Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
128. Ini Pasti Terjadi.


__ADS_3

"Paman, apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya Fahreza.


"Ini pasti akan terjadi, oleh karena itu Paman mengirim Adik kalian ke Swiss, agar ia sibuk mengurus Leon tanpa harus melihat berita mengenai diri nya." balas Tuan Laks.


"Apa langkah kita selanjut nya, Paman!" ucap Fahreza kembali.


"Za, kamu temui kepala Arda dan minta ia untuk memblokir segala pemberitaan itu, dan katakan kepada nya untuk menjalan kan misi kedua." ucap Tuan Laks.


"Apa maksud Paman?" tanya Fahreza bingung.


"Paman sudah mengantisipasi permasalahan ini, dan sudah mendiskusi kan permasalahn ini bersama beberapa pengacara kita dan juga kepala Arda. Selanjut nya semua pemberitaan ini menjadi tanggung jawab kepala Arda." jelas Tuan Laks.


"Baiklah Paman, Eza pergi dulu!" ucap Fahreza dan berlalu pergi ke perusahan.


"Alfi, kamu telpon Adry sekarang dan katakan situasi saat ini, minta kakak mu untuk menjauh kan Zahra dari segala alat komunikasi, agar ia tidak memikir kan semua dampak dari permasalahan ini." ucap Tuan Laks dengan sedih.


"Hallo, kakak!" sapa nya


"Iya, ada apa!" ketus Adry saat menerima panggilan dari Alfian yang menganggu waktu nya yang lagi melepas rindu bersama Almira.


"Kakak, di mana Zahra sekarang?" ucap Alfian khawatir.


"Adik sedang bersama Leon di ruangan! apa terjadi sesuatu?" tanya Adry dengan cepat nya.


"Yang harus Kakak lakukan hanya lah menjauh kan Zahra dari segala alat komunikasi, tv dan beberapa surat kabar, karena saat ini seluruh stasiun tv sedang beredar pemberitaan mengenai identitas Zahra yang melakukan penembakan kepada kedua Kakak beradik." jelas Alfian dengan gugup.

__ADS_1


Mendengar itu Adry sontak berdiri dari samping Almira. " Mengapa semua itu bisa bocor ke publik?" tanya Adry dengan marah.


"Orang di balik penculikan kita di Malaka adalah Sally Jhou dan saat ini Sally sudah di tangkap namun ia membongkar identitas Zahra sebagai pelaku pembunuhan terhadap saudara laki-laki nya, dan tepat nya ia memalsukan identitas diri nya, sebenar nya nama Sally bukan Sally Jhou melainkan Desti Sally Kwal." jelas Alfian kembali. Adry pun segera memutus kan sambungan telpon tersebut tanpa berkata kata kepada Alfian.


"Apa yang tejadi?" tanya Almira.


"Bantu Aku, untuk menjauh kan Zahra dari beberapa media cetak atau apa pun termasuk saluran tv. Karena identitas Zahra saat ini sudah terbongkar dan ia menjadi incaran para wartawan." jelas Adry.


Kedua nya pun segera berlari menuju ruangan Leon, setiba nya di sana Zahra tidak berada di dalam kamar melain kan hanya Leon seorang yang sedang tidur.


"Kakak!" panggil Almira dengan pelan nya.


Leon pun perlahan membuka kedua mata nya dan menatap ke arah Almira. "Ada apa, sayang?" tanya Leon dengan suara yang begitu parau.


"Zahra mana?" tanya Almira cepat.


"Kakak, terjadi masalah besar saat ini! Kakak bantu kami untuk menjauh kan Zahra dari ponsel nya maupun tv, jangan biar kan ia melihat berita untuk beberapa saat. Hingga semua terselesai kan." jelas Almira pelan agar tidar terdengar oleh Zahra yang sedang berada di kamar mandi.


Leon tampak bingung dengan perkataan Almira. "Apa yang terjadi?" tanya Leon memastikan.


"Saat ini Zahra menjadi pemberitaan hangat di seluruh stasiun berita, atas kejadian yang terjadi di Malaka." jelas Almira ragu-ragu namun ia tidak ingin menyembunyi kan sesuatu dari Leon lagi.


"Tolong panggil Ervan kesini." balas Leon dengan tenang.


Almira pun segera menarik Ervan bersama dr.Gun untuk masuk.

__ADS_1


"Kerah kan semua orang yang terlibat kerja sama bersama kita untuk memblokir pemberitaan mengenai Zahra saat ini. Jika ada yang berani menentang perintah ku, hancur kan mereka seperti debu. Lakukan iru sekarang!" ucap Leon dengan tegas nya.


"Mengenai ini jangan ada yang berani berbicara kepada Zahra, dan minta dr.Gerald untuk memutuskan saluran tv saat ini juga, hingga beberapa pekan mendatang." jelas Leon kembali karena rumah sakit yang ia tempati saat ini masih di bawah naungan Leon Corp.


"Kalian keluar lah, agar Zahra tidak curiga saat melihat raut wajah kalian seperti itu." pekik Leon sembari memijat pelan pelipis nya.


Tuan Laks saat ini sedang melakukan upaya pencegahan di berbagai media elektronik dan telekomunikasi di Indonesia. Ricard pun turut andil dalam permasalahan Zahra, ia pun memblokir pemberitaan yang sedang ramai di Perancis. Begitu pun dengan Donny maupun Reimont yang berada di America, secepat kilat mereka menghapus jejak pemberitaan mengenai Zahra.


Dan kali ini Ervan dengan bantuan beberapa perusahan lain sedang menghapus segala pemberitaan Zahra dan menaikkan kasus penculikan yang di lakukan Sally Kwal beserta Irchan kwal, hingga terjadi penembakan yang di lakukan Zahra yang semata mata melindungi keluarga nya.


"Sayang, kok belum tidur sih!" tanya Zahra kepada Leon saat ia keluar dari kamar mandi.


"Aku lagi nungguin kamu, sayang!" ucap Leon dengan melebarkan senyum nya.


"Ponsel aku mana, ya!" ucap Zahra sembari berjalan menuju pojok ruangan tersebut.


"Sayang duduk sini dong." seru Leon saat melihat Zahra hendak berjalan menuju nakas.


"Tunggu bentar, aku mau ngambil ponsel aku dulu." balas Zahra.


"Sayang! ayo sini!" ucap Leon kembali.


Zahra pun segera berbalik dan berjalan ke arah Leon. "Ada apa sih! kamu ngerasa sakit di bagian mana?" tanya Zahra.


"Aku merasa kebas di pundak ku, urutin dong!" ucap Leon dan berpura pura merasakan kebas.

__ADS_1


Zahra pun dengan lembut nya memijit punggung Leon perlahan lahan. Hampir beberapa menit Zahra memijit nya, Leon pun meminta Zahra untuk tidur di samping nya. Ia pun menepuk nepuk ranjang yang kosong di samping nya. Zahra yang tahu maksud dari sikap Leon pun segera naik ke ranjang dan berbaring di samping Leon.


__ADS_2