
Setelah selesai makan Zahra dan Leon pun berencana pergi ke club milik Zahra karna sudah 6 tahun lamanya Zahra tak pernah datang ke club miliknya dan kali ini ia sangat merindukan para sahabatnya.
Nora, Rere dan Saldy tampak terkejut melihat Zahra ada di depan mereka, tampak terpancar kebahagiaan ketika Zahra bertemu dengan mereka.
"Bos, lama tak jumpa. Kami tidak percaya mengenai kematianmu beberapa tahun lalu, tapi yang terpenting sekarang bos sudah kembali dan jika di perkenankan bisakah anda memperkenalkan pria tampan di samping anda." sapa Rere dan Nora bersamaan dan lontaran pertanyaan yang di tanyakan Nora kepada Zahra.
"Maafkan aku yang sudah membuat kalian sedih beberapa waktu lalu dan kenalin ini Leon suami aku." jawab Zahra seraya tersenyum kepada para sahabatnya.
"Oh iya, Saldy gimana kabar anak kamu.? Apa operasinya berjalan lancar? tanya Zahra.
" Bos tahu dari mana mengenai operasi anakku 3 tahun lalu.? jangan bilang jika dana yang Nona Prily berikan adalah perintah bos." tanya Saldy menyelidik.
" Masalah itu, aku tahu dari Prily namun saat operasi selesai aku lupa menanyakan kondisi anakmu karna aku hampir setahun sibuk dengan perusahan." jawab Zahra.
"Terima kasih bos, berkat anda akhirnya anak saya bisa kembali sehat dan tidak lagi menahan sakit pasca operasi selesai." ucap Saldy.
" Ya sudah sebelum aku kembali, ajaklah keluarga kalian untuk berkumpul bersama, dan club ini aku berikan tanggung jawab kepada kalian untuk mengelolanya di bawah naungan Rangga.
"Tapi bos, sejak mendengar berita kematian anda, Rangga jarang datang lagi ke sini, jika ia datang pastinya ia mabuk-mabukan." jelas Nora selaku mananger di clubnya.
Leon yang mendengarnya tampak terkejut dan menatap Zahra seperti ingin tahu mengenai siapa Rangga yang begitu terpukul ketika mendengar kematian Zahra.
__ADS_1
"Sayang, Rangga adalah sahabat baikku, ia dan Prily adalah orang yang membantuku memulai bisnis ini dan Rangga bukan hanya sahabat untukku melainkan kakak ke empatku, nanti aku akan mengenalkannya padamu." jelas Zahra kepada Leon agar tidak di salah pahami oleh Leon.
"Zahra" teriak Rangga yang baru saja tiba ketika mendapati sosok yang sangat di rindukannya dan segera berlari menuju Zahra dan memeluknya. Zahra begitu bahagia orang yang baru saja mereka bicarakan ada di depan mereka.
"Rangga, aku sangat merindukanmu dan maafkan aku atas kejadian yang membuatmu sedih tapi saat ini aku bahagia bisa bertemu denganmu." ucap Zahra seraya mengeratkan pelukannya.
"Aku bahagia bisa melihatmu kembali, Zahra. Dan kamu yang saat ini cukup berbeda, kamu tampak dewasa dan juga lebih cantik." puji Rangga.
"Rangga kenalin ini Leon dia suamiku," Zahra memperkenalkan Leon kepada Rangga.
"Rangga".
"Baiklah, terserah kamu saja Zahra, kapan dan dimana tempatnya kamu yang nentuin." jawab Rangga mewakili yang lainnya.
"Bagaimana jika besok, karna lusanya aku dan Leon harus kembali ke Italya." jelas Zahra.
"Ok." jawab yang lainnya.
"Rangga kamu ikut bersama kami sebentar ke ruanganku, ada beberapa hal yang harus aku bicarakan denganmu." ucap Zahra kembali.
Kini ketiga segera berjalan menuju lift dan naik ke lantai 5 di mana ruangan Zahra berada. Hampir sejam mereka berbincang akhirnya Rangga pamit dan kini tinggal Zahra dan Leon di ruangan itu.
__ADS_1
"Sayang" panggil Leon.
"Hmmn" balas Zahra dengan gumaman.
" Rangga itu sudah lama kerja denganmu?" tanya Leon.
"Sekitar 8 tahun." jawab Zahra singkat.
"Rangga punya istri gak,?" tanya Leon kembali.
"Rangga seorang duda anak satu. Ada apa, kok kamu bertanya mengenai Rangga, sayang?" tanya Zahra selidik melihat perubahan di raut wajah Leon.
" Gak, mau nanya aja, emang gak boleh.?" jawab Leon.
" Tau gak, aku senang kalau kamu cemburu kepada Rangga, tapi Rangga tidak pantas kamu cemburui, dia kerjanya bagus dan cukup profesional dalam urusan pekerjaan dan mengenai ia suka kepadaku tidak mungkin karna Rangga menganggapku sebagai seorang adik. Ayah dan juga keluargaku mengenal Rangga dengan baik. Anaknya juga sering di bawah kakak Reza ke Indonesia bertemu dengan Grita. Tapi sekarang Rangga tidak lagi menduda ia 2 tahun lalu sudah menikah dengan Shiren." jelas Zahra.
"Ya sudah, aku hanya mastiin aja. Kamu selesaikan pekerjaanmu dulu, aku rebahan di sini bentar." sambil meunjuk sofa yang ada di samping mereka.
" Istirahat di dalam aja, dan buang pikiran negatif di pikiranmu, aku gak suka bertengkar karna masalah sepele dan gak jelas seperti tadi kamu tanyain ke aku."
Zahra pun berdiri dan menarik Leon ke kamar yang berada tepat di belakang kursinya. "Ya sudah kamu rebahan dulu dan jangan pikir macem-macem aku secepatnya menyelesaikan pekerjaanku." ucap Zahra seraya memberikan kecupan di bibir Leon dan setelahnya ia berjalan ke luar dan kembali duduk di kursihnya
__ADS_1