
Zahra maupun Leon kini sedang jalan-jalan di pusat perbelajaan namun kemesraan keduanya membuat mereka menjadi pusat perhatian.
Namun disaat bersamaan terlihat ada beberapa orang yang sedang berkerumun, saat Leon dan Zahra melewati kerumunan orang itu terdengar teriakan seorang wanita yang memanggil nama Leon.
"Leon sayang!" panggil seorang wanita cantik dengan postur tubuh agak berisi namun terlihat cantik dengan balutan dress berwarna merah.
Zahra pun menghentikan langkah nya dan mencari arah suara yang memanggil Leon dengan sebutan sayang.
Zahra pun menatap Leon dengan tatapan yang tidak dapat di artikan. Leon pun menyergitkan alisnya dan hendak berbalik melihat sosok yang memanggilnya. Namun dengan cepatnya seseorang memeluk Leon dengan eratnya dan mengecup bibir Leon.
Zahra begitu di bakar api cemburu dan juga sangat marah. "Hey, Apa yang kau lakukan!" teriak Zahra. Kini kerumunan orang pun berpindah ke arah mereka.
Leon pun dengan cepatnya melepaskan kecupan bibir Arindi setelah melihat raut wajah Zahra yang sudah terlihat sangat marah.
"Arindi, Apa yang kau lakukan?" tanya Leon dengan suara yang meninggi.
__ADS_1
"Siapa kamu dan apa hakmu meneriakiku?" tanya Arindi dengan kesalnya kepada Zahra.
Zahra pun berkata dengan kasarnya. "Kamu sungguh wanita yang sangat murahan, dan kamu sungguh ingin tau siapa diriku. Aku Zahra Humairah Chandra dan calon Istri dari Leon Alexander. Namun kali ini aku sungguh jijik melihat kalian." pekik Zahra dengan berapi api.
Arindi tidak percaya namun mendengar perkataan Zahra, Ia pun memeluk Leon kembali. Detik itu pun Zahra berjalan meninggalkan Leon. Leon tampak marah dengan tingkah Arindi dan dengan kasarnya Leon mendorong Arindi dan berkata. "Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun dan lebih baik kau menjaga sikapmu." ucap Leon tajam.
Leon pun berlari mengejar Zahra namun Zahra dengan cepatnya sudah menaiki taksi. Leon pun berlari menuju mobil dan mulai mengejar taksi yang di naiki Zahra.
"Leon, ternyata dirimu sama seperti pria yang lainnya, aku tidak menyangka kamu tega menghianati diriku." gumam Zahra dengan butiran bening yang sudah membasahi pipinya.
Leon pun berhasil memberhentikan taksi yang di naiki Zahra. Leon pun turun dan mulai mengetuk jendela mobil.
Zahrapun menurunkan kaca jendela dan berkata. "Tidak ada yang perlu di jelaskan dan semuanya sudah cukup jelas Leon, dan terima kasih sudah mencintaiku dan menyayangi diriku walaupun itu semua hanya kebohongan." ucap Zahra dengan dingin nya tanpa melihat ke arah luar jendela.
Leon dengan cepatnya berhasil membuka pintu dan menarik Zahra keluar dari dalam taksi dan memberikan beberapa lembar uang kepada supir taksi.
__ADS_1
"Zahra, Apa yang kau lihat tidak sama dengan kenyataan nya. Ikutlah denganku aku akan menceritakan semuanya kepadamu." ucap Leon menyakin kan Zahra.
Zahra dengan keras kepalanya berkata. "Tidak ada yang perlu di jelaskan dan aku sungguh tidak tertarik mendengarkan omong kosongmu." balas Zahra cepat.
Leon tampak kesal dengan perkataan Zahra. "Baiklah jika itu keputusanmu. Aku tidak akan memaksamu mendengarkan penjelasanku tapi naiklah ke mobil, aku akan mengantarmu kembali ke rumah." ucap Leon dengan suara yang sedikit meninggi.
"Tidak perlu, itu rumahmu! aku akan naik taksi dan kembali ke Apartementku. Mengenai barang-barangku, aku akan menyuruh Asistenku mengambilnya." Jawab Zahra dengan tegasnya.
Kemarahan Leon kali ini sudah tidak bisa di bendung nya lagi ketika mendengar Zahra mengatakan akan meninggalkan rumah nya dan kembali ke Apartement milik nya sendiri.
"Apa maksudmu Zahra? Apa kau akan mengakhiri hubungan ini?" Tanya Leon dan kali ini membuat mereka menjadi pusat perhatian karena kedua nya sangat di kenal oleh banyak orang.
"Ya, lebih baik kita akhiri saja hubungan yang di dasar kan dengan sebuah kebohongan dan itu menurutku baik untuk kita berdua." Zahra berucap dengan nada tinggi nya dan mencoba menahan tangisannya.
Leon pun menatap tajam ke arah Zahra dengan mata yang sudah sangat merah karena menahan butiran bening yang sudah hampir jatuh. "Apa kau sungguh ingin berpisah denganku.? Baiklah, ayo kita akhiri hubungan ini, tapi biarkan aku mengantarmu kembali." ucap Leon tak kalah menantang.
__ADS_1
Zahra dengan cepatnya berkata. " Aku bisa kembali sendiri, dan aku tidak memerlukan bantuanmu lagi." sekali lagi Zahra tidak bisa menahan butiran bening yang sudah mulai jatuh.
Leon kini merasa sangat bersalah kepada Zahra atas kejadian barusan dan Ia hendak memeluk Zahra namun Zahra dengan cepatnya mengangkat tangan nya dan berkata. "Biarkan aku pergi sekarang dan tidak ada lagi yang harus di sesali." ucap Zahra untuk kesekian kali nya sebelum meninggal kan Leon. Zahra pun menghentikan taksi dan meninggalkan Leon yang berdiri mematung.