Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
45. Menghapus CCTV


__ADS_3

Ricard yang mendengar pembicaraan Donny Balldy Akhirnya menyuruh beberapa Orang untuk menghapus rekaman CCTV.


Ricard melajukan mobil ke hotel Crowne Plaza. Ricard yang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tidak perlu memakan waktu lama baginya untuk sampai di hotel Crowne Plaza


Ricard di sambut oleh beberapa orang.


Antarkan saya keruangan keamanan CCTV.


Baik Tuan Alziro.


Ricard mulai menghapus rekaman sejak pelayan mengantarkan beberapa wine, dan di ikuti Zahra masuk ke kamar selang tiga jam setelahnya dan Zahra yang check out dari hotel.


Setelah semuanya beres, Ricard yang sudah berada di luar ruangan, teringat jika dia lupa menghapus kedatangan Zahra ke hotel malam itu.


Ricard masuk kembali dan menghapusnya.


Ricard pun mempercepat langkahnya karna dia tahu Donny pasti akan segera tiba disana


Ketika Ricard keluar dia mendengar ada orang yang menuju ke ruangan CCTV. Ricard pun turun melalui pintu darurat.


Ricard menyuruh beberapa orang untuk mematikan saluran CCTV agar ketika dia keluar dari hotel tidak akan ada yang melihatnya.


Donny Balldy yang sedang memeriksa rekaman CCTV.


Hanya mendapatkan Zahra pada awal kedatangan Zahra menginap, namun dia bertanya-tanya.


ketika dia melihat Zahra dan Ricard Alziro bersama-sama masuk ke kamar. Donny Balldy seketika begitu murkah melihat Ricard yang ikut masuk ke kamar Zahra.


Donny pun meninggalkan ruangan tersebut dan melajukan mobilnya ke perusahan Alziro Group.


Ricard yang sedang duduk di ruangannya tersenyum licik.


Karna Ricard memang berencana tidak menghapus rekaman ketika dia dan Zahra masuk di kamar yang sama.

__ADS_1


Ricard Alziro teriak Donny Balldy dan mengejutkan para staf di Alziro Group.


Beberapa satpam sudah berusaha menahannya, namun melihat kemarahan pria tersebut mereka pun membiarkan pria tersebut naik lift menuju ruangan Tuan Alziro


Ketika Donny Balldy sampai Donny ditahan oleh Dirgantara, Ada apa ini tuan? tanya Dirgantara


Aku tidak ada urusan dengan kalian, minggirlah dengan tatapan yang begitu tajam yang diberikan Donny.


Maaf ini kantor bukan pusat perbelajaan seenaknya masuk dan berteriak. Dirgantara dengan tegasnya berkata kepada Donny Balldy.


Ricard yang sudah dari tadi melihat kegaduhan yang dilakukan Donny akhirnya beranjak dan berdiri di ambang pintu ruangannya dan berkata.


Dirgantara biarkan Tuan Balldy masuk!


Dirgantara mematuhi perintah atasannya dan membiarkan Donny Balldy masuk.


Ricard yang duduk di kursi ruangannya. Menyambut Donny dengan antusias.


Silahkan masuk Tuan Balldy.


Ricard, Apa yang kau lakukan kepada Zahra?


Ricard dengan cepatnya menjawab. Apa maksud Tuan Balldy,??


Ricard Alziro Apa kau yang telah menodai Zahraku,??


Tuan Balldy Apa kau mempunyai bukti,? jika tidak, Aku bisa menuntutmu atas pencemaran nama baik.


Donny Balldy tersenyum dan berkata begitu menusuk ke hati Ricard Alziro.


Jika pria itu adalah kau Ricard Alziro, Aku bersumpah atas cintaku untuk Zahra. Jika bulan berikutnya Zahra hamil. Aku akan menikahi Zahra dan menerima Anak itu seperti darah dagingku sendiri dan jangan berharap Kau bisa memiliki mereka berdua. Donny Balldy menghempaskan Ricard Alziro di kursi.


...Donny Balldy pun meninggalkan Alziro Group....

__ADS_1


kini Donny Balldy memilih tinggal di Apartement Zahra.


Ricard yang mendengar perkataan Donny Balldy, begitu marah sehingga melemparkan apapun yang ada di depannya.


Sudah sebulan lebih Donny Balldy maupun Ricard Alziro mencari keberadaan Zahra, namun tak satupun dari mereka mendapatkan informasi.


Zahra kini bekerja di Anak perusahan milik keluarganya di Italya, namun Zahra mengganti identitas dirinya, ia merubah penampilannya, rambut yang panjang kini di ubahnya menjadi rambut pendek sebahu dan kali ini dia mengenakan kaca mata sungguh tidak terlihat seperti Zahra Humairah Chandra.


Zahra sekarang bekerja di bagian Verifikasih dan Pembendarahan di kantor cabang milik keluarganya.


Zahra yang sedang mengverifikasi beberapa berkas tiba-tiba merasa mual. Zahra berlari ke toilet dan mengeluarkan semua isi perutnya. Zahra hendak keluar namun dia merasakan mual lagi. Zahra pun meratapi nasibnya. Apa yang akan terjadi kepadanya setelah perutnya membesar namun dia belum menikah dan apa yang akan di katakan orang-orang kepadanya.


Fahreza mencoba menghubungi Zahra karna sudah hampir tiga bulan berlalu Zahra tak pernah mengabarinya. Fahreza menelpon Ardiyansyah untuk segera ke Prancis.


Ke esokan harinya Fahreza menunggu Ardiyansyah seketika sang adik pun tiba di Airport Charles de Graulle Prancis.


Fahreza menceritakan situasi saat ini kepada Ardiyansyah. Tampak kekhawatiran di raut wajah mereka, Kakak takut terjadi sesuatu kepada Zahra. Fahreza pun melajukan mobil menuju Apartement Zahra.


Kini keduanya telah sampai di Apartement Zahra. Mereka pun segera masuk, tapi mereka begitu tak menyangka bisa bertemu Donny Balldy di sana.


Donny sapa Fahreza. Fahreza pun menghampiri Donny dan berpelukan, lama tak berjumpa Donny. Gimana kabarmu sekarang.


Aku sedang tidak baik-baik Reza.


Apa maksudmu, di mana Zahra,? tanya Fahreza.


Donny Balldy hanya menyodorkan sepucuk surat untuk Fahreza. Fahreza pun membuka surat itu dan membacanya, seketika tubuhnya melemas.


Melihat sang Kakak yang sudah menjatuhkan butiran bening Ardiyansyah pun menarik surat itu, dia begitu tak percaya dengan yang terjadi kepada Adiknya.


Donny dimana dia sekarang, tanya Ardiyansyah.


Aku sudah mengerahkan semua orang ku selama tiga bulan ini namun kami tidak mendapatkan kabar mengenai Zahra.

__ADS_1


tanpa sadar Donny Balldy meneteskan butiran bening.


__ADS_2