuti mereka dari belakang.


Zahra maupun Reimont kini mengendarai mobil menuju salah anak cabang club milik Leon dan dirinya. Tidak memerlukan waktu lama keduanya tiba di club tersebut Zahra pun mengajak Reimont masuk kedalam.


" Aku tidak tau harus membalasmu dengan cara apa, tapi jika kamu tidak keberatan aku ingin mentraktirmu dan juga teman-temanmu untuk menikmati beberapa wine ternama di club ini." Ucap Zahra karna ia sungguh tidak ingin berhutang budi kepada siapapun.


"Kamu jangan terlalu sungkan Zahra, bisa mengenal wanita cantik dan juga memiliki kesopan sepertimu adalah suatu kehormatan bagiku." jelas Reimont

__ADS_1


" Hahaha lebay banget, aku tidak bisa membiarkan kalian pergi dalam cuaca ekstrim seperti ini, tunggulah beberapa saat, setelah hujan reda aku tidak akan menahan kalian lagi jika ingin pergi. " bujuk Zahra.


"Sungguh kamu adalah wanita yang memiliki kesopanan yang begitu langkah dari banyaknya wanita yang ku kenal, dan baiklah aku menerima jamuan wine yang kamu tawarkan tapi setelahnya aku dan yang lainnya harus segera pergi karna keberangkatanku pukul enam dini hari. " jelas Reimont.


"Ok, aku janji setelahnya tidak akan menahan kamu dan yang lainnya lagi, ayo masuk." ucap Zahra sembari berjalan masuk ke dalam club.


Zahra dan juga Reimont di sambut dengan sopan oleh beberapa pegawai club malam tersebut sehingga membuat Reimont tampak terbelalak mendapati sapaan dari pegawai club tersebut.


"Selamat malam Nyonya, apakah anda ingin kami menyiapkan pakaian untukmu,?" tanya salah satu pegawai.


Mendengar perkataan pegawainya Zahra tersenyum dan menganggukan kepala seraya berterima kasih. Setelahnya ia pamit kepada Reimont dan berjalan menuju sebuah lemari minuman dan menempelkan tangannya ke dinding lemari dan ternyata di balik lemari itu adalah kamar rahasia Zahra maupun Leon.


"Aku ingin membersihkan tubuhku, tunggulah aku beberapa saat dan ajaklah teman-temanmu duduk, secepatnya aku akan kembali." ucap Zahra.


"Baiklah." balas Reimont seraya tersenyum manis kepada Zahra.


Zahra kini sedang bersiap namun ia lupa jika teman barunya juga basah kuyup karna membantu ia barusan, ia pun berinisiatif untuk menanyakan setelah baju kepada pegawainya.


"Apakah kita memiliki sepasang setelan baju pria? jika ada tolong antarkan itu kepada temanku barusan dan antar ia di ruang ganti VVIP." tanya Zahra.


"Ada beberapa setelan baju pria yang di beli Tuan beberapa bulan yang lalu tapi tak kunjung di ambil oleh Tuan, apakah itu tidak terlalu berlebihan untuk memberikan pakaian yang di beli Tuan kepada teman Nyonya.!" jawab pegawai tersebut dengan hati-hati karna ia tidak ingin membuat majikannya marah akan perkataannya.


"Tidak masalah, berikan pakaian itu kepadanya dan tolong jamu beberapa temannya juga." pintah Zahra kembali.

__ADS_1


"Baiklah nyonya jika itu perintah anda, kami akan dengan senang hati mengikuti perintah anda." jawab pegawai tersebut.


__ADS_2