
Fahreza begitu murka ketika melihat sosok yang menyebab kan Adik nya sekarat, Fahrezah mendekat ke arah Ricard
bukkkk.. " Dasar bajingan!" Fahreza memukul Ricard kembali hingga berdarah.
Fahrezah dengan kasar nya menarik Ricard untuk melihat dari celah kaca saat Zahra yang sedang melawan maut di meja Operasi.
Ricard tidak bisa menahan tangis nya sedari tadi ketika mendengar dokter memberi kan pilihan kepada Fahreza, seketika kubangan bening itu pun tumbah membasahi pipi nya.
"Zahra maafkan Aku, Aku sungguh tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu." gerutu Ricard dengan tangisan nya.
Dokter telah berhasil menyelamat kan Zahra dan bayi nya, namun sebelum Dokter keluar, Zahra memohon kepada Dokter untuk mengatakan bahwa diri nya telah meninggal.
"Dokter Aku mohon, katakan kepada mereka jika aku telah meninggal." ucap Zahra dengan lemas nya.
Dokter begitu kaget mendengar permintaan Zahra. "Kami tidak bisa Nyonya, itu melanggar hukum dan etika profesional kami sebagai seorang dokter." balas sang dokter dengan serius.
"Dokter aku tidak bisa kembali ke rumah Orang tuaku, aku sudah mempermalu kan mereka, Dokter aku mohon, berikan aku suntikan beberapa jam saja untuk tidak bernapas." seru Zahra kembali dan terhenti sejenak sebelum melanjut kan.
"Agar Kakakku bisa segera membawa Anakku kembali ke Indonesia. Aku mohon Dokter." ucap Zahra kembali.
Dokter dengan berat hati mengiyakan permintaan Zahra. "Baiklah Nyonya jika itu pilihanmu, tapi kami tidak ingin terlibat apapun setelah ini!" Dokter pun menyuntik kan obat kepada Zahra.
Dokter berlalu meninggalkan Zahra dan keluar menemui Fahrezah.
"Dokter bagaimana keadaan Adik saya dan keponakan saya." tanya Fahreza dengan cemas.
"Tuan Bayi nya perempuan! maafkan kami, kami sudah berusaha sebisa mungkin namun nyawa Ny.Zahra tidak terselamat kan." jelas sang dokter.
Apa yang kulakukan, mengapa Aku mengikuti permintaannya. Apa yang harus kulakukan. Fahreza berlari kedalam ruang operasi dan di ikuti Ricard di belakangnya.
Zahra, Zahra bangun sayang kamu gak mungkin pergi secepat ini. Fahrezah memengang wajah Zahra dan mengecupnya berulang kali, Maaf kan Kakak, Kakak janji akan merawat anakmu dan menyayanginya seperti kami menyayangimu.
Ricard begitu tidak percaya, Zahra merelakan hidupnya demi Anaknya.
Fahrezah bangkit dan mengambil ponselnya dan menyuruh Adriyansyah ke Italya.
Hallo Kakak, Kakak apa yang terjadi. Tanya Adriyansyah yang khawatir karna sang Kakak tidak berbicara.
Hallo Dek, kamu bawa Donny ke Italya sekarang,Kakak berada di rumah sakit Ambruzo segera ke sini.
Tuan ini Anak Nyoya Zahra. Suster pun memberikan bayi Zahra kepada Fahrezah.
Fahrezah melihat Bayi Zahra dan menitihkan butiran bening, Sayang sekarang kamu akan menjadi tanggung jawab Paman, kini bundamu telah pergi. Fahrezah begitu terisak mengingat Zahra.
__ADS_1
Ricard yang duduk dilantai sambil memeluk Zahra, Zahra maafkan aku, aku sungguh mencintaimu namun saat itu aku terlalu emosi sehingga menjadikanmu seperti sekarang ini. Tapi aku bersyukur telah menghabiskan 3 bulan bersamamu.
Adriyansyah dan Donny tiba dirumah sakit beberapa jam melakukan penerbangan.
Fahrezah meninggalkan Ricard diruang operasi karna dia tidak kuat melihat jasad sang Adik. Fahreza memeluk Bayi Zahra keluar.
Kakak Apa yang ter--, pertanyaan Adriyansyah tertahan ketika melihat sang Kakak memeluk seorang bayi.
Kakak apa ini Anak Zahra. Fahrezah pun menggangguk tanpa berucap sepatah katapun.
Reza di mana Zahra.tanya Donny Balldy.
Fahrezah pun memeluk Donny Balldy dan berkata dengan pelan, Donny Zahra sudah meninggal.
Ketika Fahrezah mengatakan itu Donny tersungkur ke lantai, jangan bercanda kamu Reza, ucap Donny dengan tegasnya.
Adriyansyah yang mendengarnya langsung memeluk sang Kakak.
Dimana Zahra sekarang Reza, teriak Donny Balldy.
Rezapun menunjuk ke arah ruang Operasi.
Donny dan Adriyansyah berlari ke ruang Operasi.
Sayang kenapa kau begitu cepat meninggalkan aku, Apa yang harus aku lakukan tanpa adanya dirimu, sayang bangun.
Namun Donny baru menyadari keberadaan Ricard Alziro.
Donny mendekat ke arah Ricard dan berkata ini kan yang kau mau. puuukkk Donny melayangkan tinju dan berkata jangan pernah berharap kau akan mendapatkan Hak Asuh Anak.
Anak itu akan menjadi milikku.
Ricard hanya diam membisu tak tahu apa yang akan dia lakukan.
Adriyansyah hanya menangis sambil memeluk sang Adik.
Fahrezah yang mendengar keributan di ruang operasi langsung masuk dan menghentikan pertengkaran Donny dan Ricard. Apa yang kalian lakukan bisa-bisanya kalian berkelahi di depan jasadnya.
Reza biarkan Aku memeluk Anak Zahra, Fahrezah pun memberikan Anak Zahra kepada Donny Balldy.
Fahrezah pun menepuk pundak Ricard dan berkata, ada yang harus kita bicarakan diluar.
Ricard pun berdiri dan ikut dengan Fahrezah keluar.
__ADS_1
Mereka pun duduk di ruang tunggu. Fahreza mulai berbicara dan mengendalikan emosinya.
Ricard Apa yang sebenarnya terjadi malam itu.? tanya Fahrezah.
Ricard pun menjelaskan semuanya.
Ricard aku tidak mau menyembunyikan apapun darimu, Zahra telah menceritakan semuanya mengenai dirimu yang menjaganya beberapa bulan belakangan dan menafkahi, dan 1 lagi Zahra mengatakan jika di sangat bahagia bisa menghabiskan beberapa bulan bersamamu.
Donny Balldy duduk ditepi ranjang dan memeluk Zahra begitu eratnya sambil menaruh bayi itu di pelukan Zahra, Sayang Aku akan menjaga anakmu seperti darah dagingku sendiri dan soal Ricard Alziro Aku pastikan tidak Akan menemukan keberadaan Anakmu.
Tuan sudah waktunya jasad Nyonya Zahra kami bawah.
Suara isak tangis begitu kuat di ruang Operasi saat jasad Zahra akan dibawah.
Fahreza Aku bersedia melakukan apa pun untuk menebus kesalahan ku, tapi aku mohon biarkan aku memeluk Zahra dan bayi kami untuk terakhir kalinya.
Baiklah Ricard.
Mereka pun masuk kembali ke ruang operasi.
Donny Balldy biarkan Ricard memeluk Anaknya dan juga Zahra untuk terakhir kalinya.
Donny pun memberikan bayi Zahra kepada Ricard. Fahrezah, Adriyansyah dan juga Donny Balldy pun keluar dari ruang operasi.
Kini tinggal Ricard, Zahra dan Anak mereka. Ricard memeluk Anaknya dan juga Zahra.
Maafkan Ayah, Ayah begitu bersalah terhadap Bundamu. Namun saat ini adalah kali terakhir Kita bersama sayang, mungkin Ayah tidak bisa melihat dirimu tumbuh, tapi Ayah berjanji Ayah akan selalu ada untukmu Sayang.
Ricard berulang kali mengecup dahi Zahra dan bergantian mencium sang Anak.
Ricardpun memberikan Anaknya kepada Fahrezah dan berkata biarkan aku yang menafkahi Anakku tanpa dia harus tahu tentang diriku.
Fahrezah melihat ke arah Donny Balldy dan Adriyasyah. Merekapun setuju dengan permintaan Ricard.
Sayang Ayah pergi ya Ricard mengecup Anaknya berulang kali dan berlalu pergi.
Kakak Apa kita akan membawa jasad Zahra ke Indonesia.
Tidak, Zahra sudah berpesan kepada Dokter setelah kita mendapatkan Anaknya kita harus segera kembali ke Indonesia dan membiarkan jasad Zahra di tangani pihak rumah sakit.
Mereka pun beranjak meninggalkan rumah sakit, namun Donny Balldy tidak merelakan jasad Zahra di urus pihak rumah sakit.
Fahrezah yang melihat keraguan dimata Donny Balldy langsung berbicara dengan pelannya, relakan karna itu adalah permintaan terakhir Zahra.
__ADS_1
Donny pun berjalan bersama Fahrezah dan Adriyansyah keluar rumah sakit dan menuju Airport.