
"Selamat malam Tuan, saya di minta Nyonya mengantar anda untuk bersiap, jika anda tidak keberatan saya ingin mengantar anda di ruangan khusus yang telah di siapkan Nyonya untuk anda." jelas salah pegawai Zahra.
" Nyonya kalian terlalu baik, tapi pakaian saya ada di mobil dan teman-teman saya hingga kini belum juga tiba." jawab Reimont dengan jujur.
"Tapi Tuan, Nyonya sudah menyiapkan beberapa setelan pakaian untuk anda kenakan." balas pegawai wanita itu.
"Baiklah dan terima kasih." ucap Reimont sembari melayangkan senyum.
Reimont kini mengikuti salah pegawai wanita itu menuju ruangan VVIP yang telah Zahra siapkan. Beda halnya dengan Zahra yang sedang melihat pantulan wajahnya yang begitu menyedihkan setelah pertemuan terakhir antara dirinya dan juga Leon.
" Mengapa cinta tak pernah berpihak kepadaku,? aku tampak menyedihkan saat bertemu dengannya. Tapi kenapa kita harus berpisah dengan cara seperti ini. Aku benci kamu Le. " teriak Zahra di dalam kamar mandi karna ia tidak menyangka hubungan yang berjalan begitu romantis dan penuh kasih sayang harus kandas tanpa tau masalahnya.
Sudah cukup lama ia menangis di kamar mandi akhirnya ia terpikir jika ia memiliki teman baru yang sedang menunggunya di luar. Ia pun segera bersiap dan sesudahnya ia keluar dan menghampiri Reimont namun ia tidak melihat sosok Reimont di sana, ia pun bertanya kepada beberapa pegawainya namun tidak ada yang melihat temannya.
Reimont yang sudah selesai bersiap dan hendak keluar menemui Zahra tiba-tiba ponselnya berdering dan ia pun segera keluar untuk mengangkat telpon penting itu di luar club karna di dalam club terlalu bising untuk ia menjawab telpon itu namun siapa sangka ia berpapasan dengan Leon di luar club. Saat itupun ia di tatap sarkas oleh Leon karna pakaian yang ia kenakan adalah pakaian favorit yang di beli Leon waktu lalu namun Reimont tampak cuek karna ia harus segera menjawab telpon itu.
Zahra pun berjalan menuju pintu keluar clubnya namun saat ia hendak memanggil Reimont tangannya di tarik oleh Leon.
"Apa kamu baik-baik saja,? aku mencarimu di mana-mana tapi tidak menemukanmu." lontaran pertanyaan keluar dari mulut Leon. Mendengarkan itu membuat hati Zahra bahagia namun ia begitu kecewa karna Leon mengakhiri hubungan mereka sepihak tanpa ia tau permasalahannya.
__ADS_1
" Terima kasih kamu sudah mau mengkhawatirkan aku tapi itu semua tidak aku butuhkan lagi, karna di antara kita sudah berakhir dan aku berharap tidak akan ada kejadian seperti saat ini dan mengkhawatirkan aku lagi." balas Zahra dengan menekan segala perkataannya.
" Ini semua salahku, aku tidak semestinya membiarkanmu kembali sendirian." ucap Leon kembali hingga membuat Zahra tampak kesal.
" Le hentikan, aku tidak ingin segala kebaikanmu lagi karna aku takut jika kelak aku akan susah moveon darimu, dan satu lagi jangan pernah hadir dalam kehidupanku lagi, karna kamu sudah memiliki kehidupan baru, dan aku berharap jika kamu bisa mengerti dengan keputusanku." ucapan Zahra kali ini membuat Leon diam seribu bahasa.
Reimont yang sudah selesai berbicara memilih kembali ke dalam club karna ia berpikir jika Zahra pasti mencarinya.
" Hey, pasti kamu mencariku ya, maaf tadi aku harus menjawab telpon dari Ayahku. " ucap Reimont tanpa sadar kehadiran Leon di sana.
"Tidak masalah, ayo kita bergabung bersama yang lain kasian mereka pasti lagi nungguin kita." jawab Zahra dengan cuek mesti di sampingnya ada Leon.
Melihat itu membuat Leon murka namun sebisa mungkin Leon menahan amarahnya, karna ia tidak ingin terlalu banyak kesalahpahaman antaranya dan juga Zahra. Leon pun berpikir untuk tinggal lebih lama lagi di sana karna ia takut terjadi sesuatu saat Zahra mabuk karna sungguh ini pertama kalinya ia melihat sosok Reimont.
Zahra, Reimont dan lainnya sedang asik berbincang namun pandangan Zahra terus terarah kepada Leon yang duduk di samping meja bartendert yang Letaknya tidak terlalu jauh dari tempat duduk mereka.
Berulang kali Zahra meminum wine yang di tuangkan oleh teman Reimont membuat Leon yang melihatnya sungguh kesal dan juga marah. Melihat kekesalan Leon, Zahrapun dengan lantangnya menggandeng tangan Reimont kembali dan bersandar di pundak Reimont.
Saat Zahra ingin meneguk kembali winenya dengan cepat Reimont menahan gelas tersebut dan mengisyaratkan telunjuknya untuk tidak minum lagi.
__ADS_1
"Maafkan aku Reimont, aku tidak seharusnya melibatkanmu dalam masalahku, tapi aku tidak tau harus bagaimana menghadapi Leon." bisik Zahra di teliga Reimont saat ia menaruh kepalanya di pundak Reimont.
" Tidak masalah Zahra, kamu adalah teman perempuanku di Italya, karna ini kali pertamanya aku datang ke Italya." balas Reimont.
Melihat kedekataan antara Zahra dan Reimont seketika Leon menghempaskan gelas ke lantai membuat semua pengunjung tertegun dan melihat ke arahnya begitupun dengan Zahra dan lainnya. Zahra pun tau mengenai sikap dan tingkah Leon saat marah, ia pun memilih menghampiri Leon dan berkata.
"Apa masalahmu, jika kamu ingin membuat kekacauan keluarlah dari sini karna kau hanya menggangggu yang lainnya." ucap Zahra sarkas.
"Kau berani-beraninya bermesraan di club milikku, ohhh...apa kau berpikir jika yang terjadi barusan karna aku cemburu melihat kemesraan kamu dan pria itu,? sayangnya aku sudah tidak pernah mencintaimu lagi ketika aku mengenal Prety yang mampu memberikan apa yang tidak pernah kau berikan padaku." kali ini ucapan Leon sungguh tak berprasaan dan benar-benar menggores luka yang teramat perih di hati Zahra.
Plaaakkk.. Zahra menampar wajah Leon.
"Ternyata selama ini aku salah menilaimu, kau yang sekarang seperti orang asing bagiku dan terima kasih atas segalanya." ucap Zahra dengan tangisnya.
Melihat itu membuat Reimont sebagai seorang teman segera menghampiri mereka.
"Apa yang kalian lakukan,? selesaikan masalah kalian di luar." selah Reimont saat tatapan Leon dan Zahra bertemu satu sama lain.
Zahra pun segera berlari keluar club dengan butiran bening yang terus menerus keluar dari pelopak matanya dan meninggalkan Leon maupun Reimont di meja bartendert..
__ADS_1