Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
74. Deddy sebutan baru Leon


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat di mana Zahra dan juga Leon membawa Aggrita ke pusat perbelanjaan karna ini kali pertamanya Zahra jalan-jalan bersama sang anak.


Mereka berjalan seperti keluarga kecil yang begitu bahagia dan harmonis, semua pengunjung memuji kekompakan ketiganya karna Leon dengan penuh kasih sayang menggendong Aggrita di tangan kirinya dan tangan kanan bergandengan dengan Zahra.


Mereka menuju salah satu wahana permainan yang keamanannya cukup terjamin dan membuat Aggrita tampak bahagia.


"Ded, Grita ingin punya adik biar Grita ada teman main," teriak Aggrita.


Leon maupun Zahra tanpak terkejut mendengar bicara sang anak, Leon pun tersenyum dan berkata. "Baiklah Deddy and Mommy akan memberikan Grita adik yang banyak." balas Leon dengan senyum lebar.


Zahra pun mencubit lengan Leon sembari tersenyum malu.


"Sayang, aku bahagia saat si kecil memanggilku dengan sebutan Deddy, dan sungguh aku merasa dunia ini adalah milikku karna aku di kelilingi orang-orang yang sangat berarti dalam hidupku awalnya aku hanya memiliki kamu dan juga Almira namun saat ini ke tambahan gadis kecil yang teramat lucu dan juga menggemaskan dan mungkin dia akan menjadi sainganmu dan juga Almira saat kita tinggal bersama kelak nanti." kejujuran hati Leon.


Zahra pun tersenyum dan memeluk Leon dengan eratnya. "Le makasih, aku sangat bersyukur tuhan memberiku pria yang begitu tulus dan penyayang seperti dirimu." ucap Zahra bergantian.

__ADS_1


"Sayang sudah beberapa hari kamu di sini menemani kami, bagaimana dengan perusahan, aku tidak ingin kamu lebih memprioritaskan kami dan membiarkan perusahan dan juga bisnis-bisnismu di sana." kekhawatiran Zahra akan bisnis Leon.


"Kalian adalah segalanya bagiku, dan masalah perusahan jangan pikirkan itu karna semuanya sudah handle oleh Revan sampai minggu depan. Revan pun sudah mengirimkan email kepadaku mengenai proyek di Malaka." jelas Leon ketika melihat kekhawatiran di wajah wanitanya.


"Deddy, Grita laper, Grita pinggin makan ayam kecap." bisik Aggrita kepada Leon.


"Kasian, anak Deddy laper ya, baiklah kita pergi ke restoran dan memesan ayam kecap sesuai perintah putri kecil Deddy." ajak Leon.


Zahra tersenyum bahagia melihat kedekatan Aggrita dan Leon, sungguh ia tidak menyangka jika Aggrita akan sedekat itu dengan Leon.


Mereka pun di tuntun oleh pelayan menuju meja kosong. "Mba aku pesan ayam kecap tapi jangan pedas ya dan juga kepiting saus tiram, minumnya jus alpukat 2 sama jus sirsaknya 1 ya." Zahra memesan makanan kesukaan Leon dan juga sang anak.


"Baiklah Nyonya, segera kami siapkan pesanan anda, pelayan pun berjalan menuju dapur.


Hampir 15 menit menunggu akhirnya pesanan mereka di hidangkan di atas meja, betapa menggemaskan melihat cara makan si kecil dengan lahapnya makan.

__ADS_1


Hari pun mulai gelap, Leon pun menggendong si kecil yang sudah tertidur pulasnya sejak habis makan dan menaruhnya di kursi belakang yang telah di atur untuk tempat tidur si kecil dengan beberapa fasilitas layaknya seperti tempat tidur si kecil di rumah.


Kali ini Zahra maupun Leon tampak capek karena seharian mereka menghabiskan waktu jalan-jalan bersama si kecil.


Almira yang sedang sibuk membantu Bunda Wina menyiapkan makan malam menarik perhatian Adriyansyah. Sungguh Adriyansyah sangat mengagumi Almira walau keduanya tidak akur sejak awal pertemuan mereka di karenakan kesalah pahaman antar keduanya.


"Hayo, jangan bilang kalau kakak mulai jatuh hati sama Almira." goda Alfian.


"Kalau ngomong itu di cerna dulu, siapa juga yang jatuh hati sama wanita bar-bar kayak dia." Adriyanyah yang berbicara sambil mendorong sang adik dan berlalu pergi.


"Hahahah, jangan gitu kakak setiap perkataan kita itu adalah doa." goda Alfian.


"Dasar sinting, kalau aku dengar kamu ngomong ke orang lain awas saja, akan ku blokir atm mu." ancam Adriyansyah


"Biarin aku kan masih punya kakak Reza dan juga kesayanganku, jika aku minta pasti di kasih." Hahahaha Alfian pun berjalan menuju ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2