Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
137. Menikah lah Dengan Ku!


__ADS_3

Seketika tubuh Zahra membeku dan bergetar, kala ia samar-samar mendengar suara tangisan anak kecil yang tak jauh dari posisi nya berdiri. Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi, ia pun segera berjalan menuju pintu masuk goa, sesampai nya di dalam ia mengikuti arah suara yang di dengar nya barusan.


Tepat saat itu juga, ia mendapati seorang anak kecil yang di ikat di sebuah kursi, namun wajah dari anak kecil tersebut di tutup menggunakan sebuah kain berwarna hitam, ia pun dengan hati-hati berjalan menghampiri anak tersebut, tepat saat penutup wajah itu terbuka, seketika lampu di ruangan tersebut di nyalakan.


Plok Plok Plok...


Bunyi dari tepuk tangan menggema di ruangan itu. Saat itu pun Zahra dapat melihat siapa yang telah melakukan hal keji ini dengan menjadi kan seorang anak kecil sebagai umpan nya.


"Kau!" pekik Zahra binggung ketika mendapati seorang wanita yang tidak ia kenali namun wajah wanita tersebut sangat familiar bagi nya.


"Selamat berjumpa kembali, Zahra! kau pasti bertanya - tanya siapa aku dan mengapa aku bisa berada di sini dengan gadis kecil ini." seru nya dengan seringgai licik. " Baiklah, aku tidak ingin berbasa basi lagi dengan mu, di tubuh nya ada sebuah bom yang kapan saja bisa meledak, jika kau ingin ia hidup, lakukan segala yang aku perintah kan." jelas sang wanita sembari berjalan mengitari Zahra dan Grita.


"Jangan takut, Bunda ada di sini, tidak ada yang akan berani menyentuh seinci pun dari tubuhmu, selama Bunda masih hidup." ujar nya ingin menenangkan sang anak, dan kali ini ia mengalih kan pandangan nya.


Dengan tatapan membunuh, ia pun berucap. "Siapa kamu? apa salah ku! aku tidak mengenal mu dan ini semua, mengapa kamu melakukan nya." tanya Zahra dengan datar nya karena ia sungguh tidak mengingat telah berurusan dengan wanita di depan nya.


"Tinggal kan Leon! dan menikah lah dengan Ricard. Jika tidak anak mu akan hancur berkeping keping." balas wanita itu tak kalah dingin nya dari Zahra.

__ADS_1


Zahra tercengang, ia dengan cepat nya dapat mengerti arah perkataan wanita di depan nya, namun sekeras apapun ia mengingat pertemuan dengan wanita di depan nya, ia tidak dapat mengenali wanita di depan nya.


"Sekali pun aku harus mati, aku tidak akan pernah melepas kan Leon atau pun berpisah dengan nya." seru Zahra datar.


"Baiklah kita lihat, apa kamu masih tetap pada pendirian mu!" pekik wanita di depan nya dan menekan sebuah tombol yang ada di genggaman nya. Sebuah layar proyector besar memperlihat kan seorang wanita paru baya yang sedang di sekap di sebuah ruangan, dan orang tersebut ialah Ommah Diana.


"Ommah!" gumam Zahra terkejut ketika melihat sang Ommah dari balik layar.


"Kau!" pekik Zahra yang sudah tersulut emosi, ia pun berjalan menuju wanita tersebut. Sesampai nya di depan wanita tersebut Zahra tak segan-segan mencekik leher wanita tersebut.


Wanita di dalam genggaman Zahra, tak sekali pun merasa takut. Ia pun menepis tangan Zahra dengan kasar nya. "Jika kamu melukai ku, itu sama saja dengan kamu melukai wanita tua itu, karena salah satu pemicu bom yang di pasang di tubuh nya ada di salah satu tubuh ku yang saat ini kamu tekan. Dan itu berarti kamu lah yang membunuh wanita usang itu." bisik wanita itu tepat di telinga Zahra.


Zahra pun memejam kan mata nya beberapa saat sebelum berucap. "Lepaskan mereka, aku akan melakukan apapun yang kamu ingin kan, asal kan kamu mengirim mereka kembali dengan selamat." ucap Zahra dengan tenang nya.


"Kau tidak memiliki hak berbicara atau pun memerintah di sini, semua keputusan aku lah yang akan menentu kan. Kau kembali lah ke Prancis, dan segera langsung kan pernikahan mu dengan Ricard, setelah aku memastikan semua nya, aku akan melepaskan mereka, namun jika kau mencoba coba merusak rencana ku, sampai kan salam perpisahan kepada mereka." jelas sang wanita kembali dan segera memanggil beberapa pengawal nya. "Kalian ikuti wanita ini, dan pasti kan semua rencana kita berjalan dengan baik, namun jika wanita ini membuat kalian susah, jangan sungkan mengatakan nya kepada ku." jelas nya dengan santai sembari berjalan meninggal kan tempat tersebut.


7 jam berlalu.

__ADS_1


Zahra kini menemui Ricard di Italya, ia pun tidak dapat mengatakan apapun kepada Ricard perihal mengapa diri nya rela menikahi nya, karena saat ini beberapa pria suruhan wanita tersebut menyamar menjadi bodyguard nya untuk memastikan jika diri nya tidak berkata sejujur nya kepada Ricard.


"Menikah lah dengan ku saat ini." ucap Zahra dengan frontal tanpa melihat ekspresi keterkejutan Ricard saat ia berbicara.


"Siapa mereka? dan sejak kapan kamu memiliki beberapa bodyguard!" tanya Ricard bingung dan merasa ada yang aneh dengan sikap Zahra yang tiba-tiba meminta diri nya untuk menikah.


Zahra tahu jika Ricard pasti merasa ada sesuatu yang ia sembunyi kan saat ini, namun ia tidak memiliki kesempatan untuk menjelaskan segala nya, bagi nya saat ini keselamatan sang Anak dan juga Ommah adalah nomor satu.


"Kalian keluarlah!" perintah Ricard dengan dingin nya ketika melihat kecemasan dari sorot mata Zahra.


Para bodyguard hanya diam tanpa memperdulikan perkataan Ricard, dan semua itu membuat Ricard makin curiga. Jika sesuatu pasti telah terjadi.


"Ricard biarkan mereka di sini, kamu hanya perlu menjawab pertanyaan ku.!" seru Zahra tiba-tiba.


"Maaf Ra, aku tidak bisa menikah dengan wanita yang tidak mencintai ku!" balas Ricard dengan yakin karena ia ingin, jika kelak Tuhan mengijin kan diri nya menikah maka ia akan menikah dengan wanita yang mencintai ia dengan sepenuh hati.


"Pikir kan dengan baik-baik, aku akan menunggu jawaban dari mu pukul 12:00 siang nanti di Orname Cafe. Aku berharap kamu mau meneri permintaan ku demi kehidupan Aggrita." ucap Zahra dengan menekan dua kata terakhir nya. Dan perkataan itu berhasil membuat jantung Ricard berdegub kencang. Namun belum sempat menanyakan keberadaan sang Anak, Zahra telah pergi dengan para pria berbadan besar keluar dari apartement nya.

__ADS_1


__ADS_2