
Setelah melewati masa-masa sulit, tiba lah saat nya di mana Zahra dan Leon akan di pesatu kan dengan janji suci pernikahan.
Di kediaman Ricard, Zahra telah di dandani sejak pagi, gaun pengantin dari desainer ternama yang di siap kan oleh Leon dengan susah payah di kenakan Zahra dengan bantuan Prily, Al, Naysila dan Marcella.
Setelah gaun pengantin berwarna dark gray di kenakan oleh Zahra, sungguh gaun itu memperjelas akan lekuk tubuh nya yang ramping, bahu nya yang terekspos hingga memperlihat kan tulang ************ nya yang menambah kesan seksi, dengan gaun yang menjuntai kurang lebih 75 meter tersebut membuat Zahra terlihat bagaikan seorang bidadari. Cantik, anggun dan begitu elegant.
Penata rambut pun membuat rambut Zahra setengah terikat, sebagai mana permintaan Zahra yang ingin terlihat beberapa juntai rambut jatuh di samping kanan dan kiri, dan itu semua berhasil menghipnotis para sahabat dan beberapa penata rambut akan kecantikan tersendiri dari Zahra.
"Bos, di make over sedikit saja, anda sudah terlihat sangat cantik, dan ini kali pertama nya saya mendandani seseorang dengan kualitas wajah yang begitu sempurnah. Sumpah! anda tidak ada tandingan nya sama sekali." ucap Rossa pria setengah wanita tersebut dengan senyum mengembang tatkalah ia melihat kecantikan Zahra yang begitu alami.
"Terima kasih Ros." balas Zahra dengan senyum mengembang juga.
Ke empat wanita yang berada di samping nya pun tersenyum bahagia.
"Selamat ya, beibh. Akhir nya kamu bisa bersatu dengan es balok juga." celetuk Nay dan itu semua berhasil mengundang tawa dari semua nya.
__ADS_1
"Makasih ya kalian udah mau dateng ke nikahan ku! aku tidak sabar lagi menunggu pernikahan kalian bertiga bersama abang-abang ku." balas Zahra dan itu berhasil menyentil hati Al. Sejak pertengkaran mereka Adry pun tak pernah terlihat lagi. Tak ingin memperlihat kan kesedihan nya, Al pun tertawa mengikuti ketiga wanita di samping nya.
"Sayang, kamu terlihat begitu cantik, setelah ini kau bukan lagi tanggung jawab Ayah, Bunda dan ketiga Kakak mu, berjanji lah untuk Ayah, untuk selalu mengikuti perkataan suami mu, karena ijin nya adalah ridho dari Allah. Apa pun yang terjadi jangan sekali pun membantah perkataan suami mu." nasehat sang Ayah dengan berlinang air mata, ketika akan melepas kan tanggung jawab nya sebagai seorang Ayah kepada putri nya yang akan segera menikah.
"Ayah, Bunda, jangan sedih dong, Zahra akan tetap menjadi anak Ayah dan Bunda. Berkat kalian Zahra bisa sampai pada tahap ini, Zahra bersyukur Tuhan memberikan Zahra keluarga, sahabat dan suami yang mencintai Zahra. Terima kasih untuk segala nya." balas Zahra dan memeluk erat kedua orang tua nya.
"Udah jangan nangis lagi, entar make up mu rusak. Ya sudah ayok kita ke bawah. Semua sudah menunggu mu." ucap sang Ayah sembari membersih kan butiran bening di pipi sang anak.
Di saat ini, rasa gugup menguasai Leon, genggaman tangan nya pada buket bunga semakin mengerat, telapak tangan nya tak henti henti nya mengeluar kan keringat dingin.
Ervan seolah dapat merasa kan perasaan Leon, ia pun tertawa dalam hati. Ia tidak menyangka jika Leon sang sahabat yang biasa nya selalu tenang, akan terlihat gugup seperti saat ini, ketika menunggu pengantin wanita nya.
Leon tak menyangka jika hari ini adalah hari bahagia nya bersama Zahra, bagaimana tidak hubungan mereka yang sempat putus dan terpisah beberapa saat pun akhir nya fi persatu kan kembali di altar pernikahan.
Kegugupan Leon pun bertambah saat sang Ayah dari mempelai wanita memberikan beberapa pesan kepada nya. "Kelak pergauli istri mu sebagai mana mesti nya, jangan sekali pun kau melepas tangan mu di bagian tubuh nya, dan jika kau sudah tidak mengingin kan nya lagi Ayah mohon kembali kan ia kepada kami. Berbahagia lah, Ayah yakin kau pasti kan menyayangi Zahra melebih cinta dan kasih kami kepada nya selama ini." pesan sang Ayah kepada Leon sebelum mempersatukan tangan Zahra dan Leon untuk melaksanakan ijab kabul.
__ADS_1
"Leon janji akan selalu mencintai dan menyayangi Zahra lebih dari apapun. Karena sumber kebahagian Leon ada pada Zahra." janji Leon dengan yakin dan serius.
Ayah Laks pun merasa bahagia mendengar penuturan Leon yang menurut nya dapat ia pegang perkataan nya.
Leon pun menatap wajah Zahra. Zahra terlihat cantik mengenakan kebaya berwarna dark gray, polesan di wajah nya di buat senatural mungkin karena Zahra tipikel wanita yang tidak suka berdandan berlebihan, meskipun polesan di wajah nya terlihat tipis namun ia tetap terlihat bak bidadari.
Setelah prosesi ijab kabul selesai, Zahra maupun Leon telah sah menjadi sepasang suami istri. Beberapa pagawai restoran Zahra pun mengucap kan selamat kepada kedua mempelai.
"Kak, selamat ya. Aku bahagia mendengar kabar pernikahan kakak dari Mas Donny. Awal nya Mas Donny tidak mengijin kan aku kesini karena si kecil sangat rewel namun setelah aksi ngambek-ngambekan, aku pun bisa kesini bersama Mas dan anak-anak." aduh Prily kepada Zahra dengan wajah kesal nya.
"Maafin kakak juga yang gak sempat jengukin kamu saat lahiran anak kedua, tapi kakak bahagia bisa berkumpul bersama kamu lagi, sayang." balas Zahra dan kedua nya saling berpelukan melepas kerinduan.
"Le, selamat ya, jaga Zahra untuk kami semua, karena sumber keluarga kami adalah kebahagian nya dan juga si kecil. Dan aku menanti kan persaingan kita untuk mendapat kan si kecil." ucap Donny dengan ancaman dan setelah nya mereka pun berpelukan dan semua ikut tertawa mendengar penuturan Donny.
Fahreza dan Alfian pun berjalan menuju altar pengantin, kedua nya tak dapat menahan haru ketika mereka akan melepas kan tanggung jawab mereka, yang sebentar lagi di ambil alih oleh Leon. Melihat sang kakak Zahra pun menitih kan air mata. "Kakak, maafin Zahra jika selama ini Zahra selalu membuat kalian susah, Zahra bangga memiliki kakak seperti kalian." ucap Zahra saat memeluk kedua kakak beradik tersebut.
__ADS_1
"Berbahagialah sayang, karena kau sudah mendapat kan kebahagian mu! kakak hanya bisa mendoakan kamu, kelak dengar kan apapun perkataan suami mu, jangan pernah membantah setiap perkataan nya, karena kamu bukan lagi tanggung jawab kakak, ubah sikap kekanak kanakan kamu." pesan Fahreza kepada sang adik dan suasana pun menjadi sangat mengharu kan.
"Aku janji, akan menjadi istri yang baik untuk suami ku kelak nanti." balas Zahra dan ketika nya pun kembali berpelukan.